Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 27


__ADS_3

"Sayang bangun sudah siang," ucap Edward.


"Aku sangat lelah, jangan ganggu aku," kata Salsa.


"Lelah kenapa??" tanya Edward.


"Masih tanya kita sampai jam berapa?? sudah tidur lagi saja, nanti sore baru bangun," kata Salsa.


Edward memikirkan Nabila dan Jack yang pasti sedang menunggu mereka, ia tak tau saja dua orang itu ntah sudah kemana-mana.


Edward mengambil handphone nya untuk menghubungi Nabila.


"Halo," ucap Nabila.


"Kau sudah keluar," tanya Jack.


"Sudah, aku sudah keluar bersama dengan Jack," jawab Nabila.


"Kalian kemana? abang akan menyusul nanti sore."


"Jauh bang, kami pulang nanti malam, abang bermesraan saja dengan Salsa," kata Nabila.


"Ya sudah hati-hati, jangan macam macam, katakan pada Jack.."


"Iya aku tau," ucap Jack.


Edward kembali meletakkan handphone nya dan memeluk istrinya, kalau Nabila sudah keluar ia menjadi tenang karena tak ada yang menunggu nya


"Mereka sudah pergi," tanya Salsa.


"Sudah ntah kemana, kata nya jauh dan nanti malam baru kembali," jawab Edward.


"Begitu ya, ya sudah tidur lagi saja lah."


"Kata siapa, satu kali lagi aku bisa..." Edward tersenyum dengan penuh kenakalan.


Di tempat lain seperti yang Nabila katakan, mereka sudah pergi cukup jauh dari hotel tempat mereka menginap. Mereka pergi ke pantai kuta Bali. Pantai yang berbeda dari sebelumnya. Pantai yang cukup terkenal yang membuat Jack sangat penasaran. Berbeda dengan Nabila yang sudah sering ke sana.


"Makan dulu lah," ucap Nabila.


"Mau makan apa," tanya Jack.


"Terserah," jawab Nabila.


Jack mengerut kan dahi nya, Jack pikir Nabila tak seperti wanita pada umumnya. Ternyata semua wanita itu hampir sama.


"Mau seafood lagi," tanya Jack.


"Bosan," jawab Nabila.


"Hmmm makanan western," tanya Jack.


"Pengen makanan yang Indonesia," jawab Nabila.

__ADS_1


"Jadi apa? kamu mau makan apa," tanya Jack yang mulai bingung.


"Terserah," jawab Nabila yang membuat Jack pusing.


Karena tak tau mau makan apa tanpa teras mereka sampai di pantai itu. Jack dan Nabila langsung mengganti pakaian mereka di dalam mobil.


"Jangan mengintip," ucap Nabila.


"Tak mengintip pun aku melihat nya," kata Jack.


"Jangan gatal mata mu," ucap Nabila.


"Tak gatal, hanya melihat nya saja," kata Jack.


"Jack.."


"Jangan makai ini ah." Jack menutup tubuh Nabila pakai handuk.


"Kenapa si, orang juga banyak yang memakai nya," kata Nabila.


"Aku tak suka ah, nanti kamu di ganggu para pria hidung belang," ucap Jack.


"Kan ada kamu yang menjaga ku.."


"Nabila, pakai yang lebih tertutup," ucap Jack.


Nabila berlian untuk nya, ia tak akan membiarkan berlian nya menjadi tontonan banyak orang. Ia harus menjaga berlian ini agar tetap menjadi milik nya.


"Iya iya, belum apa apa sudah posesif," kata Nabila.


"Ini," tanya Nabila.


"Lebih baik, aku pesan minum dulu, kamu ganti lah," jawab Jack.


Jack keluar dari dalam mobil dan Nabila langsung mengganti pakaian nya.


Jack memesan kelapa muda dan nasi goreng, ia sudah sangat lapar jika menunggu Nabila mau makan apa bisa kambuh asam lambung nya.


"Kamu makan tanpa aku," ucap Nabila.


