Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 46


__ADS_3

"Kita cari c*lana dalam," ucap Narendra.


"Kamu tidak malu," tanya Mawar.


"Untuk apa aku malu," jawab Narendra.


"Aku wanita, kamu pria. Itu masalah pribadi mu, tapi kamu benar benar sangat santai."


"Ya terus aku harus bagaimana? ya itu kan sudah menjadi tanggung jawab mu," kata Narendra.


Mawar yakin, kalau ia terus menyela ucapan Narendra semua nya tidak akan selesai, lebih baik ia diam saja dan mengikuti semua apa yang Narendra katakan. Narendra memang sangat keras, sulit untuk di bantah.


''Mawar jangan katakan pada kakak mu apa yang aku lakukan pada mu, ataupun kedekatan kita berdua."


"Iya iya, kita saja tidak dekat," ucap Mawar.


Mawar pergi meninggalkan kamar Narendra untuk bersiap siap, hari ini mereka berdua akan pergi bersama membeli celana d*lam untuk Narendra.


Setelah mereka berdua bersiap siap, merea pun pergi meninggalkan hotel.


"Kita mau kemana dulu," tanya Mawar.


"Kemana saja tempat yang aku suka," jawab Narendra.

__ADS_1


"Nanti malam aku ada acara, kau harus ikut dengan ku."


"Kan itu acara mu, kenapa aku harus ikut, mana mungkin kamu membutuhkan ku di acara mu," kata Mawar.


"Kenapa sekarang kau suka membantah, kalau aku bilang ikut ya ikut jangan banyak berbicara," ucap Narendra.


"Kamu sangat pemarah. Padahal aku hanya berkata saja."


Narendra menghentikan mobil nya dengan tiba tiba. Ia menarik Mawar dan langsung mencium bibir nya, Mawar benar-benar sangat terkejut dengan apa yang Narendra lakukan pada nya.


"Jika kau sampai berbicara lagi, aku akan melakukan hal lebih dari ini," ancam Narendra.


Mawar mematung seketika. Memang Narendra benar-benar sangat berbahaya, jangan sampai Narendra melakukan hal apa apa pada nya. Memang hal terbaik menghadapi Narendra hanyalah diam.


"Kamu mengambil ciuman pertama ku, kenapa kamu mencium ku!!!" Mawar tidak bisa menahan kekesalan nya.


"Narendra jangan aneh aneh, iya aku diam."


Narendra tersenyum melihat Mawar ketakutan, ia tidak akan membuat Mawar berani pada nya. Mawar harus tetap menurut apa yang ia katakan.


"Keluar," ucap Narendra.


"Narendra jangan..."

__ADS_1


"Keluar lihat toko itu, cari apa yang aku perlukan, jangan sampai kekecilan jangan sampai kebesaran."


"Aku yang membeli nya," tanya Mawar.


"Hmmm. Lebih dari 15 menit aku tinggal. Di mulai dari sekarang."


Dengan cepat Mawar keluar dari dalam mobil Rasa kesalnya dengan Narendra semakin meningkat saja, memang pria satu ini butuh golem dari kakak nya.


Narendra sangat puas dengan apa yang ia lakukan pada Mawar. Semua nya sesuai dengan keinginan nya.


Mawar benar-benar sangat malu membeli celana d*lam Narendra. Harga diri nya seperti sudah tidak ada lagi, apalagi ia harus menyesuaikan ukuran yang Narendra inginkan.


"Coba," ucap Mawar kembali masuk ke dalam mobil.


"Aku mencoba nya di depan mu, dasar mesum."


"Nanti kalau tidak sesuai dengan ukuran nya kamu mawar lagi pada ku, aku tidak tau seberapa besar ukuran mu."


"Milik ku besar," kata Narendra.


"Narendra bukan itu yang aku bahas, ini kamu yang sangat mesum."


"Ya celana d*lam ku besar, apa yang kau pikirkan, kau yang mesum," kata Narendra.

__ADS_1


"Oh begitu, berarti itu sudah pas kan," tanya mawar dengan wajah yang memerah karena menahan malu.


Bsk bom up kalau banyak yang komen.


__ADS_2