
Sesampainya di kantor ia langsung ke ruangan Edward, jujur ia sangat merindukan Arya. Anak satu itu seperti sudah menemukan keluarga baru nya. Sayang nya Arya dan Edward belum datang, biasa bos memang bisa datang sesuka nya walaupun sudah siang.
Mawar menunggu mereka berdua di tempat duduk nya, ia sambil mengerikan beberapa hal penting.
Edward ke apartemen Jack dulu karena tas kerja nya kemarin tertinggal. Ia sudah di beri tau Jack sandi pintu apartemen itu, jadi ia bisa langsung masuk.
"Mau ngapain bang," tanya Arya.
"Mengambil tas kerja, ayo nanti kita terlambat."
Edward dan Arya langsung masuk ke dalam. Saat mengambil tas itu kuping yang super sensitif mendengar sesuatu yang menganggu telinga nya. Suara hal yang sangat khas sekali.
"Sayang kamu tunggu di sini ya," ucap Edward.
Edward mendekati sumber suara itu, suara
itu terdengar dari kamar Nabila dan Jack. Saat mendekat ternyata Jesika juga keluar dari dalam kamar yang satu nya. Jesika mengerutkan dahi nya melihat Edward.
"Ssttt." Edward menempelkan telinga nya di kamar Nabila dan Jack.
Mata nya terbelalak mendengar suara yang semakin nyaring. Suara khas bercinta untuk yang pertama kali nya, dengan cepat Edward langsung pergi dari sana.
"Ayo.." Edward membawa Arya pergi dari dalam sana.
Jesika juga penasaran dengan apa yang terjadi. Ia membuka sedikit pintu kamar itu dan melihat apa yang terjadi di dalam.
Mata nya terbelalak melihat begitu hot nya adegan di depan nya. Jack tak pernah melakukan hal itu pada nya.
"Hmmmmmm.." Jack menumpahkan larva panas nya di dalam sana. Pertama kali nya ia mengeluarkan di dalam. Rasa nya benar-benar sangat luar biasa.
Kedua nya lemas tak berdaya. Jack bangkit dari tempat tidur dan langsung mandi. Ia harus ke perusahaan untuk bekerja. Kalau lama libur gaji nya dari Edward tak akan di beri penuh. Walaupun Edward saudara nya, tetap saja Edward masih suka memotong gaji kalau ia tak bekerja dengan penuh.
"Sayang kamu mau kemana," tanya Nabila yang melihat Jack memakai pakaian yang rapi.
"Aku mau bekerja sayang, aku mempunyai dua istri, walaupun Jesika akan berpisah dengan ku sekarang dia masih tanggung jawab ku."
Jack benar-benar sudah berubah menjadi pria yang bertanggung jawab. Ia sama sekali tidak menyesal menikah dengan Jack. Nabila yakin Jack bisa membuat nya bahagia.
Nabila benar-benar sangat lemas, ia tak bisa bergerak setelah pertempuran panjang dengan Jack. Baru sebentar Nabila memejamkan mata ia sudah tertidur kembali, melayani suami nya yang bertenaga membuat nya benar-benar sangat lelah.
Jack tersenyum melihat istri nya yang sudah kembali tidur, ia mengecup wajah Nabila dan pergi meninggalkan kamar itu. Di depan ia melihat Jesika sedang membuat susu hamil. Ini pertama kali nya Jack melihat Jesika melakukan hal itu.
"Mas...."
"Apa.. aku ingin bekerja."
"Aku ingin berbicara sebentar dengan mu," ucap Jesika.
"Aku tak ada waktu, nanti saja setelah aku pulang bekerja." Jack langsung pergi meninggalkan apartemen itu.
Di kantor Edward dan Arya baru sampai. Arya langsung naik ke pangkuan kakak nya, ia sangat merindukan Mawar yang selama ini merawat nya.