Jack menarik tangan Nabila sampai Nabila duduk di samping nya, lalu ia menyuapi Nabila makan.


"Tapi aku lagi tak ingin makan ini."


Jack sedikit memicing kan mata nya.


Dengan ragu ragu Nabila memakan suapan dari Jack.


"Mau makan saja ribet.." Jack mengusap rambut Nabila.


"Enak," ucap Nabila.


"Ya enak, apalagi satu sendok dengan ku," kata Jack.

__ADS_1


"Tak enak," ucap Lisa.


"Atau mau pakai lidah sayang," bisik Jack.


"Jangan kebiasaan manggil sayang, selesaikan dulu saja masalah mu," ucap Nabila.


"Segera sayang ku.."


Di tempat yang sama Jesika sedang dengan Kiki bermain main di dekat pantai, ia tak tau jika Jack ada di sana. Mereka berdua malah sangat mesra bermain main yang sangat dekat dengan Jack dan Nabila.


"Jack itu istri mu," ucap Nabila.


"Biarkan saja, anggap aku tak tau. Kalau aku melabrak mereka berdua malah semakin ribut. Bagus aku kumpul kan semua bukti, aku sangat ingin tau anak siapa itu," kata Jack dengan tenang.


"Kalau dia melihat kita berdua bagaimana," tanya Nabila.


"Biarkan saja, kan dia sudah tau jika aku dengan mu berlibur," jawab Jack.


Mata Kiki tertuju pada Nabila dan Jack. Ia terkejut melihat mereka berdua.


"Sayang suami mu dengan seorang wanita," ucap Kata Kiki.


"Mana, jangan sampai dia melihat ku." Jesika dan langsung bersembunyi di belakang Kiki.


"Itu, dia dengan seseorang wanita," kata Kiki.


"Aku tau tadi dia sudah melihat history dia sedang liburan dengan Nabila."


"Ayo lah kita pergi, dari pada dia melihat kita," ucap Kiki.


Mata Jesika memicing kan mata nya, ia rasa Jack dan Nabila sangat dekat. Untung saja Nabila tak memakai pakaian seksi seperti nya. Kalau memakai nya bisa tergoda suami nya.


"Ah aku sangat malas jika seperti ini, tidak bebas," ucap Jasika.


Jack tersenyum sini melihat Jesika kabur begitu saja, untung saja ia sudah mengambil beberapa foto sebagai bukti selanjutnya. Di lihat dari wajah nya pria itu tak terlalu tampan, masih kalah dengan Jack. Jack tak tau apa yang membuat pria itu mau dengan Jesika begitu juga dengan sebaliknya, apa yang membuat Jesika mau dengan pria itu.


"Wanita murahan," ucap Jack.


"Sabar jangan marah marah terus, masih mudah loh jangan sampai kamu gila karena wanita," kata Nabila.


"Hahaha mana mungkin aku jadi gila, kan ada kamu sayang, kamu yang akan selalu menemani ku," ucap Jack.


"Ih siapa juga yang mau bekas seperti mu," kata Nabila.


"Hahaha yang bekas bukan berarti tak berkualitas, tunggu saja sampai kamu menyebut kan nama ku sepanjang malam," ucap Jack.


"Untuk apa aku menyebutkan nama mu Jack," tanya Nabila.


"Untuk sesuatu yang indah."


Setelah selesai makan, mereka berdua pun kembali berjalan mengelilingi pantai. Tak peduli Jesika melihat mereka atau tidak, yang jelas Jack sudah memberitahu Jesika kalau diri nya ada di bali. Berbeda dengan Jesika yang memang berbohong dan yang sudah jelas jika Jesika selingkuh dari Jack.


"Kamu tau kalau kemarin aku tak menolak pernikahan kita, mungkin saja kamu sudah mengandung anak ku."

__ADS_1


"Yang salah siapa? yang membuat aku galau siapa? itu kan kesalahan mu, kamu tak tau bagaimana hancur nya aku, kamu enak tak perlu memperbaiki perasaan, berbeda dengan ku aku harus beradaptasi dengan kenyataan."


__ADS_2