Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Marah


__ADS_3

"Albar," ucap Helen.


"Hay apa kabar," tanya Albar.


"Baik, bagaimana dengan mu? kenapa kau bisa sampai di sini," tanya Helen.


"Ya bisa lah, aku di panggil mereka semua," jawab Albar.


Albar mendekati Helen dan duduk di samping nya.


"Jadi sudah punya pacar ni," ucap Albar.


"Hmmmm iya," jawab Helen kikuk.


"Hahaha jadi sudah tidak suka lagi dengan ku??"


"Albar..."


Albar pria yang pernah Helen taksir, pria tampan, mandiri dan penuh dengan Karismatik. Dulu Helen benar-benar tergila gila dengan Albar. Tapi sayang nya Albar sama sekali tidak tertarik dengan Melanie.


"Bagaimana dengan mu," tanya Helen.


"Aku? aku jomblo, hahaha terkadang aku bingung, dulu aku banyak sekali pacar tapi sekarang seakan-akan mereka pergi meninggalkan ku."


"Itu karma, karena kau tidak peduli dengan seorang Helen."


"Ya aku ke sini untuk mendekati nya tetapi dia sudah punya pacar, mau bagaimana," ucap Albar.


"Kau pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari ku," kata Helen.


Di dapur Nathan sudah menyantap makanan yang Cindy buat untuk nya. Ia makan sambil memainkan handphone nya, saat membuka akun instagram Helen, ia melihat beberapa teman nya menandai nya, Nathan memang memang beberapa akun sosial media Helen, itu semua agar tidak ada rasa saling curiga.


Salah satu teman yang menandai Helen seorang pria yang berfoto berdua dengan Helen. Caption di postingan itu sangat mencolok yang membuat Nathan mengerutkan dahinya. Helen juga tidak meminta izin untuk pergi bersama teman-teman nya.


"Sial dia ingin bermain main dengan cinta ku," ucap Nathan.


"Apakah enak nat," tanya Cindy. Cindy takut masakan nya tidak enak.


"Enak enak. Mendekat Cindy ayo foto," ucap Nathan.


"Foto? untuk apa," tanya Cindy.


"Untuk apa ya, ya kali foto dengan sepupu jauh harus ada alasannya. Aku akan mengirimkan pada Cherry, dia tidak percaya aku berada di sini."

__ADS_1


"Oh iya." Cindy lebih dekat ke arah Nathan.


Nathan tidak mau kalah dengan Helen, jika Helen bisa berfoto dengan pria lain diri nya pun juga bisa. Nathan hanya meletakan foto mereka berdua di insta story instagram milik Nathan dengan caption "terimakasih cantik masakannya"


Pagi hari nya Nathan masih tidak menghubungi Helen karena ia masih ngambek, belum ada penjelasan dari Helen ke diri nya. Hal itu benar-benar membuat mood Nathan mendadak buruk.


Di rumah Helen baru membuka akun instagram nya yang tidak bisa Helen akses kemarin malam. Mungkin karena Nathan yang sedang mengakses akunya. Ia terkejut karena Albar menandai nya dalam postingan. Jika Nathan sampai tau bisa mengamuk Nathan pada nya.


Ia kembali terkejut karena Nathan membuat beberapa history dengan sepupu nya itu. Jika dilihat lihat mereka berdua seperti bukan sepupuan. Hal itu membuat Helen sedikit terpancing.


"Nathan tidak biasa nya seperti ini."


Helen langsung menghubungi Nathan, ia ingin meminta penjelasan dari Nathan.


"Hmmmm."


"Siapa dia," tanya Helen.


"Siapa? aku tak tau siapa dia. Orang fotonya saja sama mu, kenapa tanya aku."


"Foto dengan ku? yang di history instagram mu, dia sepupu mu seperti tidak seorang sepupu."


"Oh iya dia Cindy, sepupu jauh, tidak memiliki hubungan darah si."


"Kenapa kamu marah ay, kamu sendiri bagaimana? itu siapa? pria yang berfoto dengan mu, kau ingin mempermainkan ku ay?"