"Seperti nya dia merindukan mu, kalian harus sering bersama jika di sini. Nanti dia melupakan mu pulak dari pada aku," kata Edward.
"Dia tak akan melupakan orang yang merawatnya sejak bayi," ucap Mawar.
"Bagaimana keadaan mamah mu, apakah sudah ada perkembangan yang lebih lanjut," tanya Edward.
"Belum ada semua sudah di lakukan dokter untuk menyembuhkan mamah tapi seperti nya semua sia sia. Kanker getah bening yang menyerang mamah sudah sangat parah."
"Apa perlu kita bawa berobat keluar negeri. Aku bisa meminta ayah ku untuk melakukan nya, kasihan Arya kalau mamah mu tak sadar sasar."
"Aku rasa tidak perlu, buka aku tak sayang dengan mamah, tapi aku rasa mamah sudah sangat tersisa, aku tak mau semkin tersiksa jika mamah di bawa sana sini, aku sudah ikhlas jika mamah menyusul ayah, aku tau separuh hidup mamah sudah hilang sejak ayah meninggal. Kalau untuk Arya, ia memang tak terlalu dekat dengan mamah, karena sejak Arya balita mamah sudah sakit sakitan. Ia lebih dekat dengan ku dan menghabiskan waktu bersama ku.
''Begitu, aku mendukung apa yang kau lakukan, yang terpenting kalian berdua bisa bahagia."
Edward sedih mendengar apa yang Mawar berbicara, ia jadi merasakan bagaimana perjuangan mereka selama ini, hidup pas pasan dan orang tua yang sakit, Edward semain merasa bersyukur karena ia di asuh oleh orang tua yang sangat berkecukupan. Berbeda dengan ke dua adik nya yang bisa di katakan serba kekurangan.
''Ini ada hadiah dari istri ku untuk mu," ucap Edward sambil memberikan satu kotak hp pada Mawar.
"Dari istri bapak?"
"Iya. Kata nya dia bingung mau menghubungi mu lewat apa, dia ingin dekat dengan Arya jadi ia perlu banyak berbicara dengan mu. Aku pun sampai lupa kalau kau belum mempunyai hp."
"Pak...."
"Jangan menolak nya, itu akan menyakiti hati nya, sudah terima saja. Aku masuk dulu, kalau Arya mau masuk dalam biar kan saja, oh iya kalau ada Jack datang suruh dia masuk ke ruangan ku," ucap Edward,
"Saya tak mengenal bapak Jack."
"Pertama jangan memanggil nya bapak, kalian berdua seumuran, ke dua Jack teman sekelas mu yang datang dengan ku kemarin."
"Oh iya, kenapa aku bisa lupa," ucap Mawar.
"Jangan terlalu memikirkan uang, kau jadi cepat lupa."
Edward tersenyum dan masuk ke dalam ruangan nya. Mawar rasa Edward sudah seperti abang yang baik untuk mereka berdua, Edward mengerti apa yang mereka berdua rasakan dan pikiran. Mawar tak pernah menyangka jika bertemu dengan sosok seperti Edward.
Tak lama Jack datang ke kantor, ia terkejut Mawar sudah bekerja saja di sini, ia pun berjalan mendekati mawar yang sedang mencoba hp baru nya.
"Wah hp baru ini, sejak kapan kau bekerja di sini," tanya Jack.
"Eh ada Jack, sejak beberapa hari lalu, kau sudah datang kau di tunggu bos di dalam."
"Kau masih kuliah," tanya Jack.
"Cuti satu semester," jawab Mawar.
"Hahaha kenapa pulak, aku juga bekerja di sini tapi aku bisa kuliah, EDward pasti mengizinkan mu kuliah," kata Jack.
''Iya memang tapi aku yang tidak enak dengan nya, aku ingin fokus bekerja dan mengurus adik serta orang tua ku.
"Begitu ya sudah, aku masuk dulu, hay tampan ayo masuk," Jack berbicara dengan Arya.
