
Di luar cafe..
"Hey kau ada di sini," ucap Zaki.
"Aku datang dengan Narendra, kalian juga di undang oleh nya," tanya Mawar.
"Iya kami di undang oleh nya. Seperti nya juga banyak yang datang juga. Ayo masuk," jawab Rizky.
Zaki dan Rizky membawa Mawar masuk ke dalam. Laila terkejut melihat Mawar yang ternyata juga ikut, ia semakin terkejut melihat warna lipstik Mawar yang sama dengan warna lipstik yang menempel di bibir Narendra tadi. Seperti nya Narendra mencium Mawar.
"Duduk." Narendra menarik Mawar di samping nya.
"Wah wah, kalian berdua semakin dekat saja," ucap Zaki.
"Mana yang lainnya," tanya Narendra yang mengalihkan pembicaraan.
"Sebentar lagi datang," ujar Laila.
"Wiski," ucap Zaki.
"Itu terlalu tinggi, jangan sampai Narendra minum Dia tidak akan kuat," saut Laila.
"Hahaha iya dia tidak kuat minum, yang di bawah 20 persen saja sudah tumbang," ujar Rizky.
Narendra bukan tipe pria yang suka minum, tetapi kalau di tantang seperti ini jiwa pria nya tidak bisa tinggal diam.
"Apa perlu mulut sampah kalian ku bayar," ucap Narendra yang membuat semua orang diam seketika.
"Pesan...!!!"
__ADS_1
"Hahaha dia terpancing, ayo gas kun," ucap Zaki.
Mawar hanya diam melihat teman teman nya mulai gila, semakin malam semakin banyak orang yang datang. Hampir dari mereka semua sudah gila. Narendra pun juga sudah mulai tertular dengan kegilaan mereka semua.
"Minum," ucap Narendra.
"Tidak," tolak Mawar.
Narendra meminum alkohol itu dengan banyak, ia menyimpan di dalam mulut nya. Setelah itu ia mendekati bibir Mawar dan mencium nya sambil memasukkan alkohol ke dalam mulut Mawar.
Mawar hampir tersedak karena terasa sangat panas di tenggorokan nya. Minuman yang masuk cukup banyak ke dalam tenggorakan nya.
Apa yang di lakukan Narendra membuat semua orang terkejut. Apalagi Zaki dan Rizky yang masih segar bugar.
"Seperti nya dia sudah mulai mabuk," ucap Zaki.
"Biarkan sedikit lagi," kata Rizky.
"Narendra kau suka dengan Mawar," tanya Zaki.
"Hmmm dengan Mawar? mana Mawar? aku ingin mencium nya." Narendra sudah tidak bisa terkontrol lagi.
"Kau suka dengan Mawar tidak???"
"Jangan sentuh dia, dia wanita ku..." Narendra menggebrak meja di depan nya.
"Kita bawa mereka berdua kembali ke hotel, dari pada membuat masalah baru."
Zaki dan Rizky membawa mereka berdua kembali k hotel. Di dalam kamar hotel mereka berdua langsung di tinggal begitu saja, Zaki dan Rizky tida sampai berpikir yang tidak tidak. Mereka pikir mereka berdua bisa kembali ke kamar masing-masing karena juga masih bisa berjalan.
__ADS_1
Narendra tersenyum melihat Mawar yang sedang menyandar di tembok, ia merasakan kepalanya yang sangat pusing dan kesadaran nya yang mulai menghilang.
"Sangat cantik.." Narendra mendekati Mawar dan mencium wajahnya.
"Hmmmm." Mawar juga sudah teler, ia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. Ia hanya melakukan hal yang menurut nya menyenangkan. Begitu juga dengan Narendra.
Narendra kembali mencium Mawar. Tadi sore apa yang ia lakukan pada Mawar terngiang-ngiang di otak nya. Hal itu membuat Narendra jadi seperti ini. Semakin lama semakin ganas, mereka berdua sampai pergi ke ranjang dan terjatuh di ranjang bersama.
Satu persatu pakai mereka berdua terlepas dari tempat nya, sudah tak ada yang menahan lagi, semuanya los begitu saja. Narendra dan Mawar sudah di buta kan dengan hawa nafsu.
Pagi hari nya ke dua nya tidur sambil berpelukan tanpa menggunakan apapun. Mata Mawar terbuka dengan perlahan karena mendengar suara nafas Narendra yang terasa berat. Ia juga merasakan tubuh Narendra benar-benar terasa panas.
"Ahkkkk." Teriak Mawar yang membuat Narendra juga bangun.
Mawar sadar dengan semuanya, ia sudah tidak memakai apa-apa, begitu juga dengan Narendra. Ia menarik selimut agar Narendra tidak melihat semua nya.
"Apa apa yang terjadi," tanya Narendra dengan kepala yang sangat pusing.
"Apa yang kamu lakukan pada ku, kamu sangat jahat hiks hiks hiks..." Mawar menangis dengan keras. Ia merasa harga diri nya menghilang karena hal ini.
"Aku... aku tida tau. Aku tidak sadar, berhenti menangis kepala ku sangat pusing," ucap Narendra.
"Hiks hiks hiks, kamu jangan bohong, kamu melakukan hal buruk pada ku," teriak Mawar.
"Aku tidak tau Mawar, aku mabuk, kau tidak melihat betapa berkeringat nya aku. Ini efek minuman itu," bentak Narendra.
Narendra mengambil obat di lemari samping ranjang nya, obat demam dan sakit kepala waktu itu. Kemudian ia meminum nya agar ia segera sembuh.
"Oke mungkin kita melakukan hal itu, aku mabuk dan kamu mabuk. Kita tidak sadar, kita berdua sama sama tida sadar. Aku akan bertanggung jawab, aku tidak akan lari dari tanggung jawab ku sebagai pria, tetapi jangan kau pikir aku yang salah, kau juga salah, kita berdua sama sama salah."
__ADS_1
"Aku tidak mau menikah dengan mu,"