Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Berenang


__ADS_3

"Ay kan sudah aku katakan memakai bikini saja," ucap Helen.


"Tapi aku malu sayang, jadi bagaimana," tanya Helen.


"Tidak papa, berenang kan juga olahraga jadi tidak salah, ayo masuk." Nathan menarik Helen masuk ke kolam renang.


"Kamu tetap seksi ay," ucap Nathan.


"Mata kamu jangan kemana-mana," kata Helen.


"Hahaha coba tadi kamu tidak salah kostum, pasti mata ku akan hanya fokus pada mu," kata Nathan.


"Sayang, itu nama nya mata kotor," ucap Helen.


"Hahaha kamu bisa berenang kan ay?"


"Tidak terlalu, ini sangat dalam jangan kemana mana."


Setelah Nathan pikir pikir lebih baik Helen memakai pakaian seperti ini, ia tidak rela jika tubuh pacar nya menjadi tontonan orang orang.


"Kenapa para wanita itu melihat mu," tanya Helen.


"Hahaha mau bagaimana lagi ay, aku sangat tampan, tubuh ku tidak kalah atletis dari pria bule itu."


"Aku tidak suka sayang, ayo pergi jangan di sini," ucap Helen.


"Hahaha kamu cemburu, tidak papa ay, mereka hanya bisa melihat nya saja, tidak bisa merasakan nya karena aku milk mu bukan milik mereka," ucap Nathan.


"Tetap saja, kamu jangan membalas tatapan dari mereka," kata Helen.


Nathan membawa Helen berenang ke sana sini agar Helen tidak terlalu fokus pada orang lain yang memperhatikan mereka. Sesekali tangan Nakal nakal menyentuh area terlarang, ya mau bagaimana lagi nama juga mengambil kesempatan dalam kesenangan.




"Ay bokong kamu besar," ucap Nathan.


"Nathan jangan memegang nya," kata Helen.


"Hahaha tidak sengaja ay, ay bagaimana ini."


"Kenapa," tanya Helen.


"Bahaya ay."


"Bahaya kenapa," tanya Helen yang malah panik.


"Adik ku bangun ya, bagaimana ini, nanti banyak orang yang melihat nya," jawab Nathan.


"Nathan aku pikir apa, makannya jangan mesum nat," ucap Helen.


"Aku tak mesum ay, dia bangun sendiri, tutupi ay nanti banyak yang melihat nya."


Nathan menarik Helen agar mepet dengan nya, sebenarnya ini hanya modus Nathan saja, Nathan pria sejuta modus, ia ingin mengambil kesempatan sekecil apapun kesempatan itu pasti mengambil nya.

__ADS_1


"Nathan besar juga ya," kata Helen.


"Kamu meremehkan ku," tanya Nathan.


"Bukan begitu Nathan, aku hanya tidak menyangka saja, aku pikir seperti itu hanya ada di film film," jawab Helen.


"Hahaha tidak ay, ya sudah ayo pergi dia sudah tidur, terlalu banyak hal yang membuat dia bangun," ucap Nathan.


Mereka berdua hanya beberapa menit berada di sana, karena ramai membuat mereka berdua tidak nyaman. Nathan pikir kolam renang akan sepi yang membuat nya memiliki banyak kesempatan ternyata itu semua hanya hayalan nya saja.


Nathan dan Helen masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Mereka mandi karena setelah ini akan langsung pergi bekerja. Seperti biasanya Helen selalu selesai bersiap siap lebih cepat.


Helen menyempatkan diri untuk membuat sarapan terlebih dahulu. Saat sedang asik membuat sarapan tiba-tiba suara seseorang dari luar hotel. Helen melihat siapa seseorang itu.


"Seorang wanita." Helen langsung membuka kan pintu.


"Hiks hiks kak Nathan ada?" wanita itu menangis sambil mencari Nathan.


"Ada tunggu sebentar." Helen ingin memanggil Nathan tetapi Nathan sudah muncul lebih dulu.


"Siapa ay," tanya Nathan.


"Kakak." Wanita itu langsung berjalan menghampiri Nathan dan memeluk nya dengan erat.


"Hiks hiks hiks."


