Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Mau tidak Ay


__ADS_3

"Nathan keren sekali," ucap Helen.


"Seperti diri mu ay, aku kan sangat keren," kata Nathan.


"Kau sangat percaya diri nat, tapi benar kok kamu lumayan tampan," ucap Helen.


"Hahaha akhirnya kau mengakui ketampanan ku juga." Nathan memeluk Helen dari belakang. Ia kembali mencium beberapa kali pundak Helen.


"Aku mencintaimu, aku ingin selalu bersama mu," ucap Nathan.


Nathan sudah berulang kali mengatakan cinta pada Helen. Tetapi Helen tidak menanggapi cinta itu, sebenarnya bukan tidak menanggapi tetapi Helen bingung harus mengatakan apa. Ia masih sangat ragu dengan perasaan nya sendiri.


"Iya Nathan, terus mencintai ku, aku sangat suka dicintai oleh orang lain," kata Helen.


"Nathan apakah kau sudah siap untuk menikah," tanya Helen.


"Sangat siap, aku pasti bisa membuat mu bahagia. Kedua adik mu menikah dengan cepat, belum sampai 20 tahun. Ya memang pasti banyak rintangan di rumah tangga mereka tatapi itu kan memang sudah menjadi ujian kehidupan, tidak semuanya halus seperti dada mu."


"Nathan aku sudah serius mendengar nya, kenapa belakang nya dada ku," kata Helen.


"Hahaha memang yang mulus kan dada mu, apa aku salah mengatakan nya," ucap Nathan.


"Kamu ya, tidak pernah berkata dengan serius," kata Helen.


"Jika menikah nanti kamu ingin punya anak berapa," tanya Nathan.


"Satu atau dua saja cukup, jangan banyak banyak," jawab Helen.


"Ya padahal aku ingin mempunyai banyak anak, tapi gagal, ya sudah tidak papa lah."


"Lah emang menikah nya dengan aku," tanya Helen.


"Jika bukan dengan mu dengan siapa lagi sayang," ? jawab Nathan.


Hari semakin larut mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Riga teman dari Nathan belum memberikan Nathan kabar sedikit pun, hal itu membuat Nathan memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.


"Tidur di kamar ku saja ya," ucap Nathan.


"Tidak mau, kamu itu berontak mesum jika aku kamu apa apain aku mana sanggup melawan mu."


"Tidak ay, aku janji tidak akan melakukan apapun," kata Nathan.


"Tidak mau, kita tidur sendiri sendiri saja." Helen langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Dreett..derttt.." Handphone Helen berbunyi.


"Halo," ucap Helen.


"Sayang kamu ke Jepang?"

__ADS_1


"Mamah," batin Helen.


"Sayang!!!"


"Iya," kata Helen.


Semenjak melihat kehangatan keluarga Nathan ia sangat merindukan keluarga nya sendiri, mamah, adik sampai dengan ayah nya.


"Mamah satu keluarga sedang di rumah sakit nenek di Jepang, kamu ke sini ya."


"Tidak ada waktu," ucap Helen.


"Sayang ayolah, sudah hampir 7 tahun kamu tidak pulang. Ayah dan mamah sudah sangat menyesal dengan semua yang telah terjadi."


"Aku pikir kan lagi, ya sudah aku ingin istirahat." Helen mematikan sambungan telepon itu.


Helen duduk di atas ranjang, ia memikirkan kehidupan nya kedepannya nanti. Jika ia menikah nya memerlukan ayah nya sebagai wali nya, tetapi hubungan ayah nya saja tidak baik sama sekali, bagaimana mungkin ayahnya mau menikah kan nya.


"Sudah Helen, ayo berpikir positif, yakin saja dengan semuanya, pasti kau bisa melalui ini semua," ucap Helen.


Saat ingin berbaring tiba tiba terdengar suara ketukan pintu. Dengan cepat Helen membuka kan pintu kamar nya.


"Nat ada apa," tanya Helen.


"Teman ku sudah sampai di Jepang, ayo kita ke hotel tempat mereka menginap," jawab Nathan.


"Aku belum siap siap," kata Helen.


