Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 34


__ADS_3

"Dia benar-benar sangat mirip dengan mu Edward," kata Bryan.


"Tapi tetap lebih dari tampan aku kan," ucap Edward.


Banyak sekali gaya mu Edward," kata Bryan.


"Hahaha nama nya juga pria, pasti begini. Ayah jangan lupa membantu ku ya," ucap Edward.


"Siap.." Nathan pasti memang akan membantu Edward. Memang ini yang Edward inginkan, sudah sangat lama Edward mencari keluarga nya ini, dan pada akhirnya Edward bertemu dengan keluarga nya. Meskipun begitu Edward tetap tak boleh keluar dari rumah ini, Edward sudah tercantum di kartu keluarga nya.


Di kamar. Jack masih saja di kamar Nabila, ia enggan keluar dari dalam kamar karena pasti akan bertemu dengan Jesika. Ia ingin Jesika pergi dulu dari rumah baru lah ia akan keluar dari kamar Nabila.


"Sayang," ucap Jack.


"Hmmmm," gumam Nabila.


"Menikah sekarang yuk," kata Jack.


"Malas," ucap Nabila.


"Hahaha ayo lah, istri ke dua ku juga tak papa."


"Malas sayang, aku hanya mau yang pertama," ucap Nabila.


"Ya mau bagaimana lagi, walaupun aku sudah pisah dengan Jesika jadi nya kamu tetap yang ke dua "


Jack mendekati leher Nabila dan menciumnya dengan lembut. Ia benar-benar sudah sangat ingin, mengingat biasanya ia melakukan nya 3 hari sekali tetapi kali ini ia sudah menahan nya hampir seminggu setengah. Bermain main dengan Nabila mungkin sedikit menghibur nya.


"Sayang," ucap Nabila.


"Kamu wangi sekali," kata Jack.


"Ya jelas dong, aku kan mandi."


"Katakan kamu sudah pernah melihat ini," tanya Jack.


"Tak ada lah, aku berpacaran tak sampai seperti itu."


"Pantas lah, Teman-teman ku yang pernah dengan mu, mereka pasti selingkuh dari mu."


"Kenapa begitu ya, ya aku kalau putus karena aku di selingkuhi, tetapi aku tak masalah toh aku berpacaran anggar membuat mu cemburu saja, nyata nya kau tak cemburu sedikitpun."


"Ya mana mungin aku cemburu dengan mu, waktu itu kan aku tidak suka dengan mu, nah sekarang baru aku suka dengan mu. Kalau aku pacaran ya, kamu tau sendiri bagaimana aku, sudah habis kamu pada ku.''


''Jadi begitu?"


"Ya begitu lah, aku tetap cerai dengan wanita itu. Kalau kamu tak mau dengan ku, tak suka dengan sikap ku, ya mungkin kita tak berjodoh."


"Sayang, kamu kok gitu, kan sudah janji dengan ku, kamu mau meninggalkan ku lagi," ucap Nabila.


Nabila yakin, ia tak akan bisa mencintai pria lain lagi selain dengan Jack, Jack cinta pertama dan terakhir untuk nya.


"Hahaha.. Ya kalau kamu tak suka dengan sikap ku mau bagaimana lagi, aku tak bisa memaksakan kamu, aku begini ya terus tetap begini.''


''Hanya karena itu, ya sudah mau kamu apa?''


''Aku mau kamu sayang." Jack menarik Nabila dan mencium nya dengan sangat ganas.


Tok...tok...tok...


''Nabila..."


Terdengar suara dari luar, suara itu suara nya Helen.


"Mamah." Nabila langsung mendorong Jack dan merapihkan diri nya.


"Iya mah.."


"Aku bagaimana," tanya Jack.


"Bersembunyi."


Nabila langsung keluar dari dalam kamar.


"Ada apa mah," tanya Nabila.


"Sayang, kamu benar benar membuat kecewa. Dimana Jack?"


"Mamah...."


"Jack."


Bryan langsung masuk datang ke kamar itu. Wajah nya di penuhi dengan kemarahan.


"Ayah...'' Tak ada salah nya untuk ia bersembunyi, semua nya sudah tau.


"Bajingan!!!" Bryan memukul wajah Jack dengan kuat.


Mereka berdua di sidang di ruang keluarga, untung saja Edward dan Jesika di sini. Mereka sudah pergi sejak tadi, di rumah ini ada pengecekan CCTV berkala setiap 3 hari sekali, kebetulan Bryan yang mengecek nya tadi, ia benar benar sangat marah melihat Jack masuk ke dalam kamar Nabila yang begitu sering 3 hari terakhir ini.


"Sekarang apa maksud kalian!!" Nathan menggunakan suara yang sangat tinggi. Ia benar benar marah dengan ke dua nya.


"Aku mau menikahi Nabila," kata Jack.


"Jack!! Kau sudah mempunyai istri, apa satu istri tak cukup untuk mu."


"Aku tak peduli yah, dia selingkuh dari ku," kata Jack.


"Jangan gila kau, aku tak akan merestui hubungan kalian!!!" Nathan langsung menentang nya.


Nathan sudah membayangkan masa depan yang indah untuk Nabila, tetapi malah Nabila seperti ini.


"Ayah aku tak berbohong Jesika selingkuh dari ku." Jack mengeluarkan semua bukti bukti di handphone nya.


''Lihat ayah dia selingkuh dari ku."


''Oke Jack dia selingkuh dari mu, dia salah dan mungkin kau merasa hancur, tapi apa yang kau lakukan ini apa sudah benar, sama sekali tak ada benar nya, untuk apa kau selingkuh kau balas dengan selingkuh. Kau sangat salah, seperti nya memang lebih baik kau aku kirim ke tempat opa mu sana."


"Nabila kau wanita pintar, kau sangat luar biasa selama bini. Kau tak pernah membuat mamah kecewa seperti ini, kau sangat mencintai Jack, tapi tak seharusnya kau tak mengambil suami wanita lain."


