
Helen benar-benar bingung Nathan pergi kemana, sampai pagi Nathan masih belum kembali. Seperti nya memang ia harus menghandel semuanya sendiri selagi Nathan pergi.
Jujur satu hari tanpa Nathan terasa sangat sepi untuk nya, ia tidak bisa melihat tingkah aneh Nathan, mendengar gombalan Nathan dan ia sudah merindukan Nathan. Seperti nya memang hati nya sudah terenggut oleh pria yang bernama Nathan.
Di tempat lain, Nathan sedang berada di kapal pesiar bersama teman teman nya. Ia datang ke sana karena ada musibah yang menimpa Riga sahabat dekat nya. Riga tertembak yang membuat nya harus koma. Kapal yang di naikin Riga dan teman teman nya milik keluarga Vins, itu sebenarnya Nathan dan Stiven langsung terbang ke sana.
"Aku ingin menghubungi Helen dulu," ucap Nathan.
"Pacar mu nat," tanya Aldy.
"Calon pacar, belum aku tembak," jawab Nathan
"Mati dong jika kau tembak, kau ini bagaimana si," ucap Aldy.
"Hahaha bukan itu maksud ku, aku menghubungi nya dulu." Nathan pergi menjauh.
"Hallo ay," ucap Nathan.
"Iya nat."
"Lesu amat ay, karena tidak ada aku ya, hahaha maaf ya ay, aku mungkin akan lama di sini, mungkin sampai 5 hari lah. Teman ku tertembak dan koma, aku tidak bisa meninggalkan nya karena ia juga naik kapal dari keluarga ku."
"Iya nat, aku ikut perhatian dengan apa yang terjadi pada teman mu, ya sudah jangan memikirkan pekerjaan di sini, aku akan menangani semua nya," ucap Helen.
"Aku hanya memikirkan mu ay, maafkan aku ya. Aku janji akan memberikan mu hal yang sangat spesial," kata Nathan.
"Aku tunggu nat, ya sudah aku masih ada beberapa pekerjaan lagi. Sampai jumpa minggu depan, terus memberikan ku kabar," ucap Helen.
"Iya ay, aku akan memberikan mu kabar," kata Nathan.
Hari demi hari Helen lalui tanpa Nathan. Yang ia kerjakan setiap hari hanyalah proyek nya, ia ingin saat Nathan kembali semuanya sudah selesai dan mereka berdua bisa bersenang-senang tanpa harus memikirkan pekerjaan lagi. Helen benar-benar merasakan rasa rindu yang amat dalam, ia merindukan sosok Nathan yang sudah hampir satu minggu tidak ia lihat.
Begitu juga dengan Nathan, ia benar-benar sudah sangat merindukan ayang nya. Hampir satu minggu ia tidak melihat wajah cantik Helen, rasa nya dunia seperti berhenti seketika. Nathan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Helen kembali, karena sore ini ia akan kembali ke Jepang.
"Ay," ucap Helen.
__ADS_1
"Iya nat."
"Aku merindukan mu," ucap Nathan.
"Aku juga, kamu masih lama di sana," tanya Helen.
"Tidak ay, sore ini aku akan kembali ke Jepang, ada satu hal yang ingin aku minta."
"Apa nat, ingin aku masak kan sesuatu," tanya Helen.
"Tidak, nanti kami akan mendarat di rumah sakit. Nah kamu tau Alfi kan istri dari Riga. Tolong tunggu dia di rumah sakit. Ajak dia makan atau apa lah. Setelah aku menemui mu kita akan langsung pergi," jawab Nathan.
"Pergi kemana nat," tanya Helen,
"Aku ingin memberikan mu kejutan Ay," jawab Nathan.
"Aku menantikan kejutan itu nat," ucap Helen.
Seperti yang Nathan minta Helen melakukan nya. Ia menjemput Alfi di rumah sakit, mengajak nya makan dan bercerita tentang Nathan. Ternyata Alfi tau banyak tentang Nathan karena Nathan pernah suka pada Alfi. Pertemuan mereka berjalan singkat karena Nathan dan yang lainnya sudah datang.
