Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bertengkar hebat


__ADS_3

Cindy menarik Nathan dan Helen menarik Albar. Melihat pertengkaran ini membuat mereka berdua hanya asal menarik saja, tak ada yang perlu di pikirkan jika seperti ini.


aaaNat ayo." Cindy membawa Nathan pergi, di ikutin Marcel di belakang mereka.


"Ada kenapa," tanya Helen. Ia melihat kepergian Nathan dengan seorang wanita cantik, sakit memang terasa tapi jika tidak ia yang menarik Albar siapa lagi. Awal nya ia yang ingin menarik Nathan tetapi sudah keduluan wanita itu.


"Dia dulu, dia pacar mu kan," ucap Albar.


"Iya dia pacar ku," kata Helen.


"Dia marah karena aku foto dengan mu, tiba-tiba dia memukul ku, aku tidak tau apa apa, aku akan membawa kasus ini ke kepolisian," ucap Albar.


"Jangan Albar, sudah jangan berlebihan, aku yakin dia hanya kesal saja dengan mu. Sudah ayo pergi," kata Helen sambil membawa Albar pergi dari sana.


Sementara itu di tempat lain. Cindy sedang mengobati luka di wajah Nathan, Nathan bingung kenapa tidak Helen yang menarik nya, Helen malah menarik pria itu. Hal itu sekali lagi menjadi tanda tanya besar untuk Nathan.


"Sakit paman, paman keren," ucap Marcel.


"Hahaha paman memang keren," kata Nathan.


Ia senang Marcel tidak takut melihat pertengkaran nya dengan Albar, Marcel malah memuji nya keren.


"Cia cia cia, hajar." Marcel menirukan bagaimana Nathan bertengkar tadi, hal itu membuat Nathan tertawa.


"Ah ah sakit," ucap Nathan.


"Jangan tertawa dulu," kata Cindy.


"Terima kasih kau kenapa ada di sini," tanya Nathan.


"Aku tidak sengaja melihat mu, aku hanya jalan jalan ke mall dan melihat pertengkaran mu dengan seorang pria," jawab Cindy.


"Untung saja Marcel tidak takut, kamu keren sayang," kata Nathan.


"Kenapa bisa seperti ini Nathan," tanya Cindy.


"Dia duluan, ah aku malas membahas nya," jawab Nathan.


"Wanita tadi???"


"Pacar ku," ucap Nathan.


"Maaf, pasti dia marah pada mu, aku tidak tau," kata Cindy.


"Tidak papa, dia mengerti, begitu juga dengan ku, aku sedang mencoba mengerti kenapa dia menarik pria itu," ucap Nathan.


Di lantai bawa. Albar sedang di obatin oleh Helen. Helen masih terus membujuk nya agar Albar tidak membawa kasus ini kepolisian.


"Tidak Helen aku akan membawa nya ke hukum," kata Albar.


"Jangan Albar aku mohon," ucap Helen.

__ADS_1


"Oke aku tidak akan membawa nya ke polisian, dengan syarat makan malam dengan ku," kata Albar.


"Kapan," tanya Helen.


"Lusa," jawab Albar.


"Oke aku setuju, asalkan jangan membawa kasus ini ke hukum," kata Helen.


Albar tersenyum senang mendengar hal itu. Sebenarnya ia tertarik dengan Helen, ia tau Nathan siapa, siapa yang tidak tau Nathan. Tapi Albar tidak takut sama sekali, keluarga Nathan dan Keluarga nya ternyata memiliki sebuah hubungan, tetapi Nathan tidak tau hal itu. Hanya diri nya yang tau.


Helen melakukan semua ini hanya demi Nathan. Ia tidak mau nama Nathan jelek jika Albar membawa kasus ini kepolisian. Apalagi Nathan akan menggantikan daddy nya sebagai CEO di perusahaan nya.


"Dia pasti lebih marah pada ku, karena kamu malah menarik mu dari pada Nathan."


"Dia di tarik dengan wanita asing, aku tidak tau siapa dia," kata Nathan.


