Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 59


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Kehidupan semua orang hampir normal seperti biasa nya. Jack sedang menunggu kehamilan istri ke dua nya, sedangkan Mawar juga sedang menunggu kehamilan nya. Ia ingin cepat hamil agar Narendra tidak semena men pada nya. Narendra juga akan bertanggungjawab dengan kehidupan nya nanti.


Sebenarnya Narendra sama dengan Edward, ia belum ingin mempunyai anak, ia masih ingat hidup dengan tenang tanpa gangguan, ia juga belum puas menyiksa Mawar. Walaupun memang siksaan nya juga tidak keras, hanya beberapa perkataan kasar dan perilaku yang kurang baik. Narendra sangat berhati-hati agar Edward dan orang tua nya tidak curiga dengan pernikahan nya dengan Mawar..


"Sudah seminggu lebih kita menikah," ucap Mawar.


"Terus??"


"Terus...." Mawar bingung harus mengatakan apa...


"Terus jangan terlalu berharap yang tidak tidak pada ku, aku malas mengerti diri mu," ucap Narendra.


"Hmmm kamu mah begitu, mana mau mengerti orang lain mau nya selalu di mengerti," kata Mawar.


"Tidak suka ya sudah, cari saja pria yang mau mengerti diri mu," ucap Narendra.


"Mas keluar yuk..."


Ini pertama kali nya Mawar mengajak Narendra keluar rumah, meskipun mereka berdua satu kampus tetapi selama menikah mereka berdua tidak pernah keluar bersama.

__ADS_1


"Kemana? kampus tutup," ucap Narendra.


"Kemana saja lah, kamu tidak pernah membawa istri mu keluar rumah, kalau mau jatah saja baru manis," kata Mawar.


"Jatah saja bagaimana??"


"Kalau jatah saja mayat berbinar seperti anak kecil diberikan permen."


"Hahaha ya terus mau keluar kemana," tanya Narendra.


"Membeli makanan gitu, atau ke mana.."


"Ayo.."


"Yes.." Mawar langsung ingin bersiap siap.


"Tunggu.." Narendra menahan diri nya.


"Apa lagi," tanya Mawar.

__ADS_1


"Goda aku dulu," jawab Narendra.


"Ah aku mana bisa mas.. Yang pintar menggoda itu pria bukan wanita."


"Kata siapa? banyak wanita yang menggoda ku tetapi aku tida tertarik pada mereka. Cepat lakukan lah.." Narendra menunggu Mawar menggoda diri nya.


Mawar benar-benar bingung harus melakukan apa. Perlahan ia naik ke atas tubuh Narendra dan mulai menggoda nya dengan apa yang ia bisa.


Dari bawah sana Narendra bisa melihat bagaimana bentuk tubuh istri yang sangat seksi. Karena memang Mawar hanya memakai tanktop dan celana pendek saja sesuai keinginan nya. Jika berada di kamar memang lebih baik memakai pakaian seperti itu demi memanjakan mata suaminya. Kalau keluar kamar baru lah ia memakai pakaian yang lebih tertutup.


Tangan Narendra sudah pasti tak diam begitu saja Ia merendahkan tubuh Mawar dan mulai mencium leher dan bibir nya. Mawar mengerti kemana arah nya jika sudah seperti ini, akan sangat lama jika ia harus melayani Narendra terlebih dahulu.


"Mas ayo.." ucap Mawar.


Narendra membuang nafas nya dengan kasar, ia sadar diri nya hampir lepas kontrol.


"Ya ayo.. Siap siap lah," ucap Narendra.


Mereka berdua pun langsung bersiap siap. Setelah selesai Narendra dan Mawar langsung meninggal kan rumah tanpa sepengetahuan siapapun. Rumah lagi keadaan sepi karena pada jalan jalan.

__ADS_1


Ini pertama kali nya Narendra jalan dengan istri nya, lebih merasa aman tanpa was was karena mereka berdua sah sebagai suami istri.


__ADS_2