Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Balek


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, liburan mereka berdua benar-benar sangat menyenangkan, semua nya berjalan dengan sangat mulus tanpa hambatan. Benih-benih cinta yang tumbuh juga semakin besar pulak. Setelah seminggu lama nya mereka berdua sudah harus kembali ke Indonesia, banyak hal yang sudah menunggu mereka di sana, terutama pekerjaan yang sudah sangat menumpuk.


"Ay sudah waktunya untuk kita pulang, sebelum pulang main ke rumah tante ku yuk," ucap Nathan.


"Pesawat kita nanti sore, masih ada waktu 7 jam lagi, kita juga sudah packing jadi tidak ada salah nya."


"Oh iya nanti aku kamu perkenalkan sebagai apa, teman, partner kerja atau...


"Ya jelas pacar dong ay, mereka tidak ada urusan nya dengan hubungan percintaan ku, kalau ke daddy ku baru kita belum bisa jujur pada mereka. Aku harus menjelaskan semuanya dengan perlahan," kata Nathan.


Mereka berdua pun langsung pergi ke rumah tante Nathan yang bernama Vira, saudara kembar dari ayah Nathan Vino. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu dan karena ada kesempatan kenapa tidak.


"Mereka punya anak kembar ay, aku suka dengan anak kembar, sangat menggemaskan," kata Nathan.


"Keluarga mu punya banyak anak kembar ya," ucap Helen.


"Ya sudah keturunan ay, kamu juga bisa mempunyai anak kembar," kata Nathan.


Sesampainya di rumah Vira. Mereka berdua langsung di sambut oleh Vira dengan suaminya Kevin. Sebelum nya Nathan sudah memberikan kabar jika ia akan datang bersama pacar nya.


"Jagoan ku." Kevin memeluk Nathan. Mereka berdua memang cukup dekat.


"Paman apa kabar," tanya Nathan.


"Sangat baik boy, bagaimana dengan kabar mu? baik baik saja kan?"


"Sangat baik paman, tante apa kabar," tanya Nathan.


"Sangat baik nat, hmmm itu pacar?"


"Ya jelas dong sayang, Nathan yang tampan ini tidak mungkin jomblo," kata Kevin.


"Hahaha paman bisa saja, perkenalkan dia Helen pacar ku, cantik bukan?"


"Sangat cantik."


"Salam kenal tante paman," ucap Helen.


"Salam kenal, cantik sekali. Ayo masuk masuk," kata Vira.


"Dimana anak anak paman, si kembar," tanya Nathan.


"Dibawa oleh Cherry pergi," jawab Kevin.


"Sendiri," tanya Nathan.


"Dengan teman nya, pria paman tidak tau siapa dia. Tapi seperti nya mereka dekat, tapi...


"Kenapa," tanya Nathan.


"Usia nya jauh dari Cherry, seperti nya ya. Paman tidak tau juga, tapi saat paman tanya kata Cherry atasan kampusnya. Ya mungkin memeng mereka lagi ada tugas," jawab Kevin.

__ADS_1


"Nah iya paman, mereka memang ada tugas bersama, aku sudah pernah bertemu dengan nya kok, dia sangat baik sekali."


"Dia memang baik, sopan juga, jadi paman tidak khawatir melepaskan Cherry untuk pergi. Kemarin kemarin dia sangat liar, paman sangat pusing di buat nya."


"Nikahkan saja paman," ucap Nathan.


"Enak saja, usia nya masih sangat muda."


"Rujak," ucap Helen.


"Iya tante mu sedang ngidam," kata Kevin.


"Ha!! tante hamil lagi," tanya Nathan.


"Hahaha iya nat, ya kebobolan," jawab Vira.


"Ya ampun tan, ini salah paman. Paman sama seperti daddy, buat anak saja kerjaannya," kata Nathan.


"Hahaha nama nya manusia Nat, tidak enak jika tidak buat anak."


"Kamu mau Helen," tanya Vira.


"Kalau aku mau tidak dikira sedang hamil kan," tanya Helen.