"Aku si tidak heran, Nathan itu seperti emas banyak yang menginginkan diri nya, banyak juga yang mengenal diri nya," ucap Albar.


"Kau benar, sangat sulit mempunyai kekasih seperti Nathan. Aku tidak tau kenapa aku bisa mencintai nya."


"Karena dia...


"Apa...?


"Dia tampan dan ber kharismatik," kata Albar hampir saja dia salah berkata.


"Kau tidak takut dengan nya," tanya Helen.


"Tapi dia sangat berkuasa."


"Aku tidak peduli, mau berkuasa seperti apapun dia jika dia yang salah aku pasti akan membela diri ku, kekuasaan tidak bisa membeli harga diri ku," kata Albar


Nathan mengambil handphone nya dan langsung menghubungi Helen, ia khawatir dengan Helen karena Helen sedang bersama dengan Albar, ia takut Albar macam macam pada Helen.


"Halo ay," ucap Nathan.


"Sayang kamu tidak papa kan," tanya Helen.


"Tidak papa ay, kamu dimana," tanya Nathan.


"Aku di lantai bawa, seperti nya kita akan berpisah di sini sayang. Albar ingin membawa kasus ini kepolisian aku berusaha membujuk nya agar dia tidak melakukan hal itu."


"Untuk apa kamu melakukan nya, aku tida peduli jika dia membawa kasus ini ke meja hukum. Aku akan menghadapi nya. Siapa dia, dia pikir aku takut dengan ancaman nya," kata Nathan.


"Sayang kamu akan naik pangkat, jika sampai itu terjadi nama kamu akan jelek sayang. Aku melakukan ini demi kamu," ucap Helen.


"Ya sudah aku mengerti, jaga diri kamu baik baik ya, oh iya wanita yang bersama ku meminta maaf pada mu, dia hanya takut jika pertengkaran ini sampai jauh lagi," kata Nathan.


"Iya aku tidak masalah sayang, katakan pada nya terimakasih ku dari nya," ucap Helen.


Nathan dan Helen masih tidak ingin membahas masalah ini lagi. Mereka ini lebih dewasa lagi, mereka akan membahas nya jika semua nya sudah lebih baik lagi.

__ADS_1


"Sudah ayo aku antar kan pulang," ucap Nathan.


"Aku sedang berbelanja, kau bisa pulang lebih dulu," kata Cindy.


"Ayo," ucap Nathan.


"Kemana," tanya Cindy.


"Berbelanja," jawab Nathan.


"Yakin," tanya Cindy.


"Ya yakin lah, jika aku pulang dengan kondisi seperti ini, bisa di makan daddy ku," kata Nathan.


"Hahaha tetap saja kan, jika kau pulang nanti pasti tetap di makan," ucap Cindy.


"Aku sedang mencari alasan agar daddy ku tidak marah pada ku," kata Nathan.


"Paman es krim," ucap Marcel.


"Ayo," kata Nathan.


Saat sedang ingin membeli es krim mereka malah bertemu dengan Calvin dengan istri nya. Calvin terkejut melihat Nathan yang sudah berganti wanita lagi.


"Kalian di sini," tanya Calvin.


"Jalan jalan."


"Nathan wajah mu," tanya Calvin.


"Kau bertengkar kak," tanya Nila.


"Iya, sudah jangan khawatir, aku sudah akan ganti rugi kerusakan di butik. Oh iya jangan cepu pada daddy," jawab Nathan.


"Adik kau pergi tidak mengajak ku," ucap Marcel.


"Aku membeli mainan," kata Bima.


"Ayah untuk ku," tanya Marcel.


"Ada dong, kamu mau ikut pulang dengan ayah atau pergi dengan paman?"


"Dengan paman," ucap Marcel.


"Bagus ini anak paman."


"Awas HIV ganti ganti pasangan." Calvin pergi meninggalkan Nathan.


Nathan yakin jika Calvin berpikir jika Cindy adalah pacar nya, padahal ada rasa sedikit pun tidak.


"Jangan memikirkan perkataan nya, hiraukan saja," ucap Nathan.

__ADS_1


"Ayo paman," rengek Marcel.


__ADS_2