
''Sudah stop membahas yang tidak tidak, sekarang ita mau kemana lagi?"
"Aku tidak tau mau kemana, makan saja lah setelah itu terserah mau kemana," kata Narendra.
"Narendra kita cari oleh oleh yuk untuk keluarga di rumah, kan besok kita sudah kembali," bujuk Mawar.
"Boleh tapi jangan meminta aku yang membayari mu, kau bayar semua nya sendiri."
"Iya aku punya uang kok, aku tidak akan menggunakan uang dolar mu," kata Mawar.
"Ya sudah kita cari makan dulu," ucap Narendra.
Narendra dan Mawar pun mampir ke restoran untuk makan dulu. Seperti biasa nya, Mawar hanya memakan makanan yang Narendra pesan, ia tidak tau apa apa dengan makanan di negara ini.
''Aku membelikan apa ya untuk kakak ipar dan kak Edward."
"Mereka tidak memerlukan apa apa dari mu, kenapa kau memikirkan merak, pikirkan saja diri mu," ucap Narendra.
Ntah kenapa emosi Narendra naik kalau sudah membahas Edward dengan Salsa, ia masih sangat ingat bagaimana Edward memberikan harapan pada nya, ia juga masih ingat bagaimana Edward menghancurkan harapan itu. Karena Edward ia juga pergi meninggalkan rumah nya sendiri dan mamah nya marah pada nya, jika tidak karena harapan yang Edward berikan pada nya semua nya tidak mungkin begini, ya mungkin ia tetap akan marah pada Edward tetapi ia tidak perlu merasakan sakit yang berlipat lipat.
Sari ekspresi wajah Narendra, Mawar mengerti Narendra tidak suka ia membahas Edward dan Salsa, memang tidak seharusnya ia mengatakan mereka berdua di depan Narendra, mengingat bagaimana benci nya Narendra pada Edward.
"Aku harus apa? apakah aku bisa membalaskan rasa sakit itu pada Mawar, perasaan aneh ini benar benar sangat menganggu ku," batin Narendra.
''Maaf jangan marah marah kenapa. Tadi kamu mencium ku mendadak aku tidak sampai marah marah pada mu, ya padahal aku sangat ingin menampar mu."
"Kenapa? kau tidak suka aku cium, seharusnya kau merasa beruntung, aku tidak pernah mencium siapa pun selain diri mu," kata Narendra.
"Aku tidak percaya," ucap Mawar.
__ADS_1
"Ya sudah itu hak mu, kalau kau tidak suka aku tidak peduli. Kau pikir aku suka melakukan itu, aku hanya reflek saja."
Mawar memajukan bibir nya, mana mungkin hal seperti itu hanya reflek saja, jelas jelas Narendra seperti sangat bersemangat mencium nya.
Setelah selesai makan, Narendra dan Mawar langsung ke pusat perbelanjaan, seperti yang Mawar inginkan mereka akan mencari oleh oleh untuk dibawa pulang, sebenarnya Narendra tidak mau membawa apa apa, oleh oleh bukan sesuatu yang wajib di bawa pulang, hanya karena Mawar yang baru pertama kali keluar negeri Narendra rela membuang waktu berharga nya.
"Aku mau ke sana ayo," ucap Mawar.
"Kemana," tanya Narendra.
"Itu Narendra, tempat itu seperti nya sangat seru," jawab Mawar.
"Jangan membeli yang macam macam, nanti uang mu habis."
"Kan uang ku yang habis, kenapa kamu yang malah sibuk," kata Mawar.
"50 juta," ucap Mawar.
"Sudah aku katakan, uang mu akan habis."
"Narendra bayar separuh ya," ucap Mawar.
"Enak saja, kau yang membeli aku yang membayar," ucap Narendra.
"Pelit sekali.."
"Dompet ku dengan mu, berikan pada ku."
Dengan wajah yang kusam Mawar memberikan dompet yang Narendra minta.
__ADS_1
Narendra mengambil dompet itu, ia mengeluarkan ATM khusus untuk membayar keperluan nya dan langsung memberikan pada kasir.
"Ini tidak gratis," ucap Narendra.
"Narendra makasih, kamu benar-benar sangat baik sekali."
Setelah selesai menghabiskan banyak uang mereka berdua kembali ke dalam mobil. Tanpa sadar juga waktu sudah sore. Sudah seharusnya mereka kembali ke hotel untuk bersiap-siap untuk acara Malam ini.
"Makasih kamu sangat baik." Sebelum masuk ke mobil Mawar memeluk Narendra dengan erat.
Hal itu membuat Narendra sedikit gelagapan, ia tidak pernah mendapatkan pelukan dari Mawar sebelum nya. Apalagi Mawar memeluk nya dengan sangat erat sekali.
"Ini tidak gratis," ucap Narendra.
"Apa yang harus aku bayar," tanya Mawar.
"Tidak tau, nanti lah aku pikir, sudah lepas. Enak saja main peluk saja. Kau mesum sekali."
Dengan cepat Narendra melepaskan pelukan itu...
"Maaf aku tidak sengaja."
"Tidak sengaja tapi sampai lama.." Narendra masuk ke dalam mobil.
Mereka berdua pun kembali ke hotel.
Di hotel mereka berdua masuk ke kamar masing masing. Ya sudah pasti untuk bersih bersih sebelum pergi.
"Narendra jangan gunakan perasaan mu, oke kita lakukan rencana berikut nya," ucap Narendra.
__ADS_1