"Kau mau masuk ke dalam," tanya Mawar.
"Mau..."
Arya dan Jack masuk ke dalam ruangan Edward. Edward masih mengingat betul apa yang ia dengarkan tadi. Memang Jack lebih ganas dari nya, suara Nabila saja sampai seperti itu mengingatkan nya pada Salsa kalau lagi enak enak nya.
"Wah si pengantin baru sudah datang, padahal tadi aku dengar baru terjadi gempa lokal."
"Kau dari apartemen ku," tanya Jack.
"Hahaha iya, tas kerja ku tertinggal jadi aku ke apartemen mu," jawab Edward.
"Kau mengintip ya, bagaimana cara ku bermain keren bukan," ucap Jack.
__ADS_1
"Hahahaha kau hebat. Kau mulai bekerja??"
"Iya lah, punya dua istri kalau tak bekerja mau makan apa," kata Jack.
"Wah wah wah, iyalah yang punya dua istri, setiap malam ganti ganti," ucap Edward.
Di luar Mawar mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit. Mereka memberitahu jika orang tua nya kembali drop, hal itu benar-benar membuat Mawar sangat panik, ia memutuskan untuk langsung ke rumah sakit, sebelum itu ia memberitahu Edward dulu, agar Edward tidak mencari keberadaan nya.
"Pak," ucap Mawar.
"Iya?? kenapa wajah mu panik seperti itu," tanya Edward.
"Saya harus kembali ke rumah sakit, mamah saya drop," jawab Mawar.
"Apa!! ayo aku antar kan sekarang," ucap Edward.
Memang agar lebih cepat Mawar tak masalah Edward mau mengantarkan nya.
Bukan hanya Edward yang mengantarkan Mawar ke rumah sakit, Jack pun ikut dengan mereka, ia rasa nanti ia pasti aan di butuhkan juga. Sesampai nya di rumah sakit, merea sudah tak menemukan orang tua Mawar di ruangan nya, orang tua Mawar sudah di pindahkan ke UGD. Mawar sangat panik sekali, tetapi agar Arya tak ikut merasakan apa yang ia rasakan sekarang, Mawar memilih lebih menenangkan diri nya, ia tak mau membuat semua orang panik karena diri nya.
Bukan hanya Mawar, Edward saja yang status nya belum jelas dengan keluarga ini ikut pani seperti dengan Mawar, ia merasakan apa yang Mawar rasakan sekarang, jujur ia sangat takut orang tua Mawar meninggal, ia belum mendapatkan infomasi apapun dari orang tua Mawar.
"Tenang, yakin saja semua nya baik baik saja,'' ucap Edward.
"Iya terimakasih," ucap Mawar.
Mereka menunggu cukup lama di luar sana. Dokter yang menangani orang tua Mawar akhir nya keluar juga dari dalam ruangan itu, dari ekspresi wajah dokter ini seperti ada yang tidak beres.
"Bagaimana dok," tanya Mawar ragu ragu, perasaanya sudah sangat tidak enak sekali.
Dokter menggelengkan kepala nya, suasana di tempat itu langsung berubah seketika, tangisan Mawar tak terhindarkan, ia memeluk Arya dan menangis sesegukan, begitu juga dengan Arya yang seakan akan mengerti jika ia sudah menjadi yatim piatu.
Edward membalik tubuh nya, ia juga tak bisa menahan air mata nya, rasa sedih yang Mawar dan Arya rasakan juga menusuk hati nya, Edward tak pernah sesedih ini sebelumnya. Ia juga seperti kehilangan seseorang yang sangat penting dalam hidup nya.
Jack mengusap punggung Edward dengan perlahan, ia sudah mendengar semua cerita Edward, ia juga yakin seperti dengan Edward jika mereka semua memang keluarga kandung Edward.
