
Edward berjalan menemui Narendra, ia sudah mendapatkan informasi jika Narendra sudah berada di dalam kamarnya. Ia ingin menjelaskan semuanya pada Narendra. Semoga saja Narendra mengerti dengan semua penjelasan yang ia buat.
"Untuk apa kau datang menemui ku, jangan sok peduli pada ku," ucap Narendra.
"Hey kau seperti ini pada abang mu sendiri. Jangan begitu lah, aku minta maaf benar-benar minta maaf. Kau tau kan aku tidak bisa mengindari perjodohan ini. Ya aku akan tetap menepati janji ku, aku tidak akan menyentuh nya, aku hanya beberapa bulan dengan nya, setelah semuanya lebih baik aku akan berpisah dengan nya."
"Kau berjanji," ucap Narendra.
"Iya aku janji, bagaimana mungkin aku mengambil seseorang yang adik ku cintai, begitu jahat nya aku jika melakukan hal itu," kata Edward.
...☘️☘️☘️...
Hari yang paling Edward benci pun tiba, hari pernikahan nya dengan Salsa, ia tidak mencintai salsa dan kenapa harus menikah dengan seseorang yang tidak di cintai, hanya orang tua nya yang bisa menjawab pertanyaan itu. Pernikahan ini memang sudah menjadi jalan takdir Edward dan Salsa. Mereka berdua sudah di jodohkan sejak kecil pula.
Berbeda dengan Edward Salsa benar-benar begitu senang, ia menikah dengan seseorang yang sangat ia cintai Edward. Salsa sudah berjanji pada diri nya sendiri untuk terus mencintai Edward, meskipun Edward tidak mengharapkan diri nya. Salsa yakin cepat atau lambat cinta nya pasti akan terbalaskan.
__ADS_1
"Edward," ucap Nathan.
"Iya yah, ada apa?"
"Sudah ayo, kenapa malah diam saja," ucap Nathan.
"Oh sudah mau mulai ya, ayo lah, aku sudah siap," kata Edward.
Edward dan Salsa pun resmi menikah. Mereka berdua sudah menjadi sepasang suami-istri sah menurut agama maupun negara. Salsa mencium tangan Edward dan Edward mengecup dahi Salsa.
Karena acara di laksanakan malam hari, setelah selesai acara mereka semua langsung masuk ke dalam kamar masing-masing. Edward membawa Salsa ke dalam kamarnya yang sekarang menjadi kemar mereka berdua.
"Jangan canggung seperti biasa saja lah," kata Edward.
"Bagaimana aku tidak canggung, aku satu kamar dan tidur dengan seseorang yang sangat akun cintai," batin Salsa.
__ADS_1
"Hey," ucap Edward.
"Iya, ada apa," tanya Salsa.
"Tidak ada, sudah bersih bersih sana, aku ingin istirahat, aku tidak suka kebisingan," kata Edward.
"Iya maaf mas," ucap Salsa sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Edward melepaskan pakaian pernikahan nya, ia hanya memakai celana pendek dan kaus tanpa lengan. Edward mudah sekali gerah, itu sebab nya ia memakai pakaian seminim mungkin.
Salsa keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian tidur. Salsa yakin Edward tidak mungkin langsung menyentuh nya, walaupun ia sudah siap ia tidak bisa memaksa. Salsa harus menghormati privasi suami nya.
"Mas," ucap Salsa.
"Hmmm tidur lah, di samping sana luas. Jangan takut aku tak akan menyentuh mu," kata Edward.
__ADS_1
"Yakin tidak mas? aku sudah siap," ucap Salsa yang membuat Edward menaikan kepala nya sambil melirik ke arah Salsa.