"Cherry kenapa dengan mu, hey kenapa menangis begini," tanya Nathan sambil mengusap ngusap punggung wanita itu.


"Dia selingkuh hiks hiks."


"Sudah sudah jangan menangis begini," ucap Nathan.


Helen masih tampak kebingungan dengan semua ini, ia tidak tau siapa wanita yang Nathan peluk. Dari perlakuan Nathan pada wanita itu seperti nya wanita itu spesial.


"Kamu tau aku ada di sini dari mana," tanya Nathan.


"Kakek," jawab Cherry.


"Kenapa tidak ke rumah," tanya Cherry.


"Lupa hehehe, lusa aku main ke rumah," jawab Nathan.


"Itu pacar," tanya Cherry.


"Oh iya aku sampai lupa, perkenalkan dia Helen pacar ku. Ay dia Cherry adik ku, lebih tepat nya sepupu ku," ucap Nathan.


"Maaf kak, aku memeluk pacar mu."


"Hehehe tidak papa, salam kenal," ucap Helen.


"Pacar mu cantik, dapat dari mana," tanya Cherry.


"Kepo, aku tampan ya pacar ku cantik lah," jawab Nathan.


"Adik mu cantik nat, benar benar cantik," ucap Helen.

__ADS_1


"Makasih kak, aku memang cantik tidak seperti dia, dia jelek kenapa pulak kakak mau dengan nya," kata Cherry.


"Kau ya, jadi bagaimana kalian putus," tanya Nathan,


"Tidak tau, aku malas memikirkan nya. Aku numpang boleh?"


"Kenapa tidak pulang saja," tanya Nathan.


"Ayah dan mamah pasti akan mengomeli ku," jawab Cherry.


"Ya sudah, bagaimana ay, bisa tidur di kamar mu," tanya Nathan.


"Tidak papa, kalian lanjut saja ya. Aku memasak sebentar," jawab Helen.


"Tu dia jago masak, pacar yang sangat baik," kata Nathan.


"Kau tidak jago apa apa tapi dia suka dengan mu."


"Aku jago berciuman," ucap Nathan.


"Gaya mu, jadi kalian sudah pasti menikah sampai tinggal satu hotel," tanya Cherry.


"Sudah dong, aku sudah mendapatkan restu dari kakek."


"Dari daddy mu dan mommy mu?"


"Hehehe belum, sulit tapi akan aku lakukan," kata Nathan.


"Kau banyak gaya bang," ucap Cherry.


"Cherry sudah aku katakan putus kan dia, dia bukan pria yang baik untuk mu," kata Nathan.


"Dia hot kak, aku suka pada nya, tidak pelit dan sangat menggoda," ucap Cherry.


"Dia hampir 12 tahun lebih tua dari mu," kata Nathan.


"15 tahun kak," ucap Cherry.


"Nah itu 15 tahun, kau bisa di goyang dulu olehnya, berbahaya."


"Aku sangat sulit mendapatkan nya, aku ingin selalu dengan nya, tidak peduli berapa umurnya," kata Cherry.


Nathan bingung kenapa nasib nya dengan cherry sama, mereka berdua menyukai seseorang yang lebih tua dari umur mereka. Memang dengan yang lebih tua itu lebih asik.


"Hadeh terserah mu saja," kata Nathan.


"Dia lebih tua dari mu," tanya Cherry.


"7 tahun," jawab Nathan.


"Hahahaha kita sama saja, jangan menasehati ku, kau saja seperti ku," kata Cherry.


"Tapi dia benar benar sangat cantik, tidak terlihat jika dia lebih tua dari mu, kau pintar memilih pacar. Tapi belum kau apa apain kan," tanya cherry.


"Belum lah, aku menjaga nya, nanti setelah menikah baru gas. Hahaha ya sudah jika kau mau tinggal di sini silakan, tapi aku hanya tinggal satu minggu lagi. Dan kau harus meminta izin dulu pada pacar mu," kata Nathan.

__ADS_1


"Kau yang meminta izin, aku tidak berani, mereka pasti mengizinkan ku," ucap Cherry.


"Aduk Lukncut."


__ADS_2