''Sabar, kau harus kuat di depan mereka, sekarang mereka tanggung jawab mu," ucap Jack.
Yang Jack katakan benar, ia harus kuat di depan mereka berdua, Edward memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat orang tua nya untuk pertama dan yang terakhir kalinya, memang sangat menyakitkan untuk Edward apalagi Edward sudah sangat yakin jika mereka memang keluarga kandung nya.
Hati Edward terasa terketuk melihat wanita di depan nya yang sudah tak bernyawa, nafas nya terasa sangat sesak, tanpa sadar Edward kembali meneteskan air mata nya, sambil menatap wanita itu Edward mendekati wanita itu, tangan wanita itu ia genggam dan ia cium beberapa kali, rasa nya benar benar sangat dingin sekali, sama yang Edward rasakan saat ini.
"Maa...maafkan aku, maafkan aku baru menemukan mu, aku berjanji akan menjaga mereka dengan sangat baik, aku berjanji akan membuat mereka bahagia. Walaupun alu tak pernah merasakan kasih sayang mu, aku tetap menyayangi mu....."
"Ma...mah...!!!" Bibir Edward bergetar mengucapkan kata mamah pada wanita itu, rasa nya benar benar sangat menyakitkan untuk nya. Ini pertama kali dan terakhir kali nya ia mengatakan mamah pada wanita di depan nya.
Terdengar suara Mawar yang masuk ke dalam, ia segera cepat menyingkir dari sana, ia membiarkan Mawar melepaskan kesedihan nya. Jack memberikan Arya pada Edward, dengan cepat Edward memeluk Arya dengan sangat erat, berulang kali ia mengecup kepala nya.
''Kamu aman dengan abang, abang akan membuat mu bahagia,'' ucap Edward.
Pemakaman orang tua mereka di serahkan ke piha rumah sakit agar semua nya lebih muda, mereka bertiga sudah ikhlas melepaskan kepergian orang tua mereka. Mawar yakin memang ini yang terbaik, mamah nya pergi dengan tenang karena sudah melihat nya dan Arya hidup dengan baik. Apalagi sebenarnya mereka berdua sudah bertemu dengan seseorang yang menjaga mereka dengan sangat baik.
Pemakaman ibu mereka bahkan di hadiri oleh Nathan dan Helen, mereka juga ingin melepaskan kepergian orang tua Edward, hasil tes DNA nya juga sudah keluar baru saja, semua jawaban sudah ada di tangan Nathan.
''Kau kuat adik adik mu memerlukan kekuatan mu," ucap Nathan.
"Iya yah, terimakasih sudah datang," kata Edward.
Setelah pemakaman selesai mereka semua di bawa pulang oleh Nathan, karena ada hal yang ingin Nathan umum kan , sudah pasti tentang hasil tes DNA Edward dengan mereka berdua, hasil nya positif atau negatif.
Nathan turun dari lantai atas membawa selembar kertas hasil tes DNA antara Edward, Arya dan juga Mawar. Edward tersenyum melihat kertas itu, karena arti nya ia akan segera tau semua kebenaran ini.
"Apa yang ingin tuan katakan," tanya Mawar.
"Pertama jangan panggil saya tuan, panggil saja ayah," jawab Nathan yang memang sudah tau hasil nya.
"Ayah." Mawar tampak kebingungan.
"Itu ayah kita kak," tanya Arya.
"Iya sayang, ayah abang ayah Arya juga," jawab Edward.
"Apa maksud dari semua ini, saya masih tidak mengerti, tolong jelaskan," ucap Mawar.
"Sebelumnya aku minta maaf Mawar karena melakukan hal ini diam diam, aku sudah curiga jika kalian keluarga ku yang hilang, pertama arena kalian berdua ada kemiripan dengan ku, aku merasa kita juga memiliki ikatan, apa yang tak bisa Arya makan sama dengan ku, Arya juga memiliki tanda lahir di punggung sama seperti ku. Dan terakhir aku seperti anak yang kau ceritakan hilang itu. Jadi aku memutuskan untuk melakukan tes DNA," jelas Edward.
