
Mereka memutuskan melakukan hal itu, ini semua demi kebaikan semua orang. Narendra pasti juga akan setuju dengan apa yang mereka putuskan.
"Bagaimana dengan mereka ya, pasti mereka sudah kembali ke tempat awal," kata Mawar.
"Ya jelas lah, orang sudah hujan seperti ini, mereka sedang sibuk dengan kita, mereka mencari cara agar segera menemukan kita. Coba berpikir positif," ucap Narendra.
"Pikiran mu memang sangat positif sekali ya, ya kalau mereka bingung kalau mereka berdua malah senang bagaimana."
"Aku malas membicarakan hal itu, pikiran mu terlalu buruk, dari pada pusing memikirkan hal yang tidak tidak lebih baik kau diam saja," ucap Narendra yang sedikit kesal
Tak lama malam pun tiba, hujan semakin deras saja. Udara dingin semakin menusuk kulit mereka berdua. Untung saja ada api unggun yang cukup menghangatkan mereka berdua. Mereka berdua juga tidak melepaskan pelukan hangat itu, Mawar berada di depan Narendra dan Narendra memeluk Mawar dengan hangat dari belakang.
"Sangat dingin sekali," ucap Narendra.
__ADS_1
"Mau minum," tanya Mawar.
"Tidak, kita akan memerlukan nya besok," jawab Narendra.
"Kamu aneh, ini kan habis hujan deras, pasti banyak air tawar yang tertampung," ucap Mawar.
"Iya juga ya, aku menahan haus sejak tadi, mana minum nya," kata Narendra.
Mawar mengambil tas nya dan memberikan air mineral itu pada Narendra. Malam yang dingin itu membuat otak Narendra kemana-mana, ia mengetahui satu cara agar mereka berdua akan hangat tetapi tidak mungkin ia melakukan hal itu. Semuanya tidak seindah yang Narendra pikirkan. Pasti setelah ini akan banyak masalah yang menghampiri nya, seperti masalah Jack dengan istri istri nya, ia tak mau menanggung semua masalah seperti itu.
"Kenapa kau tau aku memikirkan hal aneh," tanya Narendra.
"Ya tau lah, aku sangat tau apa yang pria pikirkan jika sudah seperti ini, semua pria itu sama saja," jawab Mawar.
__ADS_1
"Aku tidak sama dengan pria yang yang telah kau katakan, kalau aku pria itu mungkin kau sudah tidak selamat, malam ini sudah berubah dengan suara kenikmatan," ucap Narendra.
Narendra sangat tidak nyaman dengan celana d*lam nya, terasa sangat ketat yang membuat selangkangannya terasa gatal. Padahal sebelum nya ia tidak pernah sampai gatal seperti ini. Untuk menjaga harga diri nya Narendra hanya bisa diam dan menahan rasa gatal itu.
Biar lah malam hari ini mereka menghabiskan waktu dengan seperti ini saja. Narendra tidak mungkin melakukan hal yang tidak tidak pada Mawar, otaknya masih berjalan dengan baik.
Tanpa terasa pagi hari telah tiba, sinar matahari yang trik membingungkan mereka berdua. Tidak seperti kemarin yang begitu mendekam dan dingin sekarang malah terasa sangat sejuk dan menyegarkan. Mereka berdua pun keluar dari dalam tempat itu.
"Lapar," ucap Mawar.
"Iya aku juga sangat lapar," kata Narendra.
Narendra dan Mawar kembali ke tempat awal mereka. Karena hujan yang sangat deras jet ski yang mereka naik sudah tersangkut di batuan dan terlihat rusak. Narendra mendekati jet ski itu untuk mencari benda tajam, mana tau ada sisi dari jet ski itu yang tajam.
__ADS_1
"Hati hati nanti kamu terluka," ucap Mawar.
"Kau perhatian sekali pada ku, seharusnya kau hanya memperhatikan diri mu saja dulu, jangan memperhatikan siapapun untuk saat ini.