"Nathan, jangan membuat ku malu di depan teman teman mu."


Baru beberapa menit di hotel mereka kembali meninggalkan nya. Nathan membawa Helen ke hotel tempat Riga dan yang lainnya akan menginap.


Pukul 2 dini hari mereka baru sampai. Nathan langsung mengenalkan Helen ke teman temannya.


"Jadi ini calon mu," bisik Riga.


"Iya dong, bagaimana dia cantik dan seksi kan tidak kalah dengan istri mu."


"Betul sekali, kau hebat."


"Halo aku Aldy."


"Aku Roger dan ini istri ku Tiffany."


"Helen." Helen benar-benar sangat ramah pada semua orang.


Karena belum makan mereka memutuskan untuk makan malam, mereka mencari restoran yang masih buka di dini hari seperti ini.


"Aku wanita sendiri, rasa nya sangat aneh," batin Helen.

__ADS_1


Helen merasa tak ada yang berubah dengan Nathan, ia tetap sama jika bersama teman-teman nya maupun jika dengan bersama dengan nya. Tetap Nathan yang aneh dan sedikit menjengkelkan.


"Nathan aku ngantuk," ucap Helen, sudah terlalu lama mereka di sana.


"Aku pulang dulu ya, kalian liburan dengan tenang dan asik, jika ada sesuatu yang kalian butuhkan hubungi aku saja."


"Iya Nathan, terimakasih. Nikmati hari hari mu," kata Riga.


Nathan dan Helen pun pergi meninggalkan tempat itu. Di perjalanan Helen tertidur sambil memeluk tubuh Nathan.


"Dia tertidur lagi, ya mau bagaimana lagi, mungkin memang kami di takdir kan untuk tidur bersama," ucap Nathan.


Nathan membawa Helen masuk ke dalam hotel, ia enggan membangunkan Nathan. Biarkan


Helen tertidur dengan nyenyak dengan memeluk nya. Malam ini mereka tidur berdua di dalam kamar Nathan.


Pukul 10 siang mereka berdua baru bangun. Helen ngeromet tidak jelas karena mereka benar-benar sangat terlambat. Helen takut semua pekerjaan akan mundur dari waktu yang ditentukan. Berbeda dengan Helen, Nathan sangat santi, sebelum sampai di hotel kemarin ia sudah meminta orang kantor untuk mengosongkan jadwal hari ini, ia sudah tau pasti mereka akan bangun siang karena kelelahan.


"Ay jangan marah marah seperti itu." Nathan memeluk Helen dengan erat, ia masih sangat mengantuk.


"Bagaimana ini Nat, pasti mereka akan marah kita tidak datang."


"Tenang, kegiatan hari ini mundur besok, aku sudah mengosongkan semua jadwal hari ini."


"Nathan kenapa tidak ngomong dari tadi, aku kan tidak panik," kata Helen.


"Hahaha maaf ay." Nathan mengecup beberapa kali wajah Nathan.


Jika mereka tidak sampai jadian ntah bagaimana yang terjadi. Mereka berdua sudah bergerak terlalu jauh bersama dan seperti nya hubungan mereka berdua lebih akan ke arah dari kata serius.


Nathan mendekati bibir Helen dan mengecup nya.


Plakk... Satu tamparan mendarat di wajah Nathan. Di biarkan sekali malah menjadi jadi.


"Ay," ucap Helen.


"Kamu kebiasaan, dibiarkan sekali malah menjadi jadi, enak sekali mencium bibir keramat ku."


"Kan pengen," kata Nathan.


"Tidak ada pengen pengen hubungan kita belum ada apa apa."


"Ya buat ada apa apa ay, ayo berpacaran dengan ku."


"Nathan kau menembak ku saat seperti ini, tidak ada romantis nya," kata Helen.


"Oke ay, aku akan menyiapkan kejutan untuk mu," ucap Nathan.


"Nathan, hmmm kamu mau tidak ke rumah orang tua ku, mereka sedang ada di Jepang."

__ADS_1


"Bukan nya hubungan kalian tidak baik?"


__ADS_2