Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Kehangatan Keluarga


__ADS_3

Nathan dan Helen langsung di bawa pulang ke rumah. Mereka berdua mengalami beberapa luka kecil dan terkilir yang membuat mereka berdua harus istirahat untuk beberapa hari ke depan.


"Aku pulang saja," ucap Helen.


"Untuk apa kau pulang, dirumah mu tidak ada siapa siapa yang merawat mu," kata Nathan.


"Nathan siapa nama pacar mu ini," tanya Calvin.


"Helen," jawab Nathan.


"Maaf aku bukan pacar nya, aku hanya rekan bisnis nya," kata Helen.


"Oh begitu, hanya rekan bisnis. Helen ke rumah saja ya. Benar kata Nathan kalau di rumah mu, tidak ada yang merawat, jangan takut Nathan tidak akan berbuat apa apa. Ada banyak keluarga di rumah yang akan merawat mu.".


"Tapi pasti aku akan merepotkan kalian," kata Helen.


"Tidak ada kata Repot," ucap Nathan.


"Kau suka dengan nya," bisik Calvin.


"Iya, aku sedang mencoba mendekati nya."


Semenjak kejadian itu beberapa jam lalu, Calvin datang menyempatkan Nathan, hal itu membuat Nathan dan Calvin lebih dekat lagi. Mereka berdua seperti sudah melupakan masalah yang ada sebelum nya. Terutama Nathan yang seperti nya sudah memaafkan Calvin.


"Mereka pasti saling berbisik membicarakan ku," batin Helen.

__ADS_1


Helen tidak bisa mengelak beberapa orang yang ia temui yang berasal dari keluarga Vins, termasuk Nathan dan Calvin yang benar-benar sangat tampan meskipun mereka berdua tidak mirip.


Sesampainya di rumah mereka langsung di sambut banyak orang, mereka benar-benar khawatir dengan Nathan, takut terjadi sesuatu pada pewaris utama Vins grup.


"Nathan kau tak papa kan, tidak ada luka serius kan," tanya Marvin.


"Tidak ada kok, aku tidak jangan khawatir," ucap Nathan.


"Maafkan daddy sayang, maafkan daddy." Vino langsung memeluk Nathan dengan sangat erat. Ia sangat merasa bersalah pada Nathan.


"Tidak papa dad, aku tidak papa," kata Nathan.


"Helen kau baik baik saja kan," tanya Vino.


"Sayang kamu membuat mamah khawatir, sudah ayo istirahat," ucap Citra.


Nathan dan Helen langsung istirahat di kamar mereka masing-masing. Helen di beri kamar tamu untuk masa pemuliaan nya. Ia sama sekali tidak diperbolehkan pulang oleh Vino maupun Nathan.


"Nathan kau suka dengan nya," tanya Marvin.


"Tidak ada daddy kan?"


"Tidak ada, jangan takut mengatakan nya kau suka dengan nya kan," tanya Marvin.


"Aku belum sampai tahan suka, aku hanya masih kagum dengan nya, aku sedang berusaha mendekati nya."

__ADS_1


"Oh begitu, aku pikir kau benar-benar suka dengan nya," kata Marvin.


"Aku cocok tidak dengan nya," tanya Nathan.


"Ya cocok cocok saja, tapi kau kan belum boleh berpacaran."


"Iya karena itu jangan sampai daddy tau, aku percaya dengan mu."


Nathan dengan bersama Marvin sedangkan Helen sedang bersama Nila, adik kembar Nathan. Helen sangat bingung karena wajah mereka berdua sangat mirip.


"Kau siapa nya Nathan," tanya Helen.


"Dia abang kembar ku," jawab Nila.


"Kalian kembar, pantas saja mirip, salam kenal nama ku Helen."


"Hehehe iya Helen, salam kenal. Ini pertama kali nya Nathan membawa wanita ke rumah."


"Aku kan datang bukan sebagai pacar nya, hanya rekan bisnis nya," kata Helen.


"Tetap saja, memang Nathan itu tidak boleh berpacaran, jangan kan berpacaran dekat dengan wanita saja tidak boleh."


"Pantas lah, dia seperti orang kesepian, terkadang aku merasa kasihan."


Jujur keluarga Vins sangat hangat sekali, hal ini benar-benar membuat Helen iri. Berbeda dengan keluarganya yang membuangnya seperti tidak memiliki arti.

__ADS_1


__ADS_2