
"Sayang," ucap Helen.
"Ssttt jangan berisik," kata Nathan.
"Bagaimana tidak berisik, sakit ini," ucap Helen.
"Nathan diam lah." Bryan terganggu konsentrasi karena ulah Nathan dan Helen yang begitu berisik.
"Maaf maaf aku akan pelan pelan." Nathan dan Helen langsung kikuk mereka berdua menganggu tetangga sebelah yang sedang fokus. Mereka berdua harus maklum karena tetangga sebelah berbeda dengan mereka berdua. Tetangga sebelah harus lebih berkonsentrasi karena sang istri sedang hamil besar. Salah sedikit saja sudah bisa berakibat fatal.
Malam ini mereka habis kan dengan sangat indah. Nathan tidak tau siapa dulu yang KO, ia terlalu menikmati permainan sampai tidak memikirkan pertandingan mereka berdua. Bryan tau diri nya kalah 10 menit dari Nathan. Mungkin karena diri nya mulai lebih dulu dari Nathan, itu sebabnya ia kalah 10 menit dari Nathan.
Pagi hari nya, Para istri dan anak anak mandi di pinggir danau. Mereka membersihkan diri dari dosa dosa tadi malam. Sedangkan para suami meminum segelas kopi sambil memantau handphone mereka. Untung saja Nathan membawa penguat jaringan, jadi mereka bisa mengakses internet dengan cukup lancar.
"Hadeh libur begini ada saja pekerjaan masuk," ucap Nathan.
"Hahaha apa benar? Aku si tidak ada, hanya beberapa hal kecil."
"Ya mau bagaimana lagi, efek seorang pemimpin perusahaan begini. Tapi untung saja masih bisa aku tunda besok. Ngomong ngomong siapa yang KO dulu tadi malam," tanya Nathan.
__ADS_1
"Hahaha masih tanya menurut mu siapa dulu, siapa yang diam dulu," ucap Bryan.
"Kau kayak nya, aku tidak mendengar erangan mu setelah kau mengerang cukup keras."
"Hahaha iya aku kalah, seperti nya karena aku mulai lebih dulu dari mu, jadi aku sedikit kalah dari mu.."
"Mana ada seperti itu kau kalah. Kau juga tidak terlalu lama memulai nya," ucap Nathan.
"Ya ya ya aku kalah, kau lebih kuat goyang, tapi aku tau kau menang karena banyak gaya, aku tidak bisa banyak gaya. Istri ku hanya bisa beberapa gaya."
"Gaya favorit mu apa," tanya Nathan.
"Sudah pasti atas lah, apalagi....
"Bukan nya lebih baik seperti itu, kau sudah aku anggap adik ku sendiri," ucap Bryan.
"Jadi apa yang kau berikan pada ku? Aku ingin sesuatu tapi tidak tau."
"Apa saja lah, kau ingin apa? Jangan yang aneh aneh Nathan," ucap Bryan.
__ADS_1
"Nanti saja lah jika aku sudah tau menginginkan apa, aku belum tau, sekarang aku sangat bangga karena aku jauh lebih kuat dari mu," kata Nathan.
"Jangan sombong Nathan. Nanti kesombongan mu akan menjatuhkan mu," ucap Bryan.
"Hahaha kau bercanda. Kau tau bagaimana cara mengontrol istri yang cemburuan, kau tau gombalan yang aku berikan pada nya tidak membuat nya senang, dia malah marah pada ku, kata nya aku pasti akan menggombali banyak wanita. Padahal semua kata kata yang aku keluarkan aku pikir kan dengan sangat matang dan semua itu mencerminkan diri nya, aku tidak mungkin asal berbicara."
"Kau tau istri yang cemburuan itu arti nya dia sangat sayang pada mu, kau itu tampan Nathan jangan sok tidak tau. Kau kaya raya, dan menurut ku kau begitu sempurna. Siapa yang tidak takut mempunyai suami seperti mu, pasti istri mu sangat takut kau dilirik wanita lain. Helen memang cantik tapi biasa saja, masih banyak wanita yang lebih cantik di luar sana. Itu yang membuat nya takut kehilangan mu."
"Apa aku sesempurna itu, memang si banyak yang mengatakan hal itu pada ku. Aku tampan, kaya raya, CEO perusahaan raksasa, tinggi pulak, meskipun aku sudah bukan keturunan pure bule tetap saja wajah ku tidak kalah dengan bule bule di luar sana. Burung ku juga besar, milik Bryan saja kalah dengan ku, putih pulak yang menjadi nilai+. Tetapi kenapa hati ku malah jatuh pada nya, wanita yang bisa di katakan ya biasa saja. Dia seperti sangat menarik di mata ku, meskipun kata orang biasa saja. Dia benar-benar mampu membuat n*fsu ku naik bahkan hanya melihat nya seperti itu."
"Hahaha begitu lah, nama nya juga cinta, tidak ada yang tau mau datang nya pada siapa, kau benar istri kita akan menarik di mata kita sendiri bukan di mata orang lain. Sejelek apapun orang lain berkata tentang istri kita tetap saja dia wanita sempurna di mata kita," ucap Bryan.
"Benar sekali, aku malah merasa sangat beruntung mendapatkan nya. Kata orang Helen yang beruntung mendapatkan ku. Dia tidak mengejar ku sama sekali, bahkan dia menolak ku. Aku yang malah mengejar ngejar nya. Memang kalau sudah cinta tidak ada hal yang sanggup menghalangi cinta itu. Cinta cinta kenapa kau begitu aneh," kata Nathan.
"Dulu Tiara yang mengejar ngejar ku, aku sangat biasa di kejar oleh seseorang jadi aku mengganggap nya remeh. Tetapi setelah dia mendapatkan ku dia berhenti mengejar ngejar ku, rasa nya sangat aneh, aku seperti tidak spesial lagi, sekarang malah kebalik aku yang mengejar ngejar nya. Dia bisa saja meninggalkan ku, apalagi awal nikah sifat ku begitu buruk."
"HHadeh memang banyak misteri dalam percintaan."
"Kalian berdua berhenti membicarakan kami, lebih baik cepat beres beres ayo kita pulang," ucap Helen.
__ADS_1
"Kita pulang sekarang sayang," tanya Bryan.
"Iya sayang aku sudah merasa tidak enak di sini, aku ingin istirahat di rumah," jawab Tiara.