Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 62


__ADS_3

"Sayang sakit.."


Jack berjalan mendekati Nabila, ia sudah wanti wanti sejak tadi. Tidak biasa nya Nabila seperti ini, kalau Nabila ingin juga tidak sampai seganas tadi, tadi Nabila benar-benar sangat ganas.


"Mana yang sakit," tanya Jack.


"Perut ku," jawab Nabila.


"Kita ke rumah sakit ya. Kamu jangan menolak lagi."


"Aku takut di suntik," ucap Nabila.


"Tidak sayang, kamu mual kan, perut mu sakit, terus kamu juga sangat pucat kalau terjadi apa apa pada mu bagaimana, aku tidak mau kamu kenapa napa," kata Jack.


"Apa aku hamil," tanya Nabila.


"Iya yah, kenapa aku tidak berpikir sampai ke sana, ya mungkin saja kamu hamil. Aku membeli testpack ya."


"Ikut aku ingin pulang ke rumah juga," kata Nabila.


"Ayo, kita pulang ke rumah saja dulu."


Jack berpikir memang jika seperti ini lebih baik kembali ke rumah saja, bukan apa apa. Ia hanya takut kalau Nabila benar-benar hamil dan terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Kalau di rumah kan ada mamah dan mamah mertua nya yang sudah sangat berpengalaman.


"Mau kemana," tanya Jesika.


"Ke rumah orang tua ku," jawab Jack.


Jesika melihat Nabila yang pucat, ia berpikir Nabila sedang sakit makan nya Jack membawa Nabila pulang ke rumah.


"Kau sakit," tanya Jesika.


"Tidak aku tidak sakit," jawab Nabila.

__ADS_1


"Sudah ah, kami pergi, jaga apartemen dengan baik," ucap Jack dan langsung membawa Nabila pergi dari sana.


Jesika tidak peduli dengan Nabila, mau dia sakit atau tidak itu bukan urusan nya, ia hanya fokus agar Jack kembali pada nya, kalau pun Nabila harus mati ia tidak masalah. Ia malah senang Nabila sakit seperti itu, saingan nya untuk mendapatkan Jack sudah tidak ada lagi.


Mereka berdua tidak mampir ke apotek karena di rumah selalu sedia testpack. Jack membawa mobil nya dengan cepat agar segera sampai rumah, ia tidak akan tenang sebelum tau kenapa Nabila seperti ini. Dugaan Nabila hamil cukup membuat nya yakin, saat Nabila masa subur memang ia menggempur Nabila tanpa henti.


"Itu Jack," ucap Salsa.


"Tumben malam malam begini," kata Edward.


Tanpa berhenti dan bergabung dengan Edward, Jack langsung membawa istri nya ke kamar. Hal itu cukup membuat Edward dan Salsa curiga akan sesuatu.


Jack mengambil testpack yang ada di dalam lemari, ia meminta Nabila untuk langsung tes saja, ia sangat berharap Nabila benar benar hamil.


"Sayang, temani aku," ucap Nabila.


"Hadeh manja sekali ayo." Jack menemani Nabila masuk ke dalam kamar mandi.


Tes pun di laksanakan, Jack langsung yang melakukan nya. Ia langsung ingin tau Nabila hamil atau tidak.


"Iya sayang, apa aku benar hamil," tanya Nabila.


"Kamu istirahat saja ya, aku akan bertanya dengan mamah, mamah kan lebih berpengalaman dari kita."


Jack membawa hasil testpack itu keluar kamar, tanpa menunda nunda Jack langsung menanyakan hasil itu ke kedua orang tua nya, ia yakin orang tua nya bisa memberikan jawaban yang menyakinkan nya.


"Ada apa Jack," tanya Tiara.


"Mah apakah kalau seperti ini istri ku hamil," tanya Jack sambil memberikan testpack itu.


Tiara mengambil nya, ia tersenyum saat melihat dua garis merah, walaupun masih samar samar.


"Bagaimana mah," tanya Jack.

__ADS_1


"Kau sudah pandai membuat anak ya," ujar Bryan.


"Positif ya," tanya Jack.


"Ya seperti nya positif bawa saja ke rumah sakit, mana tau kau lebih mendapatkan jawaban yang menyakinkan."


Tanpa pergi ke dokter Jack sudah yakin jika istri nya sedang hamil. Ia benar-benar sangat senang mengetahui hal itu. Ia juga langsung bertanya pada ke dua orang tau nya apa saja yang tidak boleh dan boleh di lakukan saat istri ny sedang hamil.


Nabila memeluk Jack dengan erat saat mendapatkan informasi diri nya hamil, ia sudah sangat menunggu momen ini dan pada akhirnya ia hamil juga. Dengan kehamilan nya, Nabila yakin kalau ia pasti akan lebih menjadi prioritas Jack. Walaupun sebenarnya tanpa hamil juga, diri nya sudah menjadi prioritas Jack sendiri.


"Kamu tak boleh meminta jatah dulu, nanti kayak tadi," kata Jack.


"Lah seharusnya aku yang mengatakan hal itu pada mu, kenapa malah kamu yang mengatakan nya.".


"Kan tadi yang meminta jatah kamu, ya kamu harus aku beritahu, jangan ngeyel ya.."


Berita kehamilan Nabila cepat tersebar ke semua keluarga, mereka semua sangat bahagia mendengar kehamilan Nabila. Rasa curiga Edward tadi sudah terbukti kan, jika Nabila memeng sedang hamil.


"Sayang aku juga ingin hamil," ucap Salsa.


"Tidak dulu sayang, kamu boleh tidak meminum kb kok, aku sudah membebaskan mu," kata Edward.


"Aku sudah tidak meminum nya, pertama aku malas dan ke dua aku segera ingin hamil," ucap Salsa.


Edward membuang nafas nya dengan kasar, memang seperti nya istri nya harus segera hamil juga.


"Ya sudah kalau kamu sudah sangat ingin hamil aku tidak papa juga si," kata Edward.


"Nah begitu dong," ucap Salsa yang sangat senang, akhirnya suaminya mau mempunyai momongan yang menggemaskan seperti diri nya.


Apa yang Edward lakukan sama dengan Narendra. Narendra juga sudah mendapatkan informasi kehamilan Nabila. Ia juga senang Nabila hamil, apalagi Nabila kembaran nya sendiri.


Ada sebuah alasan yang pasti yang membuat Narendra tidak ingin Mawar hamil sampai setahun kedepan. Ia yakin kalau Mawar tau alasan nya Mawar pasti akan ada langsung mengerti. Hanya saja sekarang Narendra lebih memilih merendam semua sendiri.

__ADS_1


"Sayang aku ingin hamil juga," goda Mawar.


"Sayang sayang siapa sayang," kata Narendra


__ADS_2