
Di rumah, Narendra sedang bersiap siap untuk pergi ke kampus, ada beberapa hal mendadak yang harus ia kerjakan. Ia tidak mengajak Mawar karena akan ribet dengan kondisi Mawar yang seperti ini.
"Mana kunci mobil tadi," tanya Narendra.
"Tadi tidak mau, kamu mau kemana mas," tanya Mawar.
"Aku mau ke kampus, ada hal mendadak yang harus aku kerjakan, mana kunci mobil nya??"
"Di atas meja, tadi tidak mau, sekarang di ambil juga nya.."
"Mobil ku rusak, aku hanya terpaksa," kata Narendra.
"Titip makanan boleh," tanya Mawar.
"Apa??"
"Martabak aku ingin makan martabak," kata Mawar.
"Kalau ingat, aku pergi, katakan pada ayah atau mamah kalau mereka menanyakan ku.." Narendra pergi meninggalkan Mawar.
__ADS_1
"Punya suami seperti tidak memiliki suami," ucap Mawar.
Narendra bingung mobil yang diberikan Edward padanya yang mana, di parkiran banyak sekali mobil. Ia tidak tau mana mobil yang Edward berikan pada nya.
"Bodoh.." Padahal ia hanya tinggal memencet remot mobil yang ada di tangan nya.
"Lumayan juga ya," ucap Narendra.
Edward melihat Narendra pergi menggunakan mobil yang ia berikan tadi pagi, ia heran dengan Narendra yang sangat jual mahal pada nya, padahal Narendra juga memerlukan barang yang ia berikan.
"Kalau dia mau membuka sedikit hati nya, pasti semua nya akan baik baik saja," batin Edward.
Pasangan Jack dan Nabila baru saja selesai berbelanja, mereka berdua masih menikmati makam di restoran yang ada di mall, jika tidak ada Jesika Nabila yakin kehidupan nya akan jauh bahagia bersama dengan Jack.
"Maaf bos, pria yang bos katakan itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak, kami sudah mencari nya sejak beberapa hari lalu tetapi masih tida menemukan nya."
"Aku tidak mau tau, aku mau kalian segera menemukan nya, aku sudah membayar mahal kalian semua." Jack mematikan sambungan telepon itu.
"Ada apa sayang," tanya Nabila.
__ADS_1
"Mereka belum menemukan semua bukti nya, aku sudah kehilangan banyak uang," jawab Jack.
"Sudah lah sayang hentikan pencarian, kan kamu sudah janji pada ku untuk bertahan dengan Jesika sampai dia melahirkan, setelah dia melahirkan kita bisa tes DNA. Bukan nya aku tidak ingin kami cepat tau, tapi aku kasihan dengan mu yang kehilangan banyak uang, kamu juga bekerja untuk dua orang wanita. Belum lagi kalau aku hamil, semakin banyak tanggungan."
"Begitu ya, kamu tidak papa sampai dia melahirkan," tanya Jack.
"Tidak papa, aku bisa menahan nya kok," ucap Nabila.
Setelah selesai makan, mereka berdua memutuskan untuk langsung pulang ke apartemen.
Jack dan Nabila baru saja sampai di apartemen, mereka berdua sudah di sambut oleh Jesika yang sedang makan makanan ibu hamil. Jujur hal itu mengalihkan perhatian Jack, ia tertarik dengan kehamilan Jesika yang semakin menunjukkan perubahan.
"Bagaimana kandungan mu," tanya Jack.
"Sangat baik lah, aku menjaga nya dengan baik," jawab Jesika.
"Jesika kalau hamil emang boleh melakukan hubungan suami istri," tanya Nabila.
"Boleh dong kalau sudah di trimester ke dua, tetapi jangan sering sering, kalau kau hamil aku yang akan melayani suami kita, jangan khawatir dia tidak akan jajan di luar rumah.."
__ADS_1
"Jesika jaga bicara mu," ucap Jack.
"Aku kan juga istri mu, aku berhak atas diri mu."