Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Maaf sedikit dulu ya..


__ADS_3

"Dengarkan aku, aku tidak memaksa mu menikah dengan ku, aku sudah memberikan mu tawaran. Kalau kau tidak mau tidak masalah, asalkan kau jangan sampai hamil dan kau tidak menyeret ku saat permasalahan mu nanti dengan suami mu. Pasti suami mu akan kecewa karena kau sudah tidak perawan lagi."


"Narendra, aku takut nanti kamu malah kasar pada ku," ucap Mawar.


"Hey kalau kau menjadi istri ku, bagaimana mungkin aku bisa kasar dengan mu, aku bisa menjadi perkedel di buat abang mu," kata Narendra.


Mawar harus berpikir dengan bijak, ia tidak mau hidup nya akan hancur di masa depan nanti, ia takut suami nya nanti tidak mau menerima diri nya saat tau diri nya sudah tidak perawan lagi, kegadisan harga mati untu pria. Tetapi ia juga tidak yakin dengan ucapan Narendra, ia sudah tau bagaimana sifat Narendra bagaimana.


"Kamu janji tidak akan semena mena pada ku?"

__ADS_1


"Hmmmm."


"Aku hanya ingin kau mengatakan aku tidak melakukan apa apa pada mu, karena memang ini bukan kesalahan ku, ini kesalahan kita berdua. Katakan saja kita menikah kerena pilihan kita sendiri."


"Hmmm iya, kamu takut dengan abang ku kan, itu sebab nya kamu mau langsung bertanggungjawab."


Narendra mendekati Mawar kembali, ia menarik Mawar sampai Mawar berada di bawah tubuh nya. Jantung mereka berdua benar-benar berdetak dengan sangat keras.


"Ini bekas ku," ucap Narendra.

__ADS_1


"Kamu yang melakukan nya, aku tidak sadar sama sekali," kata Mawar.


"Jadi kau tidak merasakan bagaimana rasa nya??"


"Ti.. tidak.. Bagaimana mungkin aku merasakan nya aku saja tidak sadar..."


"Ingin merasakan nya lagi," tanya Narendra.


"Tidak mau," tolak Mawar.

__ADS_1


"Tubuh mu sangat seksi boleh aku melihat nya," tangan Narendra ingin menarik selimut yang menutupi tubuh Mawar.


"Narendra..." Teriak Mawar...


__ADS_2