
Beberapa menit yang lalu. Helen sangat bingung harus menyiapkan apa, Nathan meminta untuk dirinya bersiap siap, tetapi ia benar-benar buta dengan hal seperti itu. Karena terlalu bingung dan pusing Helen memutuskan untuk masuk ke dalam kamar sahabat nya, ia yakin sahabat nya itu mengerti semua permasalahan nya.
"Tiara," ucap Helen.
"Hay bagaimana aku seksi kan," tanya Tiara.
"Kau sudah hamil besar, masih saja berpakaian seperti itu," kata Helen.
Ia benar-benar Helen dengan sahabat nya ini. Tetapi meskipun hamil besar Tiara memang masih tetap seksi abis.
"Tiara kau sangat seksi, kau mau apa," tanya Helen.
"Masih tanya Helen aku mau apa, aku akan memberikan makan suami ku. Jika tidak diberi makan dengan rutin bisa bisa dia jajan di luar," jawab Tiara.
"Ha begitu? apa bisa sedang hamil...
"Ya bisa dong, malahan suruh rutin karena aku hamil tua, kata nya agar jalan lahir nya lancar."
__ADS_1
"Oh begitu, ya bagaimana tidak lancar jalan pembuka nya saja....
"Hahaha aku tau maksud mu, tapi sangat mantap. Kau kenapa datang ke sini," tanya Tiara. Ia heran malam malam begini Helen mencari nya.
"Begini, aku ingin meminjamkan baju haram mu, seperti nya aku juga harus memakai nya," kata Helen.
"Hahaha suami mu juga memerlukan asupan Helen. Tunggu sebentar ya, aku sudah masih ada yang baru, jangan khawatir," ucap Tiara.
"Mana mana." Helen sangat semangat mendengar hal itu.
Tiara mengambil kan pakaian haram yang ia maksud. Dengan berbagai macam penjelasan Tiara Helen pun memakainya dan mempraktekkan apa yang Tiara katakan.
"Oh begitu, aku pikir istri ku inisiatif ternyata tidak juga ya. Tetapi tidak papa, aku tidak masalah," kata Nathan.
"Hehehe maafkan istri mu yg tidak peka ini sayang ku," ucap Helen.
"Tidak papa sayang. Kamu sangat cantik dan seksi seperti ini."
__ADS_1
Tangan Nathan mulai nakal meraba raba tubuh istri nya, setelah malam pertama mereka ini kali kedua mereka mencetak adik untuk Edward.
"Sayang," ucap Helen.
Nathan melepaskan pakai nya terlebih dahulu, sangat tidak enak untuk nya jika memakai pakaian lengkap, sebagai istri yang baik Helen membantu suaminya. Tubuh Helen pasti merasa merinding melihat betapa keren nya tubuh Nathan, tangan nya bisa dengan bebas menyentuh tubuh Nathan di bagian mana pun.
Satu persatu pakaian mereka berdua mulai terlepas dan ntah dari kapan suara mereka berdua mulai bersautan. Mereka berdua tidak perlu takut ada yang mendengar ataupun menganggu, Edward tidak ada dan Tiara pasti sedang bermain dengan suami nya. Mereka berdua benar-benar bebas malam ini.
"Sayang sayang tidak tidak bisa di sini," ucap Helen.
"Bisa tahan sedikit," kata Nathan.
Dalam posisi Helen di atas memang sedikit lebih sulit, apalagi ini pertama kali untuk mereka berdua. Mereka berdua sama sama tidak memiliki pengalaman apapun sebelum nya. Helen memejamkan mata nya saat merasakan benda besar itu mulai tenggelam. Mulut nya terbuka dengan lebar merasakan rasa sakit dan sesuatu yang berbeda dalam waktu yang bersamaan.
"Jangan di tahan sayang ayo rileks," ucap Nathan.
"Kamu enak hanya berkata, aku yang sakit," kata Helen.
__ADS_1
"Sttt jangan marah marah, nanti dia jadi kempes," ucap Nathan.
"Apa yang kempes???