"Dia hanya teman lama ku sayang, aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun. Rasa saja tidak ada" kata Helen.


"Teman lama, apa masih ada ay. Hubungan lawan jenis tanpa perasaan, ya mungkin kamu tidak memiliki perasaan padanya tetapi tidak dengan dirinya pada mu," ucap Nathan.


"Pikiran mu terlalu jauh nat, sudah aku tidak mau kau dekat dengan nya, dia itu berarti bukan sepupu mu."


"Itu urusan ku. Kau saja seperti ini pada ku. Aku sudah mencoba untuk terbuka pada mu, memberitahu mu kemana pun aku pergi, dengan siapa aku. pergi Tapi bagaimana dengan mu? kau ada izin pergi dari ku, ada memberitahu ku sedang dimana, dengan siapa. Jika aku tau kalau kau kumpul dengan teman teman mu, mungkin aku tidak sampai seperti ini." Nathan mematikan sambungan telepon itu.


Nathan semakin kesal pada Helen karena Helen malah membahas masalah lainnya, padahal mereka ia ingin mendengar penjelasan dari Helen di sertai dengan kata maaf.


"Nathan belum siap siap," tanya Vino.


"Dad aku lemas, seperti nya karena kemarin terlambat makan kemarin," jawab Nathan.


"Begitu? tidak papa kan? ya sudah istirahat saja lah dulu, lagi pula hari ini tidak ada kegiatan di perusahaan, sedang pembersihan," kata Vino.


Nathan kembali merebahkan diri nya di atas kasur, rasa nya sangat lemas karena permasalahan nya dengan Helen.

__ADS_1


Helen merasa tidak enak dengan Nathan, ia ingin meminta maaf pada Nathan langsung. Ia yang sudah bersiap siap sejak tadi langsung pergi ke rumah Nathan.


"Bagaimana ya nanti kalau di tanya keluarga nya, ah gas saja lah, banyak alasan lain." Jika seperti ini mau tidak mau di gas langsung.


Sesampainya di rumah Nathan, Helen bingung harus turun atau tidak. Bujur nyali nya ciut seketika.


"Ayo Helen demi ayang." Helen berjalan masuk ke dalam rumah Nathan.


Rumah itu sangat sepi seperti tidak berpenghuni.


"Mungkin pada sedang bekerja, tetapi apa Nathan ikut pergi," batin Helen.


"Hmmmm Helen ya," tanya Marvin.


"Ya benar, maaf tuan apakah Nathan di rumah?"


"Oh ini yang membuat Nathan jadi lemas. Dia ada di kamar nya, ayo aku antar."


Marvin membawa Helen ke kamar Nathan, ia meninggalkan Helen saat sudah berada di depan pintu kamar Nathan.


"Hati hati jika sendiri ia tidur dengan naked," ucap Marvin sambil tertawa, ia yakin adik nya itu sedang ngambek pada Helen.


Helen berjalan masuk ke dalam kamar Nathan. Ia. melihat Nathan sedang berbaring terlentang seperti manusia tidak bernyawa.


"Nathan," ucap Helen.


"Ay." Nathan langsung menaikan kepala nya.


"Ya aku di sini," ucap Nathan sambil mendekati Nathan, ia duduk tempat di samping Nathan.


"Kenapa kamu di sini," tanya Nathan.


"Maaf nat," ucap Helen.


"Untuk apa," tanya Nathan.


"Ya aku mengakui aku salah, aku tidak izin pada mu, aku tidak memberikan mu kabar, aku salah," jawab Helen.


Nathan hanya diam, ia malas mengeluarkan kata kata apapun.


"Nathan," ucap Helen.


"Tubuh mu milik ku, jika sampai kau macam macam aku akan memaksa mu agar kau benar-benar menjadi milik ku."

__ADS_1


Nathan menarik Helen dan langsung menyerang nya dengan sangat ganas. Helen sampai tidak bisa mengeluarkan kata kata apapun.


__ADS_2