
"Kamu lah, siapa lagi kamu kan suami ku," kata Mawar.
"Ya terus kalau aku suami mu, kau boleh memanggil ku sayang," kata Narendra.
"Ya iya lah, aku mau hamil.."
"Aku tidak mau, aku akan meneruskan karier ku di luar negeri, jika kau hamil akan ribet jadi jangan hamil."
"Ya kan kamu yang pergi, aku tetap di rumah," kata Mawar.
"Terus kau mau hamil tanpa ku, ya sudah kau rasakan sendiri lah hamil sendiri," ucap Narendra.
"Iya juga ya, tapi emang bisa kamu pergi dari rumah, emang kamu bisa tidak mendapatkan jatah," tanya Fanny.
"Ya tidak bisa, makannya berikan aku jatah sekarang, kau juga suka.."
Narendra memang pria yang sangat aneh, dia sangat semena mena dan mau menang nya sendiri, kalau jatah saja cepat sekali, seperti seseorang yang tidak memiliki kesalahan tetapi kalau masalah hati sangat sulit untuk di tebak.
Narendra mulai mendekati Mawar. Tangan nya menarik Mawar agar Mawar dekat dengan nya. Narendra sangat suka senang jika Mawar penurut seperti ini, ia bebas melakukan hal apa saja yang ia mau lakukan.
__ADS_1
"Kamu sangat galak," ucap Mawar.
"Galak dari mana si, kalau kau suka dengan ku katakan," kata Narendra.
"Ha... aku suka dengan mu, tetapi kalau aku suka dengan mu apa salah? aku kan istri mu, aku tidak mau berpisah dengan mu, walaupun kamu galak, suka marah marah, suka semena mena, aku tetap akan bertahan dengan mu, pernikahan ku hanya sekali," ucap Mawar.
"Ya ya ya, kau pikir aku mau menikah berkali-kali, ya cukup sekali lah.." Narendra memainkan rambut Mawar.
"Aku malas bertengkar dengan mu terus menerus, aku ingin damai dengan mu, tapi kamu sangat galak galak pada ku, abang ku saja tidak galak pada ku," kata Mawar.
"Ya ya ya," ucap Narendra.
Keesokan harinya, satu persatu orang memberikan selamat pada Jack. Jack benar-benar sangat bahagia karena akhirnya istri nya hamil anak nya sendiri bukan anak orang lain, hal itu cukup membuat Jack bangga.
"Sayang banyak yang suka dengan kehamilan ku," kata Nabila.
"Ya jelas dong, mana ada yang tidak suka dengan kehamilan mu, mungkin hanya Jessica saja, dia akan merasa tersaingi oleh mu," ucap Jack.
"Hahaha aku tidak level bersaing oleh nya," kata Nabila.
__ADS_1
"Gaya sekali kamu, tapi memang benar kamu tidak level bersaing dengan nya," ucap Jack.
"Nabilah selamat ya, aku sangat ingin hamil seperti mu.." Mawar berjalan mendekati mereka berdua.
"Minta kakak ku melakukan nya, ya kali Narendra tidak bisa melakukan nya," kata Nabila.
"Dia sangat susah, aku minta hamil tetapi dia tidak mau dulu, sama seperti bang Edward," ucap Mawar.
"Sabar saja ya, nanti kalau hamil jangan beritahu dia. Biar saja tiba tiba perut mu besar," ucap Jack.
"Hahaha Jack benar, jangan beritahu dia."
"Ide yang bagus," ucap Mawar.
Di ruangan lain. Narendra sedang berbicara dengan Nathan, mereka membahas karir Narendra yang akan berlanjut ke London selama setahun lama nya.
"Jadi kau yakin Ingin meninggalkan istri mu," tanya Nathan.
"Ya aku akan meninggalkan nya, aku hanya belajar beberapa bulan saja, 9-10 bulan. Tak masalah pergi meninggalkan nya," jawab Narendra dengan berat hati, hati nya terasa tidak enak saat ia menyatakan hal itu.
__ADS_1