Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 33


__ADS_3

"Sayang, aku sangat mencintaimu, jangan khawatir dengan semua nya ya, aku yakin semua nya akan selesai dengan sangat baik," ucap Jack.


"Aku percaya dengan mu, tapi kalau keluarga kita menentang kita bagaimana," tanya Nabila.


"Ya mau bagaimana lagi aku akan berjuang untuk mu, kalau tidak kita DP dulu bagaimana," tanya Jack.


"Sayang jangan macam macam ah, aku tak mau ya, kamu seperti itu."


"Sayang aku janji akan bertanggung jawab, ayo yuk," ucap Jack.


"Aku tak mau dan tak akan mau, kalau kamu begitu berarti kamu tak benar-benar mencintai ku, kamu hanya memikirkan nafsu saja, kamu tak mau memperjuangkan ku," kata Nabila.


"Hehehe iya iya, maafkan aku. Malam ini aku akan tidur dengan mu, pintu sudah aku kunci tak ada yang tau," ucap Jack.


"Terus istri mu bagaimana? kata mu malam ini dia kembali ke Indonesia," kata Nabila.


"Bodoh amat, aku tak peduli dengan nya, kamu tau tidak. Dia malah ke Singapura dengan pacar nya menghabiskan uang yang aku berikan. Terus untuk apa aku menemani nya malam ini, aku sudah mengirimkan nya pesan jika aku sedang di luar dengan Edward."


"Kamu sangat kasihan sekali." Nabila memeluk Jack dengan sangat erat. Ia benar-benar sangat kasihan dengan Jack yang selama ini hanya di manfaatkan oleh pacar nya. Padahal Jack sudah jauh berubah lebih, baik Jack saja sampai kerja sambil kuliah.


"Hahaha memang nasib ku kurang beruntung sayang, mungkin karena aku menyianyiakan kamu sebelum nya, ia mau bagaimana lagi sayang, mungkin karma untuk ku karena menyianyiakan gadis yang sangat cantik seperti mu."


Jack mendekati bibir Nabila dan mencium nya dengan lembut. Ia hanya mau mencium Nabila saja tidak dengan wanita mana pun. Itu sudah menjadi keputusan nya sejak mengatakan rasa cinta nya pada Nabila.


Di kamar lain. Jesika yang mendapatkan pesan dari Jack sangat kesal, padahal ia lagi sangat ingin Jack sentuh. Jack memang kasar tapi milik nya sangat memuaskan nya. Apalagi ketahan nya yang lebih kuat dari pria yang pernah ia temui selama ini.


Jesika yang sangat lelah langsung kembali istirahat tampa mandi, toh Jack tak ada yang biasa nya mengharuskan untuk diri nya mandi.


"Aku pasti akan mengambil semua harta mu sayang," batin Jesika.

__ADS_1


Sementara itu Edward dan Arya sedang mandi bersama. Mereka berdua sama sama memiliki tanda lahir di punggung, hal itu semakin menyakinkan Edward, ia jadi tak perlu malu malu pada Arya. Ia sangat yakin jika Arya seseorang yang ia cari selama ini.


"Ih abang tak malu," ucap Arya yang melihat Edward naked.


"Hahaha tidak lah, kan kita sama sama pria," kata Edward.


"Abang itu apa," tanya Arya.


"Hutan, kamu belum ada kan. Nanti juga akan ada, jangan takut dengan abang."


"Oh begitu. Abang kenapa sangat baik dengan Arya. Arya juga sangat suka dengan abang," kata Arya.


"Hmm karena kamu adik abang, kalau kamu kenapa suka dengan abang?"


"Abang sangat baik pada Arya. Arya sangat senang memiliki abang, karena sebelumnya Arya tak memiliki abang," kata Arya


"Oke.."


Setelah selesai mandi mereka langsung naik ke atas kasur tanpa memakai pakaian, pakaian Arya sudah ada di atas kasur, untuk membangun kedekatan yang lebih pada Arya, Edward memakaikan pakaian Arya, walaupun sebenarnya anak ini sudah bisa memakai pakaian sendiri, untuk Edward sejak menikah dengan Salsa ia memang jarang memakai pakaian jika malam malam begini.


"Kamu sangat tampan, seperti abang," kata Edward.


"Yes ada yang mengatakan aku tampan selain mamah, hanya mamah yang mengatakan aku tampan, kalau kata kakak aku tak tampan."


"Kakak mu itu bohong, sudah sekarang kita tidur,'' kata Edward.


Karena Arya memang sudah sangat mengantuk Arya pun langsung tidur. Salsa yang baru kembali dari luar sangat terkejut melihat ada anak kecil d dalam kamar nya, ia lebih terkejut lagi karena anak itu memiliki wajah yang mirip dengan suami nya.


"Sayang dia siapa?"

__ADS_1


"Dia seperti nya adik ku, aku bertemu dengan nya di rumah sakit, wajah kami cukup mirip, dia juga memiliki tanda lahir yang sama di punggung, kamu tak masalah kan kalau dia tinggal sementara waktu di kamar kita."


"Ya tidak papa, kalau kamu curiga dengan nya kalau memang dia adik mu.''


"Kamu jangan khawatir aku tetap akan memberikan jatah untuk mu, dimana kamu mau? kamar mandi? balkon kamar? atau di sofa?"


"Semua tempat itu, karena aku sangat menginginkan nya sayang, melihat mu seperti ini benar benar membuat ku menelan air lidah ku dengan kasar,'' kata Salsa.


"Hahaha dasar istri n*fsan." Edward bangkit dari tempat tidur dan langsung membawa istri nya ke balkon kamar. Mereka tak melakukan apapun hanya berbagai keringat saja.


Di pagi hari nya, Edward membawa Arya berkumpul di ruang makan. Mereka semua sama seperti Salsa yang sangat terkejut dengan anak yang Edward bawa. Edward membisikkan seseorang di samping nya untuk memberitahu semuanya. Baru lah mereka paham dan masih terkejut juga. Apakah Edward menemukan keluarga nya.


"Bagaimana bisa dari rumah sakit ayah sayang," tanya Nathan.


"Ya mana aku tau, aku juga tak sengaja bertemu dengan keluarga ini, aku memiliki keyakinan yang sangat tinggi. Nah aku juga meminta pihak rumah sakit untuk memberikan perawatan gratis untuk mereka."


"Aku rasa dugaan mu benar, mungkin sudah takdir kalian bertemu di rumah sakit. Ya walaupun begitu kau tetap tak boleh pergi dari rumah, keluarga utama mu tetap ini, nanti ayah bantu menyelesaikan semuanya agar kau tak bingung," kata Nathan.


"Hahaha iya ayah, aku tak akan pergi dari rumah tenang saja lah," ucap Edward.


"Kalau ini benar-benar adik ku aku boleh merawat nya kan," tanya Aziel.


"Ya boleh lah, kenapa tidak. Kalau kau ingin merawat nya itu kebebasan untuk mu. Yang penting keluarga nya memberikan mu izin agar tak ada yang salah paham," jawab Nathan.


"Pasti dong yah, mana mungkin aku semberonoh, aku akan mendapat kejelasan dulu. Tapi dengan semua bukti yang ada aku sudah sangat yakin kok. Aku benar-benar sangat senang akhirnya aku menemukan mereka, walaupun secara tak sengaja memang ini sudah menjadi takdir."


"Kamu benar Edward, cari tau semua dulu ya, jangan membuat kekacauan dan permasalahan Mamah yakin mereka memiliki alasan yang kuat meletakan di panti asuhan.


"Iya mah, aku tak akan dendam kok," ucap Edward.

__ADS_1


__ADS_2