"Lalu bagaimana hasil nya,'' tanya Mawar.
"Ada di tangan ayah," jawab Edward.
Nathan memberikan pada mereka bertiga agar mereka bisa membaca nya sendiri, mata Edward dan Mawar terbuka lebar saat membaca kata positif.
''Kalian bertiga memang adik kakak yang terpisahkan," ucap Nathan.
Karena terlalu senang dan terkejut mereka langsung berpelukan dengan sangat erat, Mawar sama sekali tak pernah menduga hal ini, ia tak ada curiga sedikit pun pada Edward, tetapi ia juga merasa nyaman dan aman berada di samping Edward. Edward yang memang sudah menduga hal ini lega karena akhirnya semua terungkap juga.
"Abang sangat menyayangi kalian berdua, abang akan menjadi orang tua untuk kalian berdua," ucap Edward.
"Jadi selama ini kebaikan mu, karena ini, kenapa tak bilang dari awal," tanya Mawar.
"Abang hanya menunggu semua bukti ini, agar kalian berdua tak takut dengan ku, apalagi kau sampai berpikir kalau aku akan menjadikan mu istri ke dua ku."
"Edward yang kau ingin kan sudah terjadi, semua ini berkat usaha dan doa yang selama ini kau ucapkan," kata Helen.
"Ayah mah, aku sudah mempunyai keluarga baru, aku tak mungkin membiarkan adik adik ku tinggal sendiri, aku ingin tinggal dengan mereka.'
''Edward kan kau sudah janji pada ayah untuk tetep tinggal di sini, kalau kau pergi rumah ini akan semakin sepi saja. Ayah sudah memikirkan nya sejak kemarin kau boleh membawa adik adik mu untuk tinggal di sini, rumah ini sangat luas ada belasan kamat di rumah ini, jadi tak perlu kalau privasi adik adik mu akan terganggu."
"Ya mas tinggal di sini saja ya, aku belum mau berpisah dengan orang tua ku," ujar Salsa.
"Bagaimana Mawar kamu mau tinggal di sini kan, jangan takut mereka semua menerima kalian berdua dengan sangat baik."
"Aku mau dimana saja asalkan dengan mu, aku tak mau berpisah dengan kalian berdua," ucap Mawar.
"Jack kau tak ingin tinggal di sini lagi," tanya Edward.
"Setelah masalah ku selesai aku akan kembali tinggal di sini," ucap Jack.
Akhirnya Edward dapat berkumpul dengan adik adik nya, walaupun tapa orang tua. Edward tetap merasa sangat senang karena sebelum mamahnya meninggal ia sudah bertemu dengan adik adik nya, Edward sudah merencanakan masa depan yang indah untuk adik adik nya, Arya akan ia sekolah kan ke paud terdekat sedangkan Mawar akan kembali kuliah, Edward tak akan mengizinkan Mawar untuk bekerja, karena jujur pekerjaan Mawar cukup kacau, mungkin karena dia belum mempunyai pengalaman kerja sebelumnya.
"Abang aku mau tetap bekerja, sambil kuliah juga tak papa," kata Mawar.
"Tidak ada, sebenarnya pekerjaan mu cukup kacau, abang dan Jack saja sampai bingung, nah karena kau sudah resmi menjadi adik ku tugas mu hanya kuliah saja, abang ingin kau mendapatkan IPK yang sempurna," ucap Edward.
"Lalu Arya bagaimana, siapa yang akan merawat nya," tanya Mawar.
"Jangan pikirkan Arya, dia akan masuk sekolah paud, nah ada juga istri ku dan nenek nya yang akan merawat nya," kata Edward.
