Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 1


__ADS_3

Sebelum nya wajib membaca bab sebelum nya, karena disana ada penjelasan jalan cerita nya.


...☘️☘️☘️...


Edward keluar dari dalam kamarnya dengan keadaan yang sangat segar, hari ini ia libur bekerja dan ingin bersenang senang dengan teman teman nya. Sebelum pergi seperti biasa nya Edward pasti izin pada ke dua orang tua nya, kalau mendapatkan izin baru lah dia bersiap siap.


"Pagi cantik." Edward menarik Nabila dan memeluk Nabila dengan erat.


"Abang jangan begini ah," kata Nabila.


Jujur Nabila tidak nyaman, buka karena ia tidak sika dengan abang nya itu. Ia sangat dekat dengan Edward, bahkan lebih dekat dari pada dengan saudara kembar nya sendiri Narendra, tetapi karena mereka berdua tidak mempunyai ikatan darah. Nabila cukup was-was, setan tidak tau datang dari mana dan kapan datang nya.


"Kenapa sayang, kamu tidak suka dengan abang mu ini," ucap Edward.


"Bukan begitu, aku takut saja."


"Takut kenapa ha? apa pernah abang menyakiti mu?abang saja terus menuruti semua apa yang kamu mau," kata Edward.


"Nabila saja kau peluk, coba sesekali kau memeluk ku," ujar Narendra.


"Untuk apa? kau batang, bisa salah paham nanti," ucap Edward.


"Hey hey ada apa ini? apa yang sedang anak anak di ributkan," tanya Nathan yang bergabung dengan mereka bertiga. Jika Weekend seperti ini rata rata mereka semua menghabiskan waktu di rumah.

__ADS_1


"Salsa kenapa belum muncul ya," ucap Narendra.


"Dia sedang pergi dengan keluarga nya, kau tidak tau???"


"Tidak, dia tidak memberitahu ku. Dia memberitahu mu?"


"Tadi malam kami bertemu dan dia mengatakan hal itu pada ku," ucap Edward.


"Hmmm begitu ya." Narendra langsung diam dengan ekspresi wajah yang sedih.


"Edward berhenti memeluk adik mu seperti itu," ucap Nathan.


"Hehehe iya." Edward melepaskan Nabila dan duduk di samping ayah nya.


"Aku ingin bermain dengan teman teman ku, boleh kan," tanya Edward.


"Pergi lah, jangan macam macam ya. Ajak adik mu ini," jawab Nathan.


"Aku tidak mau ikut," kata Narendra.


"Kenapa tidak mau, kita bisa bertemu dengan banyak wanita cantik," ucap Edward.


"Dasar buaya."

__ADS_1


"Kalian berdua pergi dulu sana, ayah ingin membicarakan sesuatu pada abang mu ini," kata Nathan.


Nathan rasa Edward harus diberikan peringatan, ia tidak mau tiba tiba Edward pulang membawa wanita ke rumah dengan keadaan hamil. Seperti yang Nathan perintahkan Nabila dan Narendra meninggalkan tempat itu.


"Ada apa yah," tanya Edward.


"Kau tau menyunat mu itu bukan hal yang mudah, kau sangat sulit aku sunat, jadi jangan membuat wanita datang ke rumah dengan keadaan hamil, ayah tidak akan memaafkan diri mu jika sampai melakukan hal itu.


"Hahaha padahal aku ingin mengetes ketangguhan burung ku yah, kan bisa pakai pengaman," kata Edward.


"Mata mu, jangan macam macam. Kau bisa menikah kalau mau," ucap Nathan.


"Dengan siapa, aku tidak mau ah."


"Hey ingat dengan apa yang ayah katakan setiap bulan nya. Jodoh mu sudah ayah tentukan sejak lama, kau jangan macam macam ya..."


"Siapa si yah? aku tidak ingin menikah secara perjodohan, ini sangat kono yah," ucap Edward.


"Kau yakin ingin tau," tanya Nathan.


"Iya lah," jawab Edward.


"Salsa," ucap Nathan.

__ADS_1


"Apa ini gila!! aku tak suka dengan nya..."


__ADS_2