
"Mendekat," ucap Narendra.
"Aku takut.." Mawar hanya menundukkan kepalanya.
"Untuk apa kau takut dengan suami mu sendiri, mendekat sini," ucap Narendra.
Mawar berjalan mendekati Narendra, kepala nya hanya menunduk ke bawa karena ia benar-benar sangat takut, mau bagaimana lagi Narendra suami nya, ia tidak mungkin menolak apa yang suaminya inginkan.
"Stop," ucap Narendra saat Mawar sudah dekat dengan nya.
"Lepas.."
"Narendra..."
"Lepas saja, kau menolak keinginan suami mu, tinggal lepas saja sulit. Sama suami sendiri jangan takut," kata Narendra.
Tangan Mawar benar-benar terasa sangat dingin dan kaku. Ia tidak sanggup melepaskan handuk yang menjadi pertahanan utama nya.
Narendra yang mengerti turun dari atas ranjang dan memang tangan Mawar agar lebih dekat dengan nya.
"Apa yang kau pikirkan? aku akan menyakiti mu??"
"Aku hanya takut," ucap Mawar.
"Untuk apa kau takut? mau menikah atau tidak menikah nya kau dengan ku, kau tetap akan merasakan nya," kata Narendra.
Tangan bergerak menarik pertahanan terakhir Mawar. Dan terjadi lah hal yang sangat ingin Narendra lihat, tubuh yang benar-benar seksi membuat nya sulit untuk menelan air ludah nya. Dua gunung kembar yang tidak terlalu besar ataupun kecil terpampang dengan nyata, belum lagi bagian inti Mawar yang membuat Narendra hampir terkena serangan jantung.
"Seksi." Narendra kembali ke posisi semula dan membantu Mawar untuk duduk di atas pangkuan nya.
__ADS_1
"Jangan malu, tubuh mu benar-benar indah," ucap Narendra.
Pujian Narendra membuat Mawar sedikit tenang, ia tidak mengecewakan Narendra dengan bentuk tubuh nya yang bisa di katakan ideal.
Narendra meminta bantuan Mawar untuk melepaskan kaus oblong nya. Mawar hanya nurut saja dengan permintaan Narendra, ia seperti robot yang ikut dengan permintaan tuan nya.
"Cantik," ucap Narendra.
Narendra menarik tengkuk leher Mawar agar tubuh mereka berdua saling menempel. Ke dua nya sama sama seperti kesetrum saat ke dua kulit mereka berdua saling menempel. Narendra merasakan lembut nya kulit Mawar dan Mawar merasakan betapa kokoh nya Narendra.
Ciuman hangat mendarat di bibir Mawar. Tetapi bukan itu fokus utama Narendra, Narendra sudah tidak sabar menikmati indahnya gunung yang sudah menantang nya sejak jadi.
"Narendra... Narendra..." Mawar membusungkan tubuh nya saat Narendra mulai menghabisi ke dua gunung nya.
Rasanya benar-benar sangat aneh, tetapi ia sangat suka sekali. Ia belum pernah merasakan sesuatu yang indah ini.
Mawar melihat ke arah belakang nya, ia merasakan sesuatu yang menyentuh bokongnya. Mata nya terbelalak melihat senjata Narendra yang sudah siap tempur. Rudal rusia itu benar-benar seperti rudal yang siap menembakkan kekuatan nya.
"Cup," kecupan yang membuat Mawar tersadar dengan lamunan nya.
"Kenapa," tanya Narendra.
"Sakit," tanya Mawar.
"Mungkin," jawab Narendra.
Narendra memeluk Mawar dengan erat. Ntah kenapa terasa sangat nyaman dan menyenangkan begini bersama dengan Mawar. Tidak seperti biasa nya, ia merasa kesal dengan Mawar kali ini sungguh berbeda.
"Hmmmm Nar.."
__ADS_1
Mawar merasakan tangan Narendra bermain di bagian intinya. Rasa nya seperti kesetrum secara tiba-tiba, Narendra terus memeluk Mawar dengan erat sambil memainkan tangan nya, selama beberapa menit seperti itu membuat Mawar sampai ke pucak pertama nya, tubuh nya bergetar dengan sangat hebat dan darah nya mengalir dengan sangat deras, di ikuti sesuatu yang meledak di dalam sana.
Narendra sudah siap, ia tidak mengubah posisi mereka, tetap berada di seperti ini agar cepat masuk, dengan berat badan Mawar Ian yakin tida sulit untuk Mengendelamkan junior nya.
Mawar panik saat Narendra membantu nya ke posisi yang tepat. Ke dua kaki nya menahan tubuh nya agar tidak jatuh ke bawa.
"Narendra sakit sebentar." Mawar menahan tubuh nya agar tidak turun ke bawah.
Ia seperti pertama kali melakukan nya, rasa nya benar-benar sangat sakit. Tetapi tangan Narendra terus menekan tubuh nya ke bawah. Narendra dapat merasakan memang benar-benar sangat sulit dan sempit, tetapi ia yakin pasti akan segera bisa.
"Hiks hiks hiks sakit Narendra, mas sakit aku tidak tahan."
Hampir dari semuanya masuk ke dalam. Mawar terkejut saat milik Narendra seperti menembus sesuatu, dan sangat melihat ke bawa darah seger menetes dari milik nya.
Mawar menatap Narendra, Narendra hanya tersenyum sinis. Ia benar-benar tidak paham dengan yang terjadi.
Narendra menodong kuat tubuh Mawar sampai semua nya masuk ke dalam. Mawar berteriak dengan sangat keras merasakan rasa sakit itu.
Narendra menarik Mawar dan memeluk nya. Ia membisikkan sesuatu pada Mawar.
"Kau terkejut? aku si tidak? terimakasih masuk ke dalam perangkap ku.."
Mata Mawar terbelalak mendengar hal itu, ia sangat kecewa dengan Narendra, jadi selama ia di tipu Narendra, Narendra berbohong soal malam itu agar bisa menikah dengan nya.
"Kamu jahat," ucap Mawar.
"Ssttt sudah masuk tidak bisa keluar lagi, nikmati saja oke, jangan lupa takut. Aku tidak akan mengecewakan mu malam ini," kata Narendra.
Mendadak Narendra begitu berbeda, rasa nya seperti ada aura dingin yang sempat hilang sebelum nya. Aura dingin yang membuat Mawar seperti salah menilai Narendra.
__ADS_1