"Maaf mah, aku memang bodoh, aku mengecewakan kalian semua, maafkan aku," ucap Nabila sambil menundukkan kepala nya.


"Aku ingin menikah dengan anak mu paman, aku mohon restui kami,'' kata Jack.


"Merestui kalian? kau bisa membuat ana ku bahagia? jangan jangan kau akan memperlakukan anak ku sama seperti Jesika, aku tak mau itu terjadi, kalian harus di pisah," ucap Nathan dengan tegas.


"Ayah, aku tak pernah meminta apapun dari ayah, aku hanya menginginkan hal ini saja, tolong ayah."


"NABILA...!!!!"


"Oke sekarang bagaimana Jack," tanya Bryan.


"Aku akan bercerai dengan Jesika dan aku langsung menikah dengan Nabila."


"Mimpi!! aku tak akan menikahkan kalian," kata Nathan.


"Ayah Nabila mohon, mungkin hanya yang bisa membuat Nabila bahagia.''


''Kamu yakin sayang? kamu yakin ini yang membuat mu bahagia,'' tanya Nathan.


"Iya ayah, Nabila janji tak akan mengeluh apapun pada ayah," jawab Nabila.


Nathan memijat kepala nya dengan kuat, ia tak tau bagaimana masa depan Nabila kalau seperti ini, Apalagi kalau Nabila sudah di sentuh oleh Jack.


"Kau yakin mau menjadi yang ke dua? ya mungkin Jack akan menceraikan Jesika, tapi tak muda apalagi Jesika sedang mengandung anak nya Jack."


"Dia bukan hamil anak ku paman, aku sudah meminta orang untuk mencari tau semua nya, aku hanya memerlukan satu bukti kuat lagi," kata Jack.


"Aku mau," kata Nabila.


"Sayang ayah benar-benar sangat kecewa pada mu," ucap Nathan.


"Maaf yah..."


"Oke sekarang ya sudah kalau itu mau kamu, ya sudah mau bagaimana lagi. Kalian bisa menikah," ucap Nathan.


Nathan pergi meninggalkan tempat itu, rasa kecewa benar-benar sudah menusuk hati nya. Nathan tak pernah berpikir jika Nabila sampai seperti ini.


"Jack kenapa kau bisa seperti ini si," ucap Bryan.


"Ya mau bagaimana lagi yah, kami berdua saling cinta," kata Jack.


"Cinta makan itu Cinta Jack, ayah sangat kecewa dengan mu.."


"Maafkan aku yah, aku yakin hidup ku akan bahagia dengan Nabila," kata Jack.


"Kamu yakin sayang, kamu yakin akan bahagia dengan Jack," tanya Helen.


"Iya mah," jawab Nabila.


Nabila berjalan mendekati ayah nya, ia memang salah, ia mengakui kalau ia salah tetapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terbongkar. Ia hanya minta maaf pada Nathan yang sudah sangat kecewa dengan Nabila.


"Ayah hiks hiks hiks maafkan aku ayah.." Nabila memeluk Nathan dengan erat.


"Sayang, ayah tak suka kamu menangis tapi kamu benar-benar membuat ku kecewa," kata Nathan.


"Aku tau aku salah yah, tapi mau bagaimana lagi, aku sudah sangat mencintai nya, rasa cinta itu tak akan pernah bisa hilang yah, mau bagaimana lagi yah, aku sudah mencoba untuk menghilangkan rasa cinta itu tapi tetap tak bisa" ucap Nabila.


"Terserah mu Nabila, kalau memang ini yang membuat mu bagaimana ya sudah. Ayah tak bisa menahan mu lagi. Memang ini yang sudah menjadi jalan takdir mu. Jack pria yang tak cukup dengan satu wanita buat dia cukup dengan mu dan tagih janji nya untuk menjadi kan mu satu satunya," ucap Nathan.


"Iya ayah aku tau sendiri bagaimana istri nya bermain di belakang nya. Jack pasti akan berpisah dengan istri nya," kata Nabila.


Nathan hanya takut Nabila hamil di luar nikah, itu benar-benar akan membuat keluarga nya sangat malu. Lebih baik memang menikahkan mereka berdua dan merahasiakan semuanya. Nathan gak ara pilihan lain selain menikah kan mereka berdua.


"Aku akan menikah dengan Nabila," ucap Jack.


"Apa!! kau sangat gila," kata Jesika yang tiba-tiba mendapatkan panggilan itu.


"Kau selingkuh di belakang ku, aku sudah tau waktu itu kau di Bali dengan pria lain. Aku akan menceraikan mu setelah anak siapa itu. Jangan menghalangi ku." Jack mematikan sambungan telepon itu.


Jesika benar-benar kebingungan dan sangat terkejut, bagaimana mungkin bisa Jack tau semua nya. Dan malah Jack mau menikah dengan Nabila, berarti diri nya akan mempunyai madu.


Siang itu akhirnya mereka berdua menikah. Nabila benar-benar menjadi istri ke dua Jack. Tak ada yang menghalangi mereka berdua, walaupun mereka semua kecewa dengan keputusan Nabila dengan Jack.


Untuk melindungi Nabila dan Jack dari amukan Edward. Jack memutuskan untuk pergi dari rumah, mereka akan menyewa apartemen dan hal ini juga sebagai bukti jika Jack ingin bertanggungjawab dengan Nabila. Mereka tak ada yang menghalangi, karena memang ini yang terbaik.


Di perusahaan Edward mendengar berita itu dari istri nya. Ia sangat marah tetapi tak bisa marah juga karena ada Mawar dan Arya bersama dengan nya. Kalau di pikir pikir ia sudah memisahkan mereka berdua dengan berbagai macam cara tetapi memang mereka bersatu lagi.


