
"Abang kau tak mau mengalah, dia sampai seperti ini," ucap Nabila.
"Kau malah menyalahkan abang mu? aku abang mu, dia bukan siapa siapa mu," kata Edward yang tak Terima jika Nabila malah membela Jack.
"Ya kau pasti juga mencari masalah dengan Jack. Jack tak akan melakukan hal itu jika abang tak membuat masalah dengan nya."
"Nabila, Jack itu memiliki sikap yang keras, kamu jangan menyalahkan nya, Jack yang salah di sini," ucap Salsa.
"Kakak malah membela nya, aku adik mu. Aku adik kandung mu, kita berasal dari rahim yang sama, tetapi kenapa kau malah membelanya," kata Jack.
Ia baru bangun dari tidur nya dan sangat kesal kakak nya malah membela Edward. Padahal ia sendiri adik kandung nya, berbeda dengan Edward yang tak memiliki ikatan sama sekali.
"Dia suami kakak Jack, dia memang wajib kakak bela, kamu kan memang nakal, kamu suka membuat masalah," ucap Salsa.
"Bagus sayang, aku suka kamu membela ku, adik mu memang seperti itu. Dia yang mengajak mu mati," ujar Edward.
"Abang.... Abang tak boleh seperti itu, pokoknya ini salah abang, kalau tak aku tak mau berbicara dengan abang lagi," ancam Nabila.
"Sial anak ini, aku malah di ancam nya. Mana mungkin aku tidak berbicara dengan nya," batin Edward.
"Ya ya ya aku salah, sudah puas. Sayang tolong tutup gorden itu," ucap Edward.
"Iya..." Salsa langsung menarik Gorden sebagai pembatas mereka berdua.
"Terimakasih Nabila, kau yang terbaik," ucap Jack.
__ADS_1
"Sama sama, kamu tak papa kan, kenapa sampai seperti ini, kamu membuat ku khawatir," kata Nabila.
"Pria jantan memang seorang ini Nabila menyelesaikan semuanya dengan pertarungan," ucap Jack.
"Begitu?? kamu sangat hebat," kata Nabila.
Edward muak Nabila terus memuji Jack, padahal bisa di katakan ia yang menang dalam pertarungan ini, tetapi malah Jack yang di puji Nabila. Untung saja ada Salsa yang selalu bersama nya.
"Tolong ambilkan handphone ku Nabila," ucap Jack.
"Oh iya." Dengan cepat Nabila mengambil handphone Jack dan memberikan nya pada Jack.
"Nabila kau sangat baik.."
Jack menghubungi Jesika untuk datang ke rumah sakit. Nabila bukan istri nya tetapi ia malah yang menjaga diri nya. Jesika malah tak tau berada di dimana.
"Kamu dimana si, aku di rumah sakit ni," kata Jack.
"Maafkan aku sayang, ayah ku sakit, aku harus ke Singapura untuk melihat nya."
"Ya sudah hati hati, jaga kandungan kamu dengan baik." Jack mematikan sambungan telepon itu. Jujur ucapan Jack tadi membuat hati Nabila terasa hancur, ia tak tahan mendengar Jack berkata seperti itu pada Jesika.
"Kamu mau menjaga ku di rumah sakit," tanya Jack.
"Dimana istri mu," tanya Nabila.
__ADS_1
"Istri ku sedang di Singapura, ayah nya sedang sakit Kalau tak mau tak papa nanti aku akan meminta ayah ku saja," jawab Jack.
"Iya aku mau kok, aku akan menjaga mu sampai Lusa," kata Nabila.
Nabila akan melakukan apa saja yang Jack ingin kan, ia tak mungkin bisa menolak permintaan Jack. Apa lagi n kesempatan nya untuk dekat dengan Jack tanpa gangguan istri nya.
Edward tak tau apa yang adik nya pikirkan sampai melakukan hal segila itu, seperti nya memang Nabila sudah seperti Salsa yang sudah tergila gila pada nya.
"Sayang, kata dokter kamu tak boleh bergerak berlebihan, berarti kita tak bisa melakukan nya dong," kata Salsa.
"Hahaha kamu memang ada ada saja ya, suami mu masih seperti ini tapi kamu masih saja membahas masalah jatah menjatah. Nanti kalau aku sembuh kita main sampai kamu puas sayang," kata Edward.
Edward mengatakan cukup keras agar Jack mendengar nya, ia tau pati Jack akan panas mendengar nya.
Jack tau mau ambil pusing, ia tau Edward hanya ingin membuat diri nya panas, walaupun sebenarnya ia juga panas. Istri nya tak seperti istri Edward, baru sekali ia menggagahi istri nya sudah pergi ntah kemana.
"Nabila kau tak mau jadi istri ke dua ku," tanya Jack.
Ia sengaja mengatakan nya dengan cukup kuat agar Edward dengar.
"Jangan kurang ngajar kau Jack, aku mendengar nya, aku akan membunuhmu jika kau sampai melakukan hal itu pada adik ku," teriak Edward.
"Aduh aduh sakit sekali.."
"Sayang sudah aku katakan tadi. Diam saja lah jangan bertengkar pertengkaran kalian tak akan ada habis nya," ucap Salsa
__ADS_1
Terkadang Salsa sendiri tak tau kenapa Edward dah Jack begitu saling membenci tetapi biasa nya benci itu bisa menjadi benci jadi cinta.