"Ay." Nathan langsung memeluk Helen.
"Aku juga sangat merindukan mu," kata Helen.
Nathan berpamitan dengan yang lainnnya. Ia langsung membawa Helen pergi dari rumah sakit. Tugasnya membantu Riga sudah selesai saatnya untuk dirinya melanjutkan apa yang ia inginkan.
"Lihat sangat indah bukan," ucap Nathan
"Indah sekali Nat, kenapa banyak orang yang menerbangkan drone," tanya Helen.
"Aku juga tidak tau," jawab Nathan.
"Kali ini menara Tokyo Skytree terlihat sangat indah," ucap Helen.
Tiba-tiba suasana menjadi gelap, beberapa orang berkumpul membentuk paduan suara dengan lampu flash di tangan mereka, dua lampu sorot memperlihatkan sepasang kekasih. Seorang pria yang melamar pacar nya dengan sangat romantis. Nathan dan Helen benar-benar sangat kebingungan dengan semua ini. Mereka seperti sedang berada di tengah tengah kebahagiaan orang lain.
__ADS_1
Tetapi momen bahagia itu gagal karena si cewek menolak lamaran itu. Si cewek menampar si cowok dan langsung berlari pergi. Sontak momen bahagia itu berubah kacau.
"Ya di tolak," ucap Helen.
"Kamu mau ay aku lamar seperti itu," tanya Nathan.
"Kamu mana mungkin melakukan hal itu," jawab Helen sambil tertawa.
"Hahaha benar."
Tiba-tiba pria itu mendekati Nathan, memberikan bunga dan kotak cincin pada Nathan. Hal itu membuat Helen kebingungan. Paduan suara itu juga berjalan mendekati mereka sambil bernyanyi lagu cinta. Drone yang berterbangan di langit mendekat menjadi satu membentuk sebuah kata.
"Aku Mencintaimu Helen." Helen membaca nya.
"Nathan." Helen melihat ke arah Nathan."
Nathan sudah berlutut di depan nya, hal itu semakin membuat Helen semakin terkejut.
"Nathan, apa maksud nya," tanya Helen.
“Aku harap ini tidak terlalu cepat dan mengejutkanmu. Saat ini aku ingin mengungkapkan perasaanku yang paling dalam kepadamu. Setelah sekian lama bersama, aku ingin kita tak hanya sekedar sebagai teman, akan tetapi kita berdua menjadi sepasang kekasih. Setelah sekian lama, saat inilah waktu yang paling aku tunggu, yaitu saat yang tepat untuk mengutarakan perasaan dan isi hati ini. Aku ingin mengungkapkan sebuah hal yang tak sanggup lagi aku pendam lebih lama. Aku mencintaimu, maukah kamu menjadi pacarku?”
Nathan mengeluarkan cincin, ia memegang tangan Helen dan menunggu jawaban dari Helen.
"Buang cincin ini jika kamu menolak ku," ucap Nathan.
"Ba... bagaimana mungkin aku bisa menolak nya." Helen memberikan jari nya pada Nathan, sambil tersenyum Nathan memakai kan cincin itu dan langsung memeluk Helen dengan erat.
"Terimakasih sayang."
Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan dan bersorak. Semua orang itu adalah seseorang yang Nathan bayar untuk memberikan Helen kejutan yang sangat luar biasa ini.
"Helen aku sangat mencintaimu," teriak Nathan.
"Nathan." Helen menyembunyikan wajahnya karena malu dengan apa yang Nathan lakukan.
__ADS_1
"Satu-satunya hal paling luar biasa yang pernah aku lakukan dalam hidupku adalah jatuh cinta kepadamu. Aku belum pernah terlihat begitu lengkap, dicintai dengan penuh semangat dan dilindungi dengan sangat keras." Nathan..
"Di seluruh dunia, tidak ada hati untukku seperti milikmu. Di seluruh dunia, tidak ada cinta untukmu seperti milikku." Helen.