Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Ketahuan


__ADS_3

Nathan tidak henti nya mencium tubuh istri nya, dari atas turun ke bawa. Nathan benar-benar ingin membuat malam pertama nya berkesan. Helen membiarkan Nathan menelusuri lengkuk tubuh nya, ia tidak tau kenapa diri nya pasrah begini. Rasa takut sebelum nya tiba-tiba hilang seketika.


"Nathan Nathan," ucap Helen.


"Ya." Nathan menaikan kepalanya, menatap wajah Helen yang mulai memerah. Ntah sudah dari kapan mereka berdua tidak menggunakan sehelai benang pun.


"Besar Nat," ucap Helen.


"Jangan takut. Kata daddy lebih baik besar dari pada kecil." Nathan tersenyum dan kembali mencium Helen.


Ia terus melakukan pemanasan kecil agar istri nya benar-benar siap menerima rudal balistik dari nya.


3 menit setelah pemanasan. Nathan dan Helen sudah sama sama siap. Nathan memposisikan posisi yang tepat agar semua nya terasa lebih mudah untuk nya dan juga untuk Helen.


Helen melihat ke arah bawa. Melihat sosis Nathan yang sudah membesar berlipat-lipat dari sebelumnya sedikit membuat Helen takut. Ukuran sangkar dengan milik Nathan tidak sabanding.


Perlahan Helen merasakan benda keras itu Menerobos masuk kewanitaan nya. Rasa nya geli di tambah sakit. Apalagi saat Nathan mendorong nya lebih keras.


"Ah ah Nathan, Nathan sakit Nathan. Nathan," ucap Helen sambil mencengkram keras punggung Nathan.


Nathan terus bergerak maju, ia tau pasti itu sakit tetapi jika berhenti akan lebih terasa sakit lagi bagi Helen. Sampai tiba Nathan merasakan Menerobos sesuatu yang mengganjal, semuanya sudah benar-benar masuk ke dalam tanpa tersisa.


"Ahkkk akkk sakit sayang, sakit," teriak Helen.


Helen rasa kesuciannya sudah terenggut oleh Nathan. Tidak tau bagaimana cara nya benda sebesar itu bisa muat masuk ke dalam.


Setelah semua nya pas dan nyaman. Nathan mulai bergerak seirama dengan tubuh Helen. Mereka berdua benar-benar menikmati malam indah ini.

__ADS_1


Kurang lebih 30 menit mereka berdua menggapai surga dunia, tidak banyak gaya karena baru pertama kali. Helen merasakan sesuatu yang meledak di rahim nya, rasa nya benar-benar penuh sekali, di ikuti dengan Nathan yang tumbang di atas tubuh nya.


"Lembut nya." Kepala Nathan tepat di ke dua dafa Helen.


"Berat nat," ucap Helen.


Nathan menyingkir dari atas tubuh Nathan. Ia menarik Helen ke dalam pelukan nya. