Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 43


__ADS_3

"Enak," ucap Mawar.


"Ya jelas, aku yang membakarnya, kalau kau yang membakarnya ya belum tentu akan enak," kata Narendra.


"Hahaha sombongnya, makasih Narendra."


"Untuk apa?"


"Kau sangat baik pada ku orang orang menilai mu tidak baik itu sangat salah mereka tidak mengenal mu, jika mereka mengenal mu sungguh sungguh, pasti mereka akan mengatakan mu baik juga," ucap Mawar.


"Hahaha kau bisa saja, jangan cepat menilai orang lain, aku tak suka di nilai, semua yang ada di dalam diri ku tak ada satu pun yang tau, hanya aku yang tau. Satu lagi jangan menganggap ku baik, aku bisa sejahat yang tidak pernah kau pikirkan sebelum nya."


Ntah kenapa Mawar merasa apa yang Narendra katakan seperti sungguh sungguh, ia jadi takut dengan apa yang Narendra katakan.


"Hati-hati saja, selagi aku baik manfaatkan kebaikan ku," ucap Narendra.


Orang yang mereka berdua tunggu tak datang datang Mereka berdua sangat bosan berada di pinggir pantai, belum lagi sinar matahari yang semakin terik saja.


Bukan nya Rizky dan Zaki tidak cepat mencari mereka berdua. Mereka berdua terlalu jauh, sangat sulit mencari mereka berdua jika hanya Zaki dan dua teman nya. Seharusnya banyak orang yang mencari Narendra dan Mawar agar mereka berdua cepat ketemu.


"Kita kembali ke dalam," tanya Narendra.


"Terserah, wajahmu terlihat sedikit pucat, kamu sakit," tanya Mawar.


"Sedikit tidak enak badan, seperti nya karena semalam celana ku basah," jawab Narendra.


"Kita di sini saja ya, kalau ada yang lewat atau datang pasti akan lebih mudah menemukan kita."


"Ya sudah, aku istirahat sejenak ya," ucap Narendra.


Sebenarnya sejak bangun tadi tubuh nya sudah terasa tidak enak, di tambah masuk ke dalam laut untuk mencari ikan yang membuat tubuh nya semakin terasa tidak enak.


Waktu terus berlalu tubuh Narendra semakin terasa tidak enak. Mawar melihat Narendra juga semakin pucat, ia takut terjadi sesuatu pada Narendra. Ia memberanikan diri mengusap wajahnya, dan benar saja Narendra terasah sangat panas. Tetapi tubuh nya seperti menggigil.


"Narendra jangan membuat ku takut," ucap Mawar dengan mengusap wajahnya.


"Aku tidak papa, tenang saja." Walaupun diri nya terasa sangat lemas tetapi Narendra tetap berusaha untuk kuat. Kalau sampai ia tertidur dan tidak bangun ntah apa yang akan terjadi pada mereka berdua. Hanya itu yang ada di dalam pikiran Narendra saat ini.


"Tolong tolong," teriak Mawar dengan sangat keras.

__ADS_1


Narendra tersenyum mendengar teriakan Mawar, tidak ada mungkin ada yang mendengar teriakan seperti itu.


Zaki dan yang lainnya sudah melewati beberapa pulau tak ada tanda tanda mereka berdua. Hanya tinggal satu pulau terdekat lagi yang belum mereka datangi. Dari pulau yang lainnya memang pulau itu yang paling jauh dari tempat awal mereka bermain.


"Kita cari saja lah, mana tau memang ada," ucap Zaki.


"Kalau mereka berdua tidak selamat bagaimana,* tanya Rizky.


"Jangan berpikir seperti itu, mereka pasti akan selamat," jawab Zaki.


"Yakin saja mereka ada di pulau terakhir itu," ucap Rey.


Hanya bermodal keyakinan merea pun pergi ke pulau itu, mereka bertiga sangat berharap Narendra dan Mawar ada di pulau itu, kalau sampai tidak ada ntah apa yang akan terjadi berikut nya.


Mawar berlari sana sini sambil berteriak-teriak dengan sangat keras, kondisi Narendra semakin buruk saja, kalau Narendra tidak mendapatkan penanganan lebih lanjut ntah apa yang aan terjadi pada Narendra, Mawar tak bisa membayangkan hal itu.


"Tolongg.... Tolongg........."


Samar samar Mawar mendengar sebuah suara kapal yang semakin dekat, ia semakin bersemangat melompat lompat sambil berteriak dengan sangat keras.


"Aku mendengar suara Mawar,'' ucap Zaki.


Rey mematikan mesin kapal itu, hal itu membuat Mawar kecewa, ia malah ikut berhenti berteriak.


"Kenapa tidak terdengar lagi," kata Rey.


"Mawar....." Zaki berteriak.


Mawar yang mendengar nya langsung membalas teriakan itu.


"Aku di sini... Tolong..."


"Di sana." Rey menghidupkan kembali kapal itu dan langsung menuju ke sumber suara.


"Ahkkkk." Mawar benar benar sangat senang melihat Zaki dan teman teman nya menemukan mereka. Mawar langsung berlari ke arah Narendra, tetapi sayang nya Narendra sudah tidak sadarkan diri.


"Narendra..." Mawar kembali mendekati mereka bertiga agar mereka cepat menolong Narendra.


"Cepat Narendra sakit," ucap Mawar.

__ADS_1


"Apa...!!!"


Dengan cepat mereka bertiga berlari mendekati Narendra, hanya Rey yang ada di kapal menjaga kapal agar tidak terbawa ombak.


"Narendra." Zaki dan Rizky menggotong Narendra ke kapal.


"Selamat tinggal." Mawar memberikan kecupan manis pada pulau itu.


Dengan terburu buru mereka keluar dari sana, tak ada waktu lagi, mereka harus segera membawa Narendra ke rumah sakit.


Dan pada akhir nya liburan yang Mawar dan Narendra harap indah berubah menjadi mala petaka, Narendra di larikan ke rumah sakit terdekat, berita itu juga langsung menyebar kemana mana, tetapi meraka semua masih tidak tau kalau Narendra dan Mawar hilang satu malam, mereka hanya menebak jika Narendra terkena hewan beracun saat berenang.


Untung saja mereka membawa Narendra tepat waktu ke rumah sakit, Narendra masih bisa bangun dengan sangat cepat. Ia hanya mengalami demam biasa. Tetapi bahasa juga kalau sampai tidak di tangani dengan cepat.


Berita itu juga sudah sampai ke telinga Nathan, ia mendapatkan laporan dari pihak kampus, dengan cepat Nathan menghubungi Mawar, karena Mawar yang selalu ada di dekat anaknya, sebelum ini Mawar juga sudah di beritahu untuk merahasiakan hal ini, semua demi kebaikan semua orang.


"Oh iya paman, tidak papa kok, aku sebentar lagi bertemu dengan nya," kata Mawar.


"Yakin Mawar, kalau ada apa apa beritahu paman nya, jangan merahasiakan apapun."


"Iya paman, nanti kalau aku sudah bertemu dengan nya aku akan berbicara dengan nya untuk menghubungi paman," ucap Mawar.


"Oke kalau begitu, paman percaya dengan Mawar," kata Nathan.


Mawar sudah bisa bertemu dengan Narendra, ia melihat Narendra sudah sadar dengan wajah yang masih pucat, tetapi dia tampak masih tenang seperti biasa nya.


''Kamu sudah tidak papa," tanya Mawar.


"Hmmm, jangan beri tau ayah ku, aku tidak mau membuat orang tua ku khawatir," jawab Narendra.


"Mereka sudah tau, pihak kampus sudah memberitahu mereka tetapi aku sudah berkata kalau kamu baik baik saja, jadi paman sudah lebih tenang."


"Oh begitu, bagus lah."


Mawar mengambil handphone nya agar Narendra bisa memberitahu kabar nya langsung pada ayah nya.


"Halo yah," ucap Narendra.


"Halo sayang, kamu baik baik saja kan, jangan membuat ayah khawatir pada mu."

__ADS_1


__ADS_2