__ADS_1
Kembali pada masalah Jack dan ke dua istri nya, karena Edward sudah bahagia dengan keluarga kandung nya. Jack sangat bingung karena orang yang ia suruh untuk mencari bukti soal anak yang ada di kandungan Jesika kehilangan Jejak pria itu.
"Bagaimana ya, apa dia sebenarnya sudah tau kalau kami sedang curiga dengan nya," ucap Jack.
Jack sedang di rumah orang tua nya sedangkan ke dua istri nya di rumah berdua, Nabila sudah Jack peringatkan agar tak mendekati si ular Jesika, Jesika memang sangat beracun sekali, Jack takut istri nya terkena racun yang Jesika miliki.
"Aku ingin berbicara dengan mu," ucap Jesika.
"Maaf aku tak bisa, aku di larang untuk berbicara dengan mu oleh suami ku," tolak Nabila.
"Hey suami mu suami ku juga, sadar kau itu mengambil dia dari aku, kau madu ku. Dan seharusnya kau sadar akan hal itu, jangan jadi wanita yang tak tau diri."
Nabila hanya diam mendengar penghinaan yang Jesika katakan, memang apa yang Jesika katakan itu benar apa ada nya. Ia pelakor dalam rumah tangga Jack dan istri nya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan,'' tanya Nabila.
"Aku hanya ingin berdamai dengan mu, aku bisa menerima mu menjadi istri muda suami ku. Tapi aku mohon bujuk suami agar tidak menceraikan ku sampai anak ini lahir, aku tak mau anak ini lahir tanpa ayah, setelah anak ini lahir aku akan membawa nya pergi dan aku tak akan menganggu rumah tangga mu lagi,'' jawab Jesika.
"Maaf aku tak bisa, anak ini pasti memiliki ayah kandung, kau bisa meminta tanggung jawab ayah nya, jangan suami ku kau jadikan wadah untuk kesalahan yang kau perbuat sendiri.''
"Nabila aku mohon aku yakin kamu itu wanita yang sangat baik, aku yakin kamu mempunyai hati. Apa kamu tega anak ini tak tumbuh dengan baik, dia tak berdosa,tak seharunya dia menanggung dosa yang aku perbuat," kata Jesika.
"Oke hanya sampai anak itu lahir, aku pegang apa yang kamu katakan, kalau kamu berbohong kamu tau sendiri aan berurusan dengan siapa. Tapi aku tak janji Jack akan menuruti apa yang aku katakan dia juga tegas ke pada ku," ucap Nabila.
"Aku yakin Jack akan menuruti apa yang kamu katakan karena Jc sangat mencintai mu."
"Bagaimana barang suami kita nikmat bukan, sebelum kamu aku dulu yang menikmati nya, percaya lah apa yang ia katakan saat bercinta dengan mu sama dengan apa yang dia katakan saat sedang bersama ku." Sambil tersenyum Jesika pergi meninggalkan Nabila
"Kau salah apa yang suami ku katakan pada ku, pada gadis seperti ku. Bukan gadis rasa JANDA." Nabil tak mau kalah dengan Jesika, tetap;i sebelum semua nya semain panjang Nabila masuk lebih dulu ke dalam kamar nya.
Jesika mengepalkan tangannya, bisa bisa nya Nabila bisa berkata seperti itu memang untuk saat ini pasti Jack tak akan mau menyentuh nya, Jack pasti lebih memilih sarang yang lebih baik pada nya. Tetapi saat Nabila hamil mudah nanti, ia akan merebut kembali Jack pada nya.
"Aku akan mengambil suami ku kembali dari mu pelakor," ucap Jesika.
Jack yang takut istri tercinta nya kenapa napa segara kembali ke rumah, ia tak mau mengambil resiko lebih, ia sangat tak percaya dengan Jesika.
"Sayang," ucap Jack.
"Aku tak kau cari, kenapa istri mudah mu saja yang kau cari, aku juga istri mu dan aku sangat berhak atas diri mu," ucap Jesika.
