Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 15


__ADS_3

Nabila memegang bibir nya yang masih terasa hangat untuk nya, ia tak tau bagaimana ia bisa diam saja saat Jack mencium nya. Rasa nya aneh dan ia suka, mau bagaimana lagi ia cinta mati pada Jack. Mau apapun yang Jack lakukan pada nya pasti Nabila terima dengan sangat seneng.


"Jangan katakan pada siapa siapa," ucap Jack.


"Jack kamu mencium ku semudah itu," tanya Nabila.


"Mudah untuk ku, bibir mu sangat manis," jawab Jack.


Setelah mengecek semuanya, Jack merasa sangat senang melihat tugas nya sudah terkumpul dengan cepat. Ia yakin nilai nya akan tinggi jika Nabila yang mengerjakan nya. Ia sudah sering meminta Nabila mengerjakan tugasnya dan sudah pasti tak ada yang mengecewakan.


"Sudah ayo pulang," ucap Jack.


"Iya." Nabila ikut saja apa yang Jack katakan.


Di rumah pertempuran sengit kembali terjadi. Si buaya Edward sedang ketagihan goyangan istri nya. Ia asik melakukan hal itu sepanjang hari dengan Salsa, mereka akan berhenti jika lelah dan akan lanjut lagi tanpa memikirkan hal lainnya. Edward sangat suka dan Salsa menikmati saja, ya walaupun bagian inti nya terasa sakit.

__ADS_1


"Ahhhhhh." Edward melepaskan benih nya kembali untuk yang ketiga kali nya hari ini.


"Sudah aku tak tahan, sakit," ucap Salsa sambil mengatur nafas nya dengan perlahan.


"Iya, pinggang ku mau patah, tapi enak sekali," kata Edward.


"Iya memang enak, aku sangat suka. Tetapi tidak sesering ini juga. Kamu pikir tidak panas dan tidak sakit," ucap Salsa.


"Kamu yang meminta nya tadi, aku kan hanya menjalankan tugas ku sebagai suami mu," kata Edward.


Edward berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia membiarkan Salsa untuk beristirahat dulu. Edward tak tau kenapa diri nya bisa sampai seperti ini. Padahal sebelum nya jelas jelas ia sudah menolak Salsa, eh malah ia yang ketagihan, siapa yang tak mau, tapi rasa nya enak jadi Edward tak terlalu memikirkan nya.


"Nanti setelah Narendra mendengar berita ini pasti dia akan mengamuk pada ku," ucap Edward.


Edward tak tau bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Narendra, mungkin untuk satu minggu ini ia akan memikirkan semuanya. Ia tak mau menyakiti salsa dan Narendra.

__ADS_1


Setelah selesai mandi Edward keluar dari dalam kamar. Melihat Salsa yang tengah tertidur karena kelelahan membuat Edward sedikit malu, bisa bisa nya ia sampai seperti itu.


"Kalian dari mana," tanya Edward saat melihat Jack dan Nabila berjalan bersama sama.


"Kami dari perusahaan bang, biasa tugas kuliah," jawab Nabila.


"Berdua saja," tanya Edward.


"Iyalah, kenapa? kau cemburu aku pergi dengan Nabila."


"Ha aku cemburu dia adik ku, untuk apa ku cemburu dengan nya. Kau sudah mempunyai calon istri jangan macam macam dengan Nabila, aku tak akan membiarkan diri mu menyakiti adik ku."


"Abang, jangan begitu ah."


"Dengarkan adik mu." Jack pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Jangan dekat dekat dengan nya, dia hanya menyakiti mu sayang," kata Edward.


"Tak mau, aku suka dengan nya, jangan melarang ku, selagi dia belum menikah aku tak akan jauh dari nya," ucap Nabila dan pergi meninggalkan Edward sendiri


__ADS_2