Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 54


__ADS_3

Setiap keringat dan suara yang terdengar di kamar itu hasil dari pertempuran mereka berdua. Meskipun Mawar sangat kecewa dengan Narendra tetapi ia tidak bisa mengelak ia sangat menikmati malam ini. Ada rasa berbeda yang tidak pernah ia rasakan sebelum nya, apalagi saat melihat ekspresi wajah Narendra yang begitu menikmati nya.


"Ahkkkkk." Narendra menembakkan benih nya di dalam sana. Rasanya sungguh luar biasa. Mawar yang lemas hanya bisa merasakan bagaimana benih Narendra mengalir di dalam sana. Ini baru benar-benar benih yang ia rasakan, bukan kemarin yang seperti tidak merasakan apa apa.


Narendra menyingkir dari tubuh Mawar, pertempuran mereka berlangsung selama 40 menit, sangat lama untuk seorang pemula. Narendra mengatur nafas nya yang tidak beraturan. Setelah semua nya kembali normal Narendra kembali mendekati Mawar.


"Kau begitu nikmat sayang," ucap Narendra.


"Kamu sangat jahat pada ku, kenapa kamu melakukan hal itu pada ku," tanya Mawar.


"Sudah tentu aku ingin menikmati mu, tenang saja aku tidak akan kasar pada mu, seperti yang sudah kita janjikan sebelum nya. Hanya satu keinginan ku, aku belum ingin mempunyai anak," jawab Narendra sambil memeluk Mawar dengan erat.


"Aku tidak akan minum pil kb, biar saja aku hamil dan kau bertanggungjawab, jangan mau enak nya saja," kata Mawar.


"Terserah, jangan salahkan aku, jika aku pergi meninggalkan mu saat kehamilan mu," ucap Narendra.


Pagi hari nya, Mawar tidak bisa bangun dari tidur nya, tubuh nya benar-benar terasa sangat sakit semua. Kaki nya tidak bisa ia gerakan karena terasa perih di bagian intinya. Mawar hanya bisa diam walaupun mata nya sudah terbuka dengan lebar.


"Bangun," ucap Mawar.


"Aku sudah bangun, kau tidak mandi, kau tidak mempersiapkan keperluan ku??"


"Aku tidak bisa bangun, tubuh ku sangat sakit," kata Mawar.


Narendra menarik selimut yang menutupi tubuh Mawar. Mata nya kembali segar melihat tubuh seksi Mawar, rasa nya ia kembali ingin menikmati nya lagi.


"Mana yang sakit," tanya Narendra.


"Semua nya," jawab Mawar.

__ADS_1


Narendra lebih mendekati Mawar, tangan nya bergerak memutari tubuh istri nya, ia sangat suka bermain main seperti ini. Tangan nya yang sangat lincah semakin bergerak ke arah yang lebih sensitif lagi.


"Narendra jangan," ucapan Mawar.


"Why??"


"Aku..."


"Malu? sakit? semuanya sudah kau rasakan dari kemarin."


Tangan Narendra bermain di bagian intinya yang terasa perih, memang awalnya terasa perih tetapi lama lama suara yang kemarin ia keluarkan kembali terdengar. Mata nya terpejam dengan mulut terbuka yang mengeluarkan suara begitu seksi di telinga Narendra.


Narendra juga sudah terbawa oleh permainan yang ia ciptakan sendiri, hari ini memang ia tidak ada kegiatan apa apa, sangat pantas waktu nya ia habiskan dengan bermain main dengan istri nya.


"Narendra.." Mawar mulai panik saat Narendra sudah mengambil posisi yang sempurna.


Di tempat lain Edward sedang bersama dengan Jack, sudah cukup lama mereka berdua tidak mengobrol berdua seperti ini, kalau bertemu hanya di kantor membahas pekerjaan saja.


"Bagaimana dengan istri pertama mu," tanya Edward.


"Ya aku belum bisa berpisah, aku belum menemukan bukti apa apa," jawab Jack.


"Tes DNA, bagaimana," tanya Edward.


"Bisa tetapi karena belum lahir itu anak sangat berbahaya, bisa mengancam nya, aku tidak mau kehilangan seseorang yang tidak berdosa hanya karena masalah kun saja," jawab Jack.


"Kau masih menyentuh nya kan," tanya Edward.


"Tidak ah, aku sudah tidak menyentuh nya.."

__ADS_1


"Kau tidak salah jika menyentuh nya, lagi pula dia masih istri mu, tetapi kalau kau bisa tahan ya lebih bagus lagi. Aku tidak mau ikut campur masalah rumah tangga mu, kau sudah dewasa dan aku yakin kau sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak."


"Kalau di mata ku semuanya baik hahaha, ya sudah lah aku juga enggan memikirkan yang tidak tidak, aku sedang fokus dengan istri yang ke dua, kalau di cepat hamil aku akan lebih dekat dengan nya," kata Jack.


"Belum hamil," tanya Edward.


"Ya belum lah, baru beberapa minggu, lagi pula dia baru datang bulan.."


"Hahaha masa datang bulan itu lah aku yakin kau pasti sangat teruji," ucap Edward.


Nabila sedang membalas pesan dari Jesika, mereka berdua memang sudah akur tetapi tetap saja masih ingin saling memanasi. Nabila dengan mudah membuat Jesika panas karena ia sudah hampir 90 persen menguasai Jack, 10 persen nya rasa kasihan Jack pada Nabila.


"Kau tidak tau kan aku melihat suami mu olahraga lima jari saat kau datang bulan," ucap Jesika.


"Bagus lah, dari pada dia selingkuh."


"Hahaha ya dia selingkuh dengan ku, aku istri nya aku dekati saja, terus aku rayu dan terjadi lah.."


"Kau melayani nya," tanya Nabila.


"Hahaha iya lah, kau pikir aku tidak ingin melakukan denah nya, apa aku salah melayani suami ku sendiri??"


"Tidak si, tapi tetap saja tidak boleh.."


"Hey kau mengambil hak ku, aku sudah baik mau menerima mu."


"Kau aku izinkan untuk tetap dengan suami ku karena anak mu, jangan harap bisa mengambil Jack dari ku." Nabila memutuskan sambungan telepon itu.


"Sial, lihat saja saat kau hamil, aku akan mengambil Jack dari mu," ucap Jesika. (Konflik baru))

__ADS_1


__ADS_2