Edward memutuskan untuk tak ikut campur lagi. Ia yakin ini keputusan yang terbaik untuk mereka berdua. Ia hanya fokus dengan keluarga nya, kalau Jack Ian yakin Jack sudah berubah dan akan membahagiakan Nabila. Ia sudah mendengar cerita dari Jack kalau istri nya selingkuh.


"Ada apa," tanya Mawar.


"Adik ku menikah dengan suami orang," ucap Edward.


"Ha!! Bagaimana bisa," tanya Mawar.


"Jangan tanya aku tanya saja mereka, aku pusing malas memikirkan nya."


Di apartemen baru Nabila termenung memikirkan kesalahan nya, ia sangat takut ini bukan yang terbaik untuk nya. Tetapi semuanya juga sudah terlanjur. Apakah pria yang ia bela akan menjadi imam yang baik untuk nya atau tidak.


"Pelakorr.." Jesika berjalan mendekati mereka berdua.


"Jangan kau dekati istri ku," ucap Jack.


"Kau pelakor, jangan macam macam dengan ku."


"Dia istri ku Jesika, kau akan aku ceraikan. Kenapa? kerena kau selingkuh tepat di depan mata ku. Sampai aku tau ini bukan anak ku aku langsung menalak mu, toh kita cuma menikah sirih," ucap Jack.


"Jangan Jack aku mohon, dia benar-benar anak mu. Ya aku memang salah kemarin, itu karena aku khilaf," kata Jesika.


"Aku tak peduli, kau salah ya tetap salah."


"Ayo sayang jangan dekat dekat dengan nya." Jack membawa Nabila ke dalam kamar nya.


"Nabila aku akan membunuh mu," ucap Jesika.


Nabila menangis sambal memeluk Jack dengan erat. Ia sangat takut dan pusing dengan masalah yang ia hadapi, ia merasa sangat bodoh memasuki dunia ini.


"Sayang kamu menyesal menikah dengan ku??"


"Aku hanya takut aku sangat takut, aku dan kamu juga hanya menikah secara sirih, kamu bisa saja memperlakukan aku seperti kamu memperlakukan Jesika," ucap Nabila.


"Tak sayang, aku tak akan melakukan hal itu, aku janji setelah selesai semuanya aku akan menikahi mu secara hukum juga."


Jack mendapatkan panggilan dari Edward, ia tau pasti Edward sudah mendengar semuanya. Ia sudah siap untuk mendengar amukan Edward.


"Kau bajingan dasar gila.."


"Edward.."


"Apa!! kau berani nya ya, jangan sampai adik ku kenapa napa, kalau sampai itu terjadi, kau bisa mati di tangan ku," ucap Edward.


"Kami sudah menikah aku tak akan membuat adik mu kenapa napa."


"Jack kau ini, ah aku tak tau lagi mau ngomong apa. Nanti malam kita berbicara, siapkan wajah mu, tangan ku langsung menyentuh wajah mu."


"Aku sudah tak di rumah, aku pindah ke apartemen Setelah satu minggu aku baru masuk kerja dan berbicara dengan mu." Jack mematikan sambungan telepon itu.


"Siapa," tanya Nabila.


"Abang mu, dia seperti nya tidak terlalu marah pada kita, mungkin dia sadar kalau aku sudah jauh berubah dari sebelumnya," jawab Jack.


Nabila merendahkan diri nya di atas kasur, masalah di hari ini benar-benar sangat berat untuk nya. Untung saja semuanya seperti sudah berjalan sesuai dengan rencana nya, ayah nya memaafkan nya walaupun sempat marah. Dan abang nya juga tak terlalu marah pada nya.

__ADS_1


"Sayang," ucap Jack saat melihat bukti yang anak buah nya suruh.


"Apa ini," tanya Nabila.


"Ini ayah dari anak itu," jawab Jack.


"Lalu tau dari mana kalau ini ayah dari anak itu," tanya Nabila.


"Foto-foto ini sebelum Jesika menikah dengan ku, mereka sudah pacaran sebelum dengan ku. Satu bukti lagi," jawab Jack.


Memang jika sudah busuk pasti akan terbongkar juga, sepandai apapun tupai melompat pasti akan jatuh juga.Bangkai yang lama tersimpan pasti akan tercium juga. Jack benar-benar tak pernah menyangka wanita yang ia anggap sebagai istri yang baik untuk nya malah seperti itu.


Tetapi Jack menyampingkan masalah itu dulu, ada yang harus ia selesaikan dengan Nabila. Nabila istri muda nya.


Jack merebahkan diri nya di atas tempat tidur. Ia memeluk Nabila dengan tangan yang mengusap ngusap perut istri nya. Nabila masih belum ngeh dengan apa yang Jack lakukan ke pada nya.


"Jack..."


"Hmmm aku suami mu sekarang," ucap Jack.


"Maaf sayang aku lupa," kata Nabila.


"Hahaha tak papa, aku mengerti. Tapi kamu tau kan maksud ku apa," tanya Jack.


"Aku takut," jawab Nabila.


"Untuk apa takut, keluarga kita saja berpikir jika kita sudah melakukan hal itu," ucap Jack.


"Ya aku takut, milik kamu...


"Dia akan memuaskan mu," ucap Jack.


"Malam saja ya.."


Nabila masih belum ingin Jack sentuh, ia masih sangat takut. Jack mengerti itu, ia akan menunggu nya sampai malam.


Kamar di apartemen itu ada dua, Jesika berada di kamar sebelah dari kamar Jack dan Nabila. Ia mengubungi Kiki atas masalah nya dengan Jack, ia sangat takut Jack menceraikan nya, ia masih memerlukan uang dari Jack.


"Bagaimana ya, aku juga tidak tau," ucap Kiki.


"Apa aku harus menerima Nabila, kalau aku menerima Nabila dengan baik. Mana tau Jack juga tetap mempertahankan ku," kata Jesika.