"Hahaha ya tidak, asalkan Nathan tidak macam macam."


"Tidak tidak, aku tidak berani tan," ujar Nathan.


"Aku sudah menyusul mereka, udah sangat siap, tapi daddy kan..."


"Hahaha iya lah, paman tau semuanya. Ya dulu paman dan Vira juga tidak direstui tapi ya bisa menikah juga. Jika sudah takdir dan jodoh mau bagaimana pun tetap akan bersama."


"DP dulu paman," tanya Nathan.


"Sebenarnya hampir DP nat, tapi tidak jadi karena keguguhan paman memperjuangkan tante mu," jawab Kevin.


"Iya kah paman," tanya Nathan.


"Iya nat, dulu tante tidak nakal kok, paman mu yang nakal," jawab Vira.


"Kata siapa, kamu dulu nakal sayang."


"Pantas saja lah, hahaha," ucap Nathan.


Lagi dan lagi Helen merasa sangat iri pada Nathan, dimana mana keluarga nya sangat hangat pada siapapun. Sangat jauh dengan keluarga nya yang benar-benar seperti tidak menganggap nya.


Sore hari nya Helen dan Nathan sudah berada di bandara untuk pulang ke Indonesia. Awal nya Helen hanya membawa satu koper besar saja tapi saat pulang ia membawa 4 koper besar. Semua itu barang barang hanya ia beli di Jepang. Dan semua itu juga Nathan yang membayarnya. Bukan karena Helen matre tapi Nathan yang memaksa nya, setiap ia ingin bayar Nathan sudah membayar nya terlebih dahulu.


"Wanita," ucap Nathan.


"Hahaha nama nya juga Wanita," kata Helen.

__ADS_1


"Mau," tanya Helen.


"Tidak mau, aku sudah punya sosis yang lebih besar," kata Nathan.


"Hahaha ini enak sayang," ucap Helen.


"Punya ku lebih enak sayang, besar tahan lama dan tidak habis habis," kata Nathan.


"Sosis apa si," tanya Helen.


"Itu sayang, yang bagian bawa."


"Nat kamu mesum," kata Helen.


"Gak papa ay, kan seru kalau mesum."


"Mau liat," kata Helen.


"Serius? boleh lah," ucap Nathan.


"Tidak mau, aku bercanda, aku tidak mau, aku malu."


"Kan aku yang punya ay, kenapa kamu yang malu," kata Nathan.


"Ya kamu tidak mempunyai malu."


"Tidak lah, dengan pacar ku kok, calon istri ku."


"Ssttt diam aku ingin tidur, jangan bangunkan aku sampai kita sampai."


Di Indonesia Vino bertemu dengan sahabat lama nya, ia ingin membicarakan hal penting dengan sahabat nya itu, yang pasti hal yang sudah ia rencanakan sejak beberapa waktu lalu.


"Apa kabar Mark," tanya Vino.


"Sangat baik Vin, apa kabar dengan mu dan keluarga mu," tanya Mark.


"Juga sangat baik, mana anak mu?"


"Dia sedang ikut mamah nya ke panti, sudah menjadi rutinitas," kata Mark.


"Sangat keren, aku sangat suka dengan apa yang dilakukan oleh anak mu," ucap Vino.


"Ya suka untuk mu atau untuk anak mu," tanya Mark.


"Ya anak ku lah, kan kita sudah membicarakan nya via Telepon."


"Bagaimana ya aku setuju saja lah, lagi pula aku tau Nathan, dan memang lebih baik anak ku berjodoh dengan orang yang aku kenal."


"Nah itu aku ingin yang terbaik untuk anak ku, dan seperti nya memang anak mu orang nya. Mereka pasti bisa saling menerima, ya walaupun belum pernah bertemu."


"Hahaha pasti bisa, anak ku sangat penurut."

__ADS_1


"Nathan mungkin bisa aku giring, aku kasihan dengan nya yang sudah minta menikah tapi belum aku perbolehkan. Lebih baik menikah dengan wanita pilihan ku dari pada dia mencari yang tidak jelas."


__ADS_2