Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Selalu ada di samping mu...


__ADS_3

Keesokan harinya. Nathan dan Edward sudah selesai bersiap siap untuk pergi ke kota. Mereka berdua hanya tinggal menunggu Helen saja. Nathan benar-benar sangat bersyukur karena ia seperti menemukan keluarga nya. Hati nya terasa sangat nyaman berada di antara mereka berdua.


"Ayah kita akan pergi kemana," tanya Edward.


"Kata nya kamu ingin bertemu dengan kakek, ya kita sekarang akan bertemu dengan kakek mu," jawab Nathan.


"Dengan kakek? yes aku bertemu dengan kakek. Mamah ikut kan?"


"Ya jelas dong sayang, mana mungkin mamah mu tidak ikut, pasti dia ikut dengan kita," kata Nathan.


Helen keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi, ia sudah siap untuk pergi bersama dengan Nathan dan Edward. Rasa nya sangat aneh ia pergi bersama dengan Nathan, ia seperti kembali ke masa lalu nya.


"Sudah siap," tanya Nathan.


"Sudah ayo pergi," jawab Helen.

__ADS_1


Di rumah Vino sudah mendapatkan kabar dari Nathan jika Nathan dengan keluarga kecil nya akan pulang hari ini. Vino benar-benar sangat penasaran dengan anak yang Nathan katakan. Ia sampai tidak berangkat bekerja hanya untuk menunggu mereka berdua.


"Terasa sangat aneh," kata Marvin.


"Ya begitu lah, kau saja yang pergi dengan nya terasa sangat aneh apalagi daddy," ucap Vino.


"Pantas saja sebelum aku pulang Nathan seperti menghilang, ternyata dia bertemu dengan Helen. Daddy jika susah jodoh memang tidak akan kemana. Mereka berdua pasti akan bersatu, sudah nikahkan saja mereka berdua," kata Marvin.


"Aku tidak akan menghalangi mereka lagi, aku sudah pasrah dengan semuanya. Jika ia ingin menikah sekarang, ya aku akan menikahkan kan nya," ucap Vino.


"Nathan liar juga ya, ia sudah mempunyai anak yang seumuran dengan anak nya Calvin yang ke dua.".


"Ya juga ya, kita tunggu saja lah nanti," kata Marvin.


Perjalanan dari pulau tempat Helen tinggal ke pusat kota memerlukan waktu yang cukup lama, mereka harus naik kepala terlebih dahulu sebelum naik pesawat ke pusat kota. Di perjalanan Helen hanya diam meratapi nasib nya. Ia sudah sangat jauh pergi meninggalkan Nathan tetapi kenapa ia bisa kembali bertemu dengan Nathan.

__ADS_1


"Apakah dia benar-benar jodoh ku," batin Helen sambil melirik ke arah Nathan.


Tawa Nathan dan Edward membuat Helen tersenyum, mereka berdua sangat cocok menjadi ayah dan anak. Edward sangat lengket pada Nathan, dan Nathan benar-benar seperti menyayangi Edward. Helen berharap Nathan tetap menyayangi Edward seperti itu walaupun ia tau jika Edward bukan anak kandung nya.


"Sayang kamu tidak mual," tanya Helen.


"Tidak mah, Edward suka naik pesawat."


"Kamu belum pernah naik pesawat sayang?"


Edward menggelengkan kepalanya. Selama ia hidup ia belum pernah keluar dari pulau itu.


"Nanti jika dengan ayah kita akan sering naik pesawat," ucap Nathan sambil mencium wajah Edward.


"Bagaimana aku bertemu dengan tuan Vino nanti, apakah dia akan marah karena Nathan salah paham. Bagaimana aku menjelaskan nya pada keluarga besar Nathan," batin Helen.

__ADS_1


Sesampainya di bandara mereka bertiga sudah di jemput oleh orang Vino. Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menuju ke rumah Vino. Nathan tau Helen seperti merasa khawatir, ia tidak tau apa yang membuat Helen seperti itu. Nathan memegang tangan Helen dan mencium nya dengan lembut.


"Jangan mengkhawatirkan apapun aku di sini, aku selalu ada di samping mu," ucap Nathan


__ADS_2