"Terus mau mu apa,Jesika coba pikir yang membuat ku seperti ini diri mu sendiri, jangan membuat aku membenci mu semakin dalam, coba saja kau tak selingkuh dari ku, apa kurang nya aku, aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan, memberikan semua apa yang kamu mau. Apa sulit nya untuk setia pada ku, apa salah nya untuk menjadi istri yang baik pada ku, aku awalnya tak peduli jika anak itu bukan anak ku. Ya aku sangat mencintai mu sebelum ini, tetapi rasa cinta itu sudah berubah jadi rasa benci saat melihat mu berciuman dengan pria lain."
Maafkan aku Jack, aku mohon Jack jangan ceraikan aku sampai anak ini lahir, ini anak mu Jack, kamu yang membuat nya dengan ku," kata jesika.
"Aku sama sekali tidak percaya dengan mu Jesika, kau itu ular yang sangat berbisa, aku sangat takut terkena bisa dari mu." Jack membalik tubuh nya dan pergi meninggalkan Jesika.
Jesika berlari memeluk Jack, ia masih berusaha untuk mengambil hati Jack kembali.
"Aku masih istri mu setidak nya adil lah padaku dan Nabila, aku bisa menerima nya sebagai madu ku. Kau harus tetap adil sampai kau menemukan bukti yang kau cari."
"Akan aku coba," ucap Jack.
Jesika membalik tubuh Jack, ia mencium bibir Jack dengan sangat ganas nya, kucing jika di berikan ikan asin pasti tak akan menolak. Begitu juga dengan Jack, cara Jesika mencium nya benar benar di atas rata rata.
Jesika tersenyum saat Jack mulai mencium leher nya, Jack sangat mudah ia pancing. Senyuman Jesika ke arah Nabila yang melihat adegan mereka berdua.
Jack cepat tersadar, ia melepaskan Jesika dan berjalan ke kamar nya dengan Nabila. Nabila yang melihat Jack mendekati kamar, langung berbaring di atas ranjang, seperti nya istri mudah dan istri tua akan segera bertempur merebutkan sosok pria perkasa seperti Jack.
"Sayang kamu sudah pulang, bagaimana dengan kakak ku, aku dengar dia bertemu dengan keluarga kandung nya."
"Iya dia sudah menemukan keluarga nya, dia memiliki adik wanita bernama Mawar dan adik laki laki bernama Arya. Adik wanita nya sangat cantik sayang, dan ternyata satu kelas dengan ku," kata Jack.
"Jangan bilang dia mau kamu jadikan istri ke tiga mu," tanya Nabila.
"Hahaha kalau kamu mengizinkan juga tak papa sayang, kan aku bisa menikah sampai 4 istri."
"Sayang, aku tak akan mengizinkan kamu, kamu jangan macam macam ya, aku akan mengadu pada abang dan ayah ku," kata Nabila.
"Hahaha begitu cinta nya kamu pada ku, sampai kamu takut kehilangan ku, aku tak akan mendua kan mu sayang, kamu yang terakhir untuk ku," ucap Jack.
''Aku tak percaya dengan gombalan mu, kata kamu tak akan menyentuh wanita itu, tapi tadi aku lihat kamu berciuman dengan nya,'' kata Nabila.
"Hahaha aku tak tau kamu melihat nya, maafkan aku sayang, tadi aku benar benar tak berniat mencium nya, dia dulu yang menyerang ku, terus dia berkata aku masih istri mu, bau masih mempunyai hak atas diri mu. Terus aku harus bagaimana sayang, aku belum menemukan bukti apapun."
"Ya ya ya aku mengerti, aku tak bisa egois karena di sini aku posisi nya yang merebut mu dari dia. Dan sayang aku minta pada mu, kamu mempertahan kan nya sampai anak nya lahir, aku kasihan dengan anak itu ketika lahir nanti tak punya ayah, kalau ibu nya tak mau merawat nya aku bersedia merawat nya sebagai anak ku, mana tau benih mu bercampur dengan benih pria lain, jadi lah anak itu," kata Nabila.
''Sayang mana mungkin begitu, kamu yakin aku mempertahan kan nya sampai di lahiran, kamu tau bagaimana ular nya dia,'' ucap Jack.
"Aku sangat yakin, biar saja istri muda bertarung dengan istri lama ular nya Jesika akan menghadapi singa si raja hutan itu ya aku." Nabila mengatakan nya dengan sangat yakin, seperti nya akan ada pertandingan seru antara Nabila dan Jesika.
"Kamu tau bagaimana kamu bisa menang melawan nya, cara nya sangat mudah sayang, kamu harus hamil anakku, dan tingkatan permainan mu, jangan sampai dia menggoda ku dan aku tergoda dengan nya."
"Begitu, seperti nya apa yang di katakan ayah ku benar, aku harus membuat mu cukup dengan satu wanita," ucap Nabila.
Hari ini Narendra kembali pulang ke rumah atas permintaan ayah nya, sebenarnya ia tak mau, Tetapi Nathan memaksa karena ia sudah sangat merindukan putra nya itu.
"Ayah sebenarnya aku sangat merindukan mu, aku juga sangat merindukan uang mu, tetapi ya mau bagaimana lagi aku malas membuat mu bersedih karena ku pasti selalu bertengkar dengan nya.''
"Yah yah yah, ya sudahlah yah, dia juga sudah bertemu dengan keluarga kandung nya," kata Nathan.
'Berarti dia sudah tak tinggal di sini," tanya Narendra.
"Dia tetap tinggal di sini, ayah tak membiarkan dia pergi dari sini, rumah ini akan sepi kalau semua nya pergi. Dia mempunyai satu ad wanita yang sangat cantik dan satu adik pria yang juga tinggal di sini," ucap Nathan.
Narendra membuang nafas nya dengan kasar, bagaimana bisa ayah nya menampung banyak orang di rumah.
"Ayah kenapa ayah menampung banyak orang asing di rumah. Aku jadi tidak semain betah di rumah."
"Sayang, kau tak boleh begitu, kenapa kau jadi seperti ini si, padahal kau dan dia sangat dekat dulu, apa yang membuat kalian bertengkar sepeti ini," tanya Nathan,
"Dia yang memulai nya, dia yang memberikan harapan yang besar pada ku tetapi dia juga yang menghancurkan harapan itu," jawab Narendra.
"Kata ayah dia mempunyai seorang adik wanita, apa dia seumuran dengan ku??"
"Y dia seumuran dengan mu, dia sekelas dengan Jack," kata Nathan.
"Ayah aku akan tinggal di sini kembali, asalkan dia menjadi asisten pribadiku, aku sangat pusing masalah kuliah dan juga kantor, aku membutuhkan orang yang mempersipakan kebutuhan ku dan membantu perkuliahan ku," ucap Narendra.
"Itu saja saja kita menghina nya dong," kata Nathan.
"Tidak ayah, aku hanya memerlukan bantuan nya. Hitung hitung sebagai biaya nya tinggal di sini. Aku yakin Edward dan dia pasti akan setuju, tapi ayah yang mengatakan nya jangan aku."
"Akan ayah bicarakan," ucap Nathan.
Mau tak mau Nathan mengatakan apa yang Narenda inginkan pada Edward, semoga saja Edward mengizinkan Mawar melakukan apa yang Narenda inginkan. Apa yang Narenda inginkan juga tidak terlalu berat, hanya membantu nya saja.
Narenda tersenyum manis, ia sudah merencanakan sesuatu untuk membalas semua sakit yang Edward berikan pada nya, ia tak akan membiarkan Edward melakukan hal jahat itu saja pada nya.
__ADS_1