Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 58


__ADS_3

"Hey kebo," ucap Narendra.


Pada akhirnya ia pun membangunkan Mawar, percuma saja ia membeli martabak tetapi ia meminta nya sudah tidur.


"Kebo.." Narendra meletakkan sebungkus martabak itu di atas wajah Mawar.


"Mas..." Mawar yang sadar langsung menyingkirkan nya dari atas wajah.


"Bangun, kau mau tidak? aku sudah membelikan nya untuk mu, kau malah tidur," ucap Narendra.


"Iya aku bangun.." Mawar memperbaiki posisi nya.


Ia mengambil sebungkus martabak yang Narendra berikan. Ia tidak ada ekspektasi sama sekali Narendra mau membelikan nya martabak, Narendra sudah berkata sebelum nya jika ia tidak mau membeli martabak untuk nya, tetapi nyata nya Narendra membawa kan nya.


"Makasih," ucap Mawar.


"Tidak gratis.." Narendra berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Mawar tidak peduli dengan apa yang Narendra katakan, ia menikmati saja Martabak yang Narendra bawa. Rasa nya benar-benar sangat enak sekali, suaminya sangat pintar memilih martabak yang enak.

__ADS_1


"Arya sangat suka ini, aku harus menyisakan nya," ucap Mawar.


Narendra keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai dalaman saja, Mawar sempat melongok sejenak tetapi ia langsung memalingkan wajahnya, ia sudah melihat semua bentuk tubuh Narendra, jadi ia sudah tidak terlalu heran lagi. Semua nya memang terpahat sangat sempurna, Mawar tidak pernah bosan jika harus memandang suaminya dalam keadaan seperti itu.


"Enak," tanya Narendra.


"Enak," jawab Mawar.


"Lalu kenapa tidak kau habiskan," tanya Narendra.


"Untuk adik ku, dia sangat suka makan martabak," jawab Mawar.


"Ini juga terlalu banyak, tidak sanggup aku memakannya." Mawar meletakan kotak martabak itu ke atas meja, ia ingin membersihkan gigi nya dari coklat yang menempel.


"Pakai saja pakaian seksi saat keluar kamar mandi," ucap Narendra.


"Tidak mau," tolak Mawar.


"Eh kau tu istri ku nurut saja lah," ucap Narendra.

__ADS_1


Mawar mengerutkan dahi nya, saat melintasi Narendra, mata Mawar tertuju pada adik Narendra yang seperti sudah mulai bangun dari tidur nya.


"Mata mu," ucap Narendra.


"Galak sekali," kata Mawar.


Mawar rasa Narendra adalah orang yang berbeda saat ia sedang ingin meminta jatah, ia akan sangat manis dengan ekspresi wajah yang benar-benar sangat menggoda, tetapi kalau tidak sedang meminta jatah Narendra sangat galak, tidak ada wajah menggemaskan di wajah nya.


Narendra menunggu Mawar di atas ranjang, baru kemarin ia menikah dengan Mawar tetapi rasa nya sudah sangat berbeda dari hari biasanya. Apalagi Narendra sudah meniduri Mawar dua kali dalam sehari dan ia malah ingin nambah lagi. Ntah kenapa rasa nya sangat candu yang membuat diri nya ingin terus menambah.


"Pantas saja Jack betah memiliki istri dua," ucap Narendra.


Kembali pada Jack, ia membawakan makanan untuk Nabila yang sedang menonton, ia yakin Nabila sangat memerlukan makanan ringan.


"Sayang kamu benar-benar sangat mengerti apa yang aku mau," ucap Nabila.


"Hahaha iya lah, aku kan suami kamu, apa yang tidak aku tau tentang mu," kata Jack.


Di luar kamar. Jesika benar-benar marah pada Jack karena terlalu cepat meninggalkan nya, ia juga mendapatkan panggilan dari seseorang. Banyak hal yang mereka bahas, tentu saja hal yang sangat rahasia

__ADS_1


"Aku bunuh dia? sangat menarik," ucap Jesika.


__ADS_2