"Kamu coba saja lah, mana tau dengan begitu, Jack tak akan menceraikan mu. Ternyata Jack seperti itu juga ya, nah yang kamu katakan itu sudah benar. Setelah kau dan Nabila baik kan tusuk Nabila dari belakang buat Jack membenci Nabila," ucap Kiki.


"Seperti nya ide kamu benar, baiklah sandiwara baru akan di tayangkan," kata Jesika.


Ide yang Kiki berikan menurut Jesika ide yang sangat luar basa, ia tak akan melepaskan Jack, mau bagaimana pun ia harus merahasiakan anak siapa yang ia kandung, dengan sangat terpaksa Kiki harus pergi meninggalkan Indonesia agar Jack tak tau jika sebenarnya anak yang ia kandung adalah anak Kiki.


''Hahaha madu ku, kita berteman untuk waktu yang singkat ya, aku akan menyingkirkan mu dengan sangat tidak terhormat."


Edward bukan sudah tak peduli dengan adik nya Nabila, ia yakin memang ini takdir yang akan Nabila lalui, i rasa sudah cukup terlalu mengatur Nabila, i juga sudah tak ada rasa suka pada Nabila, ia juga sangat yakin Jack bisa membuat adik nya bahagia, sejak mereka berdua baikan i sudah tau bagaimana sifat asli Jack sebenarnya.


Saat ini Edward sangat fokus dengan keluarga nya, ia benar benar ingin menemukan keluarga nya, ia ingin menunjukan pada Narenda jika diri nya juga memiliki keluarga sediri, Narendra tak akan bisa menghina nya lagi anak tanpa keluarga. Edward sangat yakin jika Arya adik kandung nya begitu juga dengan Mawar, tetapi Edward tak ingin buru buru, ia tak mau membuat Arya dan Mawar takut dengan nya. Lebih bai membuat mereka nyaman dulu pada nya.


"Kunci terbesar ku ada di orang tua mawar, kapan dia akan sadar, apa kah dia akan mengingat ku sebagai anak nya," batin Edward.


"Jadi bagaimana pak," tanya Mawar.


"Ya sudah aku setuju dengan apa yang kau katakan, kalau memang kau ingin seperti ini, hanya satu semester saja ya, aku tak mau kau cuti terlalu lama. Kuliah mu yang sangat penting, padahal aku memberikan mu pekerjaan agar kau bisa kuliah sambil bekerja,'' Jawab Edward.


"Saya rasa tak baik mengambil semua nya sekaligus, saya jadi tak ada waktu untuk adik dan orang tua saya. Bagaimana? apa Arya rewel dan merepotkan bapak?"


"Tidak, dia sangat bai, dan penurut dia tak merepotkan ku sedikit pun, dia benar benar anak yang luar biasa baik nya."


"Sejak kecil memang dia tak pernah merepotkan," kata Mawar.


"Kalau boleh tau mana ayah kalian, aku tak pernah mendengar dia menghubungi kalian?"


"Ayah sudah meninggal saat mamah mengandung Arya, sebenarnya kami tiga bersaudara, tetapi kata ayah anak pertama nya hilang di rumah sakit dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaan nya."


Edward terdiam mendengar hal itu, apakah anak yang hilang itu diri nya, Edward merasa semakin jelas jika mereka semua ini keluarga nya, bukti nya mereka langsung dekat begini.


"Pak sebenarnya saya ingin bertanya tapi saya sangat takut," kata Mawar.


"Bapak tak berniat menjadikan saya istri ke dua bapak kan, maaf saya berpikir lancang, karena saya sering melihat di televisi seperti ini , awal nya pria membantu lama lama malah meminta yang di bantu istri ke dua nya, saya sangat takut," kata Mawar.


Edward tertawa mendengar cerita itu, ia tak sedikit pun berpikir untuk mempunyai istri lebih dari satu, Salsa segala gala nya untuk nya, ia tak mungkin menduakan Salsa istri tercinta nya.


"Dari mana kamu mendapatkan pikiran seperti itu, istri satu saja sudah sangat cukup untuk malah dua pula, bahagia tida pusing iya. Aku tak akan melakukan hal itu, kau sudah aku anggap sebagai adik ku,'' jelas Edward.


"Hehehe maaf ya pak, saya hanya takut saha, tapi saya percaya kalau bapak memang tulus membantu keluarga saya. Saya yakin bapak memang orang baik."


Sebenarnya Edward merasa tak enak di panggil bapak oleh Mawar, tetapi mau bagaimana lagi sekarang mawar karyawan nya. Pun Mawar sendiri yang memaksa memanggilnya dengan sebutan bapak.


"Dia sudah tidur," ucap Edward.


"Dia memang sangat kebo, dimana mana bisa tidur," kata Mawar.


"Kasihan Arya, ia tak mendapatkan kasih sayang dari ayah nya. Aku akan membuat nya mendapatkan kasih sayang ku. Mawar karena kau sibuk bekerja dan mengurus orang tua mu. Lebih baik Arya tinggal dengan aku saja," ucap Edward.


"Jangan dong, nanti merepotkan bapak. saya bisa mengurus nya dengan baik kok pak."


"Tak ada penolakan, dia akan tinggal dengan saya. Lagi pula istri ku ingin anak tapi aku belum mau memberikan nya. Dengan ada nya Arya di rumah pasti akan membuat rumah semakin ramai," ucap Edward.


"Lah bapak memaksa," kata Mawar.


"Hahaha sesekali, sudah sana bekerja, sudah tau kan pekerjaan mu apa," kata Edward.


"Hehehe iya, siap pak. Saya titip dia dengan baik ya pak," ucap Mawar dan pergi meninggalkan ruangan Edward.


Edward memang seperti berbicara dengan adik nya. Rasa memiliki keluarga asli sudah Edward rasakan. Ternyata memang terasa sangat berbeda di rumah. Walaupun ayah dan mamah angkat nya memberikan kasih sayang yang berlimpah tetap saja rasa nya sangat berbeda dengan apa yang Edward rasakan sekarang.


Salsa datang langsung ke kantor Edward. Ia ingin bercerita lebih jelas lagi tentang Jack dan Nabila, jujur malah Salsa mendukung mereka berdua. Ia sangat senang mereka berdua menikah, nah karena takut suaminya marah karena ulah Jack. Salsa akan menjadi temeng untuk ke dua nya, ia tak mau Edward mengamuk tak jelas, memang Jack dan Nabila sudah di garis kan bersama.


"Mas dia jadi anak kita saja," kata Salsa.


"Hahaha kamu benar, aku sudah merencanakan nya, tapi kenapa kamu datang tak bilang bilang padaku," ucap Edward.


"Hahaha aku ingin membicarakan masalah Jack dan Nabila. Aku rasa mereka sudah berpacaran sejak di Bali waktu itu," kata Salsa.


"Ya aku pun berpikir seperti itu, bagaimana suasana tadi," tanya Edward.


"Sangat kacau, ayah ku memukul Jack ayah mu marah, tapi ya tetap saja mereka berdua menikah. Toh dalam tiga hari ini mereka berdua sudah tidur satu kamar. Ayah mu takut Jack mengalami Nabila, dari pada Nabila hamil di luar nikah lebih baik mereka menikah."


"Aku sangat bingung sayang, tapi ya sudah lah, toh mereka berdua saling cinta."


Salsa bingung dengan respon Edward yang biasa saja, padahal ia pikir Edward akan marah pada Jack dan Nabila. Dari ekspresi wajahnya suami nya ini sedang ada masalah baru.


"Kamu tida marah mas," tanya Salsa.


"Untuk apa aku marah, mereka sudah dewasa aku malas ikut campur lagi masalah mereka. Lebih baik aku diam," jawab Edward.


"Aku pikir kamu akan marah mas, ya sudah kalau kamu tak marah, aku jadi tidak khawatir, aku jadi tenang. Hmmm ya memang aku si mendukung mereka."


"Mas kamu ada masalah baru," tanya Salsa.


Edward mengerutkan dahi nya, bagaimana biasa Salsa berpikir jika dia memiliki masalah baru, ia tak ada masalah baru, Edward hanya sedang fokus mengungkapkan keluarga kandung nya.


"Tak ada sayang. Sekarang aku merasa harus lebih santai saja, aku malas seperti dulu mudah sekali terpancing emosi. Berpikir dewasa lebih baik untuk saat ini, mengingat umur ku juga tidak sedikit lagi, sudah 25 tahun aku hidup, masa mau seperti itu saja."


Salsa menganggukkan nya, apa yang di katakan suami nya memang benar, ia juga harus mengikuti apa yang di katakan Edward.


"Oh iya, di dekat pintu ada wanita, nah dia nama nya Mawar, dia kakak dari adik ini."


"Oh iya tadi aku sudah bertemu dengan nya, dia sangat sopan sekali, kamu jangan macam macam ya, dia sangat sopan dan cantik jangan sampai dia jadi madu ku."


"Hahaha tak mungkin lah,b apa di wajah ku ini ada wajah wajah suami suka istri dua, masa dia mengira aku seperti yang kamu katakan, mana mungkin aku mengkhianati mu sayang, cinta ku hanya untuk mu seorang,'' kata Edward.


"Abang... Dimana kakak??''


''Kakak mu di luar Arya, kamu lapar tidak??"


"Iya..."


"Sayang bawa dia ke kantin. Kata nya kamu mau dekat dengan nya," kata Edward.


Salsa berjalan mendekati Arya dan mulai melakukan pendekatan.


"Makan dengan kakak yuk," ucap Salsa.


"Mau...''


"Sayang, kamu izin dulu dengan kakak nya, nama nya mawar dia sekertaris ku.'


"Siap, ayo sayang." Salsa membawa Arya keluar dari ruangan Edward.


"Mawar," ucap Salsa.


"Iya ada yang bisa saya bantu," tanya Mawar.


"Tidak ada, aku membawa adik mu ke kantin ya," kata Salsa.


Mawar melihat ke bawa, ternyata ada Arya yang tertutup meja.


"Kamu jangan merepotkan kakak ini ya, ini uang jajan."


"Eh jangan. Kan aku yang membawa nya, sudah jangan khawatir." Salsa menggendong Arya dan membawa pergi Arya.


"Kenapa semua orang suka dengan mu," ucap Mawar.


Mawar kembali melanjutkan pekerjaan nya, bertemu dengan Edward seperti bertemu malaikat penolong.


Salsa membawa Arya ke kantin perusahaan yang menjual berbagai macam makana enak. Ia membebaskan Arya memilih makanan yang Arya inginkan.


"Kamu suka itu," tanya Salsa.


"Arya tidak bisa makan keju, nanti gatal gatal."


Salsa cukup terkejut mendengar hal itu ternyata bukan hanya wajah mereka berdua yang mirip, Edward dan Arya juga sama sama tak bisa makan keju. Tanda hitam di punggung Arya juga sama dengan Edward.


"Apa mereka kakak adik," batin Salsa.


"Kak mau yang itu," ucap Arya.


"Oke..."


Salsa mengambil makanan yang Arya mau.


Setelah selesai maan mereka berdua kembali ke ruangan Edward, tak lupa Salsa membawakan makanan untuk suami nya dan juga untuk mawar.


"Ini ada makanan," ucap Salsa.


"Eh makasih buk."


"Jangan panggil saya ibu, mbak saja," kata Salsa yang merasa tua jika di panggil ibu oleh mawar.


''Enak kak, Arya saja habis banyak," ucap nya dengan sangat senang.


"Kamu kalau makanan apa yang tak enak," kata Mawar'


Malam hari nya di apartemen Jack dan Nabila, Jack hampir tertawa melihat ke dua istri nya, istri pertama nya memang sangat cantik tetapi sangat busuk, istri ke dua nya tak kalah cantik tetapi serba malu, sampai malam ini Jack belum melihat tubuh istri nya sendiri.


''Jack aku perlu uang untuk periksa kandungan ku."


"Yakin untuk kandungan mu, tak untuk pacar gelap mu,'' tanya Jack.


"Kalau tak percaya dengan ku, ayo ikut aku, untuk apa aku berbohong."


"Tak perlu, aku ingin bersenang senang dengan istri asli ku,'' kata Jack.


Dari pada panas melihat kedekatan Jack dengan Nabila bagus ia pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sayang aku jadi tak enak pada nya," kata Nabila.


"Untuk apa tak enak pada nya, kamu tak salah kok, sudah lah hilangkan rasa itu, kita fokus dengan diri kita sendiri saja dulu."


Jack menarik Nabila dan langsung menggendong nya ke dalam kamar. Ia sudah cukup lama menunggu momen ini. Jantung Nabila berdetak sangat cepat, ia sangat takut dengan Jack. Ia sangat takut milik Jack untuk yang begitu mengerikan, saat di Bali waktu itu bukan Nabila sudah pernah melihat nya. Saat tidur saja ukuran nya benar-benar mengerikan, apalagi saat bangun nanti.


Mereka berdua sama sama berdiri dan saling menatap. Jack meminta Nabila untuk membuka apa yang menutupi mereka berdua.


"Malu," ucap Nabila.


Jack menggelengkan kepala nya. Ia membuka satu persatu kancing baju Nabila. Mata nya membulat melihat tubuh Nabila yang begitu seksi nya. Saat ini hanya pakaian yang dalam saja yang menutupi nya, pria mana yang tak suka melihat hal itu.


"Pakaian ku," kata Jack.


Begitu juga Nabila, ia membuka apa yang Jack perintahkan. Hanya pertahanan terakhir yang tak Nabila buka. Dari luar saja sudah terbentuk ukuran nya.


"Apa harus kita melakukan ini," ucap Nabila.


"Ya harus lah, kenapa tidak," kata Jack.


"Kamu benar-benar bule," ucap Nabila.


"Keluarkan dia sayang, terasa sangat sesak tau," kata Jack.


"Malu," ucap Nabila.


"Apa lah yang kamu malu kan, orang aku juga suami mu, kalau begitu untuk apa manusia menikah," kata Jack.


"Kamu pernah begini dengan nya?"


''Tidak pernah kamu yang pertama dan satu satu nya, jadi jangan memikirkan apa apa ya, aku sangat mencintai mu dan akan memberikan sesuatu yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya."

__ADS_1


Jack menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang secara bersamaan, dengan cepat Jack merangkak naik ke atas tubuh Nabila. Tangan dan lidah nya mulai bekerja dengan sangat baik, ia akan membuat Nabila tak bisa berkata apa apa lagi.


Tangan Nabila memegang punggung kekar Jack, ia tak tahan dengan apa yang Jack lakukan pada nya, kaca mata berwarna merah nya juga sudah lepas, memperlihatkan pepaya bulat berwarna putih bersih dengan pucuk berwarna pink. Jack sampai melongo melihat nya, sangat jauh berbeda dengan milik istri nya yang satu nya, benar benar terlihat kencang dan padat.


Mata Nabila terbuka dengan lebar saat Jack bermain di sana, semakin lama terasa kencang yang arti nya Nabila sudah terbawa permainan yang Jack lakukan.


Tiba tiba hp Jack berbunyi ia sangat merasa kesal dengan orang yang menghubungi nya malam ini.


"Apa!!!"


"Buka pintu mu, aku mau masuk" kata Edward.


"Sial." Jack bangkit dari tempat nya dan langsung keluar kamar, ia hanya memakai dalaman dengan junior sudah keluar di bagian atas.


"Edward..."


"Jack!! Kau gila, kau tak tau malu," ucap Edward.


"Kau yang gila, aku akan malam pertama, tapi kau malah datang menganggu."


Jack pergi berlalu dan menutup pintu kamar nya dengan rapat, ia bahkan mengunci nya.


"Nabila tamat lah riwayat mu, bule Rusia itu akan menghabisi mu, Gila milik nya kenapa bisa seperti itu. Aku saja sampai kalah.''


Jack kembali berbaring di ranjang, ia sangat kesal dengan Edward yang mengganggu nya, rasa nya kepala nya nut nutan mendapatkan gangguan seperti itu.


"Siapa sayang," tanya Nabila.


"Tidak bukan siapa-siapa," jawab Jack.


"Abang ku," tanya Nabila.


"Iya sayang, biarkan saja dia di luar, aku sangat kesal dengan nya, sudah tau ini malam pertama kita masih saja menganggu."


"Sayang kalau abang ku di goda Jesika bagaimana," tanya Nabila.


"Dia sudah pergi, dia tak akan menggoda abang mu. Aku tak mau ya tak jadi lagi," ucap Jack.


"Lanjutkan lah, aku menunggu mu di luar, ada pertandingan bola." Edward berteriak dengan keras agar Jack dan Nabila dengar.


"Tu dengar," ucap Jack.


Padahal ada kesempatan Nabila agar Nabila tak perlu melakukan nya, tapi bagaimana lagi suami nya sudah tak bisa menahan nya lagi, jalan satu-satunya ya harus melayani suaminya dengan sabar.


"Bangun," ucap Jack.


Jack kembali melakukan pemanasan, sesuatu yang sangat panas sampai Nabila sepanas panas nya, semua itu agar Nabila tak merasakan sakit yang luar biasa. Kalau dengan Jesika dulu ia bisa langsung karena Jesika bukan gadis lagi.


"Sayang jangan," ucap Nabila.


"Kenapa," tanya Jack.


"Aku gak tahan," jawab Nabila.


"Enak," tanya Jack.


"Iya.."


"Aku akan membuat nya lebih enak lagi.


Tubuh Nabila memanas seperti habis maraton tak lama ia bergetar dengan hebat. Ia meledak se meledak nya.


Jack langsung memposisikan kan barang nya. Jack memicing kan mata nya karena sarang baru nya sangat mini, Jack yakin akan terasa sangat sakit untuk Nabila.


Nabila merem melek di buat Jack yang tak henti henti nya menyentuh bagian sensitif nya.


"Sakit," teriak Nabila.


"Sakit, aaakkku tak tahan..."


Nabila berusaha mendorong Jack tetapi Jack terus maju ke depan. Nafas nya tertahan merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa.


"Aku gak kuat sayang." Karena begitu sakitnya Nabila jatuh pingsan. Nabila memang tak tahan dengan yang namanya rasa sakit. Tergores sedikit saja sudah membuat nya menangis bukan main. Apalagi soal begini, belum lagi Nabila sangat tegang yang membuat nya semakin merasakan sakit.


"Sayang sayang," ucap Jack.


Jack tak jadi melakukan nya, ia sudah tau bagaimana Nabila. Nabila memang tak tahan sakit, bukan hanya sekali Nabila pingsan di suntik saja Nabila bisa pingsan karena takut + rasa sakit.


"Ahh bagaimana ini, dia akan bangun besok pagi," ucap Jack.


Jack pikir lebih baik, ia mengambil nya sekarang dari pada nanti. Kalau sudah pernah masuk setidak nya, Nabila tak akan merasakan yang sekarang ini.


"Sangat sulit, memang kalau masih gadis jauh berbeda," ucap Jack.


"Hmmmm." Jack merasakan menembus sesuatu. Ia menarik nya dan benar saja kesucian Nabila sudah ia ambil. Jack tak melanjutkan lagi, ia tak mau egois mengambil kenikmatan sendiri.


Jack membereskan junior nya yanga ada noda darah. Ia rasa karena memang ia keturunan bule Russia jadi milik nya bukan kaleng kaleng, kalau Nabila tahan sakit pasti Nabila sudah merasakan sesuatu yang sangat luar biasa sayangnya Nabila tak tahan sakit.


Jack keluar menemui Edward, dari pada nur nutan lebih baik dari nonton bola dengan Edward.


"Kau kenapa datang di waktu yang tidak tepat," ucap Jack


"Hahaha aku hanya ingin berbicara dengan mu, kau sudah siap? cepat sekali? kau lemah sekali percuma saja kalau besar tapi lemah."


"Hahaha besar kan milik ku, bagaimana kau pasti insecure dengan milik ku," kata Jack.


"Hahaha halah hanya beda 7 cm paling," ucap Edward.


"Kecil sekali Edward, apa kakak ku puas," tanya Jack.


"Yang penting tahan lama, bukan masalah kecil besar nya."


"Banyak sekali gaya mu, aku bukan nya tak tahan, istri ku pingsan," ucap Jack.


"Apa!!!"


"Kenapa bisa pingsan," tanya Edward.


"Ya kau tau lah Nabila tak tahan sakit, dia saja di suntik pingsan, apalagi mendapatkan suntik yang besar seperti ini," jawab Jack.


"Kau bagaimana si, kenapa meninggalkan nya," ucap Edward.


"Ya dia mungkin akan bangun besok pagi, ya sudah si untuk apa lagi aku menunggu nya bangun. Toh yang penting aku mendapatkan kesucian nya. Besok baru di lanjutkan."


"Bagaimana kau bisa menikah dengan Nabila, aku bingung dengan Nabila mu," kata Jack.


"Ya mau bagaimana lagi, kami saling cinta Edward bantu aku mencari siapa ayah dari anak Jesika," ucap Jack.


"Ya kau ayah nya," kata Edward.


"Omong kosong, aku tak merasa dia anak ku," kata Jack.


"Ya sudah, nanti aku akan membantu mu, tapi ingat jangan menyakiti adik ku. Jaga dia dengan sangat baik, aku yakin kalian memang sudah di takdir kan bersama."


"Pasti lah, aku tak akan menyakiti hati adik mu, aku sangat mencintai adik mu. Dia itu juga sangat menyayangi ku," kata Jack.


"Bagaimana ekspresi ayah ku tadi," tanya Edward.


"Ya begitu lah, satu golem juga mendarat di wajah," jawab Jack.


Belum sampai malam terlalu malam Edward sudah pulang. Arya kembali ikut dengan nya, ia tak enak meninggal Arya dan Salsa di rumah berdua. Sesampainya di rumah ke dua orang yang ia sayangi sudah tertidur dengan lelap. Mereka berdua tidur sambil berpelukan.


"Aduh enak sekali ya," ucap Edward.


Sebelum bergabung untuk tidur Edward membersihkan diri nya terlebih dahulu.


Pernikahan Nabila dengan Jack terdengar di kuping Narendra, ia tak marah memang itu keinginan Nabila. Ia juga sudah malas berurusan dengan keluarga kandung nya lagi, hidup nya sudah nyaman dengan kakek nya, kakek nya benar-benar sangat baik pada nya, belum pagi Marcel yang benar-benar sangat cocok dengan nya. Mereka berdua menjadi saudara sepupu yang sangat akrab.


Pagi hari nya. Nabila bangun dari pingsan nya. Ia seperti bingung dan tak ingat apa apa. Saat melihat diri nya dan Jack yang naked baru lah Nabila sadar dengan semua nya. Ia dan Jack melakukan hubungan suami istri tadi malam. Dan ia pingsan tak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Sayang bangun," ucap Nabila.


"Hmmmm." Jack enggan membuka mata nya, ia masih memeluk Nabila dengan erat.


"Sudah pagi," tanya Jack.


"Sudah, kita tadi malam tak jadikan," tanya Nabila.


"Hmmm kamu pingsan, tapi kamu tenang saja aku sudah melakukan nya," jawab Jack.


"Maksudnya," tanya Nabila.


"Aku sudah mengambil kesucian kamu, jadi kamu tak perlu khawatir jika sakit," ucap Edward.


"Begitu? jadi aku sudah tidak gadis," tanya Nabila.


"Sudah tidak sayang, kamu sudah tidak gadis lagi," jawab Jack.


Nabila menggerakkan kaki nya memang bagian inti nya terasa sakit, tetapi masih bisa ia tahan.


"Aku menginginkan nya sekarang," ucap Jack.


Dan pagi ini mau tidak mau, Nabila kembali harus menghadapi Jack. Ia malah menangis sesegukan merasakan benda besar itu tenggelam di bawa sana. Awal nya memang sangat sakit, tetapi pada Akhirnya Nabila mulai terbiasa dan mengikuti irama yang Jack lakukan.


"Enak," tanya Jack.


"Hmmm enak," jawab Nabila.


"Ganti posisi sayang," ucap Jack.


"Bagaimana," tanya Nabila.


"Menghadap ke belakang sayang," jawab Jack.


Jack memberikan Nabila posisi yang tepat agar mereka berdua kembali mengambil posisi yang tepat.


"Sayang." Nabila kembali merasakan sesuatu yang enak. Milik Jack masuk begitu dalam saat posisi seperti ini.


Di kamar lain. Arya dan Edward main bersama sama. Mereka berdua semakin dekat saja, malahan Edward menganggap Arya anak nya sendiri. Ia memang akan mengadopsi Arya sebagai anak nya. Walaupun kenyataan nya Arya adik kandung Edward.


"Abang, hmmm aku boleh main itu," tanya Arya.


"Eh tidak boleh, itu milik abang." Hampir saja Arya mengambil benda yang sangat bahaya untuk Arya sentuh.


"Oh begitu ya.."


"Sayang sayang ku, aku membawakan roti coklat," ucap Salsa bergabung dengan mereka berdua.


"Kakak baik dan cantik sekali," ucap Arya.


"Hahaha memang kakak ini cantik dan baik sekali, kamu boleh meminta apa saja pada kakak ini," kata Edward.


"Iya sayang, kamu boleh minta apa saja," ucap Salsa.


"Kakak dan abang seperti orang tua Arya."


"Sayang ayah dan mamah seperti kami berdua," tanya Salsa.


"Ayah tak tau, Arya tidak pernah bertemu dengan ayah, mamah sangat baik dan cantik seperti kakak."


"Ayah nya sudah meninggal sejak dia masih berada di kandungan," bisik Edward.


"Maaf sayang aku tidak tau," ucap Salsa.


"Ayo kita mandi," kata Edward.


"Mandi, ayo..." Arya langsung bangkit dan langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan Edward. Arya sangat suka mandi dengan Edward karena ada kolam renang kecil untuk bernama badhup.


Setelah selesai mandi mereka berdua langsung bersiap siap untuk ke kantor. Arya sudah di kenal oleh banyak orang di rumah. Karena dia anak kecil satu satunya. Arya langsung menjadi primadona banyak orang.


"Pagi Arya," ucap Nathan.


"Selamat pagi paman," kata Arya.


"Wah kamu sangat tampan ya, sama seperti dengan Edward."


"Abang mirip dengan Arya??"


"Iya sayang, kamu memang mirip dengan abang," kata Nathan.


''Kata kakak Arya mirip dengan ayah, kalau Arya mirip dengan abang berarti abang dengan ayah sama."


"Ya begitu lah sayang, kamu boleh menganggap abang sebagai ayah kamu," kata Edward.


"Seperti nya memang anak ini adik kandung Edward mengingat banyak sekali kemiripan mereka berdua, aku rasa hasil tes DNA mereka berdua tak akan lama. Kalau memang Edward menemukan keluarga nya apa dia tetap tinggal di sini atau pergi.''


"Ayah, seperti nya aku tau yang ayah pikirkan, jangan khawatir yah, aku tetap berada di sini. Aku hanya ingin mengetahui siapa keluarga ku dan apa alasan mereka meletakan ku di panti," kata Edward.


"Kalau kau pergi dari sini, betapa sepi nya rumah ini, kau harus mempunyai banyak anak agar rumah ini sangat ramai," ujar Bryan.


''Hahaha iya paman ,a akan aku laksanakan permintaan paman, tapi tidak sekarang, nanti ya kalau semua nya sudah benar benar siap."


Sementara itu di rumah sakit, Mawar masih menunggu mamah nya yang masih belum sadarkan diri, Mawar yakin ibu nya akan sembuh walaupun kemungkinan nya sangat kecil. Sekecil apapun kemungkinan itu Mawar tetap optimis jika mamah nya akan sembuh.


"Sudah waktu nya untuk kerja, aku bingung kenapa Arya sangat dekat dengan pak Edward dan istri nya bisa sangat lengket apa karena wajah mereka berdua mirip."


Mawar bersiap siap untuk pergi ke kantor. Ia sudah sangat lebih baik dari sebelumnya.Edward benar-benar sangat membantu kehidupan nya. Ia bagai malaikat penolong nya, Mawar tak percaya jika kehidupan nya bisa berubah secepat ini.


"Ah dimana taksi, kenapa tak ada si," ucap Mawar. Ia tak mungkin berjalan kaki dari rumah sakit sampai dengan kantor tempat nya bekerja.


"Hidup tak pernah lepas dari masalah karena masalah adalah satu di antara cara Tuhan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat dan dewasa," ucap Mawar untuk menyemangati diri nya.


Tak lama taksi yang Mawar tunggu datang menghampiri nya. Baru saja dia mengatakan kata kata mutiara apa yang ia tunggu akhirnya datang.

__ADS_1


__ADS_2