
"Aduh." Edward dan Salsa jatuh ke lantai karena tak kuat menahan goncangan yang terlalu kuat.
"Sakit sekali mas," ucap Salsa.
"Kamu tidak papa, bisa lanjut kan," tanya Edward.
"Bisa, tapi jangan di sini," jawab Edward.
Beberapa hari berlalu, baru saja menikah rumah tangga Jack dan Jesika sudah mengalami problematika. Sudah hampir dua hari Jesika tak pulang, Jesika menginap di rumah orang tua nya. Hal itu jujur membuat Jack pusing, percuma ia menikahi Jesika jika Jesika tak membuat hidup nya lebih baik, tak ada yang melayani nya sebagai istri yang baik. Padahal Jack ingin semua persiapan nya di kerjakan oleh Jesika, seperti mamah nya pada ayah nya.
"Kau pulang malam ini atau aku tak akan memberikan mu uang," ancam Jack dan langsung mematikan sambungan telepon itu.
Jack membuang nafas nya dengan kasar untuk menetralisir otak nya yang sudah pusing.
"Kau pikir menikah enak," ucap Edward.
Jack melirik ke arah Edward, ia tau tau sejak kapan Edward ada si sana, Edward akan cepu pada orang nya, hal itu membuat Bryan akan marah pada nya.
"Kau bisa diam tidak, tak ada yang mengajak mu berbicara," ucap Jack.
"Aku sedang tidak ingin bertengkar dengan mu, aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan dan yang kau rasakan. Menikah dengan seseorang wanita yang belum kita kenal 100 persen itu sulit. Menyesuaikan dua perasaan yang berbeda menjadi satu, hanya orang sabar yang bisa melakukan nya."
"Kau bisa diam tidak, aku tak ingin mendengar apapun dari ku. Urus saja kakak ku dengan baik, dia sangat mencintai mu, jangan kecewakan diri nya," ucap Jack.
"Aku tidak bodoh seperti mu, aku tak menyia-nyiakan orang yang menyanyi ku. Jangan khawatirkan kakak mu, kakak mu akan bahagia dengan ku."
__ADS_1
"Yakin? kau yakin bisa membahagiakan kakak ku, bukannya kakak ku hanya pelampiasan untuk mu." Jack menatap Edward sinis.
"Hahaha kau tak tau apa apa tentang hubungan kami, ya memang dia tempat pelampiasan ku karena dia istri ku, kami sah lahir batin. Aku tak seperti mu, laki laki brengsek yang hanya bisa merusak wanita." Edward berjalan pergi meninggalkan Jack.
"Bajingan kau Edward." Jack menarik tubuh Edward dan memukul nya dengan keras.
Edward tak Terima di di pukul seperti itu oleh Jack. Ia membalas pukulan itu dengan dan sangat keras.
Dan terjadi lah adu jotos di antara mereka berdua. Tak ada yang tau kejadian ini yang membuat mereka tak berhenti saling memukul.
"Bajingan." Tanpa sadar mereka sudah di pinggiran tangga.
"Kau mau mati," ucap Edward.
"Mati dengan mu, itu lebih baik." Satu pukulan lagi mendarat di wajah Edward.
"Abang," teriak Nabila.
Teriakan Nabila membuat orang orang yang tengah berada di kolam renang langsung berlari masuk ke dalam.
Mereka semua sudah terlambat Edward dsn Jack sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di kepala mereka. Jarak antara lantai dua dan satu contoh cukup tinggi.
"Jack..."
Dengan cepat mereka berdua membawa ke dua nya ke rumah sakit. Tak ada yang tau kenapa mereka berdua bisa sampai seperti ini.
__ADS_1
Untung saja tak ada yang terlalu serius. Jack mengalami luka sobek di kepala nya karena terbentuk pinggiran tangga yang tajam. Sedangkan Edward sedikit lebih baik. Ia hanya cidera leher dan pelipis nya juga sobek, tetapi tidak separah Jack.
Mereka berdua di rawat di ruangan yang sama, ke dua nya masih tak sadarkan diri dan di tunggu oleh istri masing-masing, hanya saja Jesika belum datang yang membuat Nabila mengganti nya untuk sementara waktu.
Bryan dan Nathan melihat CCTV rumah mereka, mereka masih belum tau apa yang terjadi. Hasil pemeriksaan dari dokter memang banyak pukulan yang membuat mereka curiga akan sesuatu.
Kecurigaan mereka berdua memang benar. Edward dan Jack bertarung seperti ayam jantan, hal ini sudah tak heran lagi karena memang sejak dulu mereka berdua tak pernah akur. Jika tak sampai seperti ini mereka berdua tak akan berhenti bertengkar.
"Aku dekat dengan Edward dia menantu ku, tapi jack anak kesayangan ku, aku jadi serba salah, membela salah satu di antara mereka berdua memang bukan yang terbaik."
"Tak ada yang meminta mu untuk memilih di antara mereka berdua, sudah jangan membuat mereka semakin membenci satu sama lain, tak ada yang lebih baik diantara mereka, kedua nya sama sama kekanakan tak ada yang mau menyelesaikan masalah mereka dengan benar," ucap Nathan.
Di rumah sakit Edward bangun lebih dulu dari Jack hanya saja kepala nya tak bisa ia gerakan dengan benar karena cidera yanng ia alami. Dileher nya terpasang penyangga agar cidera nya tak semakin parah.
"Sayang kamu baik baik saja kan, kenapa bisa seperti ini sih," tanya Salsa.
''Aku dimana ahhh... kenapa sangat sakit sekali."
"Kamu di rumah sakit sayang, kamu jatuh dari lantai dua ke satu bersama dengan adik ku Jack."
"Dia mati?? Aku menang??
"Sayang dia adik ku, kenapa kamu jahat sekali si dengan ya, kenapa kalian bisa bertengkar.''
"Hey kau membela adik mu, aku suami mu, kamu sangat mencintaiku tapi kenapa kau membela nya," ucap Edward.
__ADS_1
"Iya iya kamu benar, aku membela mu, Jack salah kamu tak salah."
''Aku bertengkar dengan nya, dia memukul ku lebih dulu, dia juga yang mengajak mati dengan ku, ya sudah kami jatuh besama dan di yang KO."