
Baca bab sebelum nya ya..
__________________________________________
"Kemana," tanya Narendra.
"Kemana saja lah, cari makan dulu saja," Jawab Mawar.
"Makan saja mau mu," ucap Narendra.
Narendra menghentikan mobil nya di sebuah restoran tempat biasa nya ia makan. Dari pada mencari makanan di tempat lain yang belum tentu rasa nya enak lebih baik ia makan di tempat ini yang sudah pasti rasa nya sangat enak.
"Kamu yang pesan aku tidak tau," ucap Mawar.
"Apa yang kau tau," kata Narendra.
"Yang ku tau, junior mu tidak junior," bisik Mawar.
Narendra langsung memicing kan mata nya, Mawar sudah berani bercandaan seperti itu pada nya.
"Tapi kau suka kan," tanya Narendra, ia juga mulai bercanda dengan Mawar. Memang tak ada salahnya untuk bercanda dengan istri sendiri.
"Tidak ah, kata siapa aku suka," ucap Mawar.
__ADS_1
"Halah mana mungkin tidak suka kalau di sentuh pasrah saja," kata Narendra.
"Mas.. Kamu kan suami ku, ya mana mungkin aku tidak pasrah, kalau aku melawan nanti kamu berkata aku istri yang tidak baik," ucap Mawar.
"Suka kan.."
Mawar malu sendiri mendapatkan pertanyaan seperti itu, ya bisa di katakan ia suka karena memang enak. Kalau tidak suka setiap Narendra menyentuh nya pasti akan ada alasan yang ia berikan pada Narendra.
"Kenapa diam, oh rasakan lagi malam ini," ucap Narendra.
"Kemarin sudah.."
"Ya terus kalau sudah!!tidak boleh lagi??"
"Tidak ada jeda jeda kalau aku ingin ya gas saja lah," kata Narendra.
"Memang pria ini.."
Tak lama makanan mereka berdua datang. Dengan lahap mereka berdua menyantap nya sampai habis tidak tersisa.
Yang mengejutkan adalah Edward dan istri nya juga ke restoran itu. Mereka berdua yang melihat Mawar dan Narendra langsung berjalan menghampiri mereka berdua. Edward sangat senang melihat Mawar yang begitu hahaha dengan Narendra, memang seperti nya mereka berdua sangat cocok menjadi pasangan suami istri.
"Kalian juga di sini," ucap Salsa.
__ADS_1
"Kakak, ya kami makan di sini, kalian mau makan juga? ayo gabung.."
"Kita sudah selesai.." Narendra langsung memotong ucapan Mawar.
Edward mengerti jika Narendra tidak ingin di ganggu. Ia langsung memberikan kode pada Salsa agar tidak menganggu mereka berdua.
"Tidak, kami sudah ada janji dengan orang lain, nikmati makanan kalian." Edward langsung membawa istri nya menjauh dari sana.
"Mas kamu galak sekali," ucap Mawar.
"Siapa yang meminta mu untuk mengundang mereka makan bersama, jangan aneh aneh ya. Syukur aku mau membawa mu makan bersama."
"Iya iya.." Mawar yakin Narendra masih tidak suka dengan Edward dan Salsa. Mungkin saja suaminya masih memiliki dendam yang belum redah.
Setelah selesai makan Narendra langsung membawa Mawar pergi dari sana. Ia terburu buru agar tidak bertemu dengan Edward lagi. Memang Narendra lagi menghindar dari Edward agar Edward tidak curiga atau tau kalau ia suka memarahi Mawar.
"Kemana lagi," tanya Narendra.
"Terserah, aku lagi kenyang," jawab Mawar.
Narendra membawa mobil nya ke taman kota saja, memang paling enak menghabiskan waktu di taman sore sore begini. Apalagi perut mereka berdua sedang dalam keadaan kenyang sekali.
"Mas aku boleh membelikan Arya pakaian dan mainan," tanya Mawar.
__ADS_1
"Kenapa bertanya pakai saja uang yang aku berikan, toh dompet ku kau yang megang," jawab Narendra