
Mereka berdua datang menyaksikan bagaimana keadaan Nathan di dalam mobil. Wajah Nathan sudah penuh dengan darah, tubuh nya terjepit mobil yang membuat semua orang bingung bagaimana cara mengeluarkan Nathan.
"Nathan Nathan." Bukan hanya orang orang. Vino dan Marvin kebingungan bagaimana cara mengeluarkan Nathan yang terjepit di dalam mobil.
"Sabar pak, tim media sedang perjalanan ke sini," ucap seseorang.
Mereka berdua benar-benar sangat lemas, bagaimana mereka bisa mengeluarkan Nathan yang terjepit di dalam sana. Vino berusaha berkomunikasi dengan Nathan yang memang sudah tidak sadarkan diri.
"Nat, maafkan daddy Nat. Nathan."
Tak lama tim medis dengan beberapa alat datang untuk membantu mengeluarkan Nathan. Ntah bagaimana caranya Nathan akhirnya berhasil keluar dari dalam mobil dengan waktu yang cukup lama.
"Nathan," ucap Vino.
Vino sama sekali tidak bisa melihat Nathan seperti ini. Tubuh kaki dan tangan nya terlihat tidak menekuk tidak jelas. Beberapa kali Nathan mengeluarkan darah segar dari mulut nya.
Pandangan Vino mulai kabur dan Vino terjatuh ke lantai. Dan pada Akhirnya mereka berdua di bawa ke rumah sakit. Marvin yang sangat bingung langsung menghubungi keluarga besar, siapa saja yang bisa ia hubungi ia minta untuk datang ke rumah sakit terdekat.
Nathan di larikan ke UGD, semua orang termasuk Vino hanya bisa menangis di depan ruang UGD. Hanya Marvin dan Vino yang tau kondisi Nathan sebenarnya. Mereka tidak mau memberitahu semuanya karena pasti akan sangat panik sekali.
"Ada yang golongan darah nya sama dengan pasien?"
Nila, Marvin dan Vino maju ke depan. Mereka bertiga memiliki golongan darah yang sama. Vino yang takut Nathan masih memerlukan banyak darah, langsung menghubungi keluarga lainnya untuk menyumbangkan darah untuk Nathan.
__ADS_1
"Ah, kenapa ini," ucap Helen yang merasa tidak enak seketika, ia seperti merasakan sesuatu yang aneh di dalam hati nya.
Kecelakaan yang menimpa Nathan membuat Nathan harus menjalani banyak operasi di tubuh nya. Dari kepala, kaki, tangan, sampai organ tubuh lainnya. Operasi yang di jalani juga tidak hanya sekaligus, ia harus menjalani operasi hampir setiap minggu agar semuanya baik baik saja. Walaupun begitu kondisi Nathan sama sekali tidak bisa do harapkan lagi.
"Kami menyerah." Pihak rumah sakit sudah tidak bisa lagi menangani Nathan.
"Apa kata mu!! menyerah, KAU MENYERAH!!!"
"Kami tidak bisa mengambil resiko lebih lagi tuan."
"Sudah Vin sudah, kita bisa membawa Nathan ke luar negeri."
"Saya bisa merekomendasikan rumah sakit yang mungkin bisa menangani anak anda."
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan satu tahun pun berlalu. Nathan yang pada awal nya tidak bisa di harapkan lagi akhirnya kembali ke Indonesia dengan keadaan yang sempurna. Ia dapat melalui semua tantangan hidup nya dengan sangat baik.
Nathan yang sekarang bukan lah Nathan yang dulu, memang tidak ada yang berubah dalam diri nya. Bahkan luka jahitan hanya tersisa sedikit, semuanya sudah hampir seperti semula lagi. Hanya saja Nathan mengalami hal yang memang lebih baik Nathan alami agar kehidupan nya lebih baik dari sebelumnya. Nathan melupakan semua ingatan masa lalu nya, Nathan amnesia permanen, dokter mendiagnosa nya seperti itu. Tidak tau Nathan bisa sembuh atau tidak dari Amnesia nya.
Nathan Vino bentuk menjadi anak yang lebih penurut dan melakukan hal yang baik baik saja. Banyak sedikit nya Vino bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Semuanya sudah terjadi dan ia hanya bisa mengambil hikmah dari semua nya.
"Nathan, mommy sangat senang kau baik baik saja," ucap Citra sambil mencium wajah anak nya itu.
"Mommy aku sudah baik baik saja, ini semua karena dukungan kalian semua nya," ucap Nathan.
__ADS_1
"Ingat Vino jangan berbuat hal bodoh lagi. Dia Nathan yang baru, biarkan dia bergerak sesuai dengan keinginan jika itu benar." Stiven benar-benar mengingatkan Vino, ia tidak mau Vino kembali salah mengambil jalan.
"Iya dad, selama ini aku salah," kata Vino.
Nathan kembali dengan kehidupan lama nya, ia kembali bekerja sebagai seorang CEO. Setelah semua yang terjadi memang Nathan sangat penurut pada Vino. Dan Vino lebih bebas lagi pada Nathan, ia tidak ingin mengekang Nathan lagi.
"Nathan kau mau tugas pertama mu keluar kota," tanya Vino
"Kemana dad?"
"Ke sebuah pulau, nah tidak terlalu jauh tapi cukup tertutup, di sana ada beberapa orang yang harus kau temui, jika kau mau aku akan mengirim mu dengan Marvin," ucap Vino.
"Mau dad, aku mau pergi," kata Nathan.
"Kau tidak ingin menikah sayang," tanya Vino.
"Tidak sayang, aku tidak ingin menikah. Apa daddy meminta ku untuk menikah?"
"Tidak ah, aku bebas saja, mau kau menikah, mau kau menjomblo aku sangat mendukung mu," kata Vino.
"Daddy apa sebelum nya aku mempunyai pacar, hmmm tapi kalau status ku sebagai seorang CEO, mana mungkin aku sempat mempunyai pacar," ucap Nathan.
"Hahaha itu tau, kau tidak mempunyai pacar sebelum nya. Sudah lanjutkan pekerjaan mu, daddy akan mempersiapkan kepergian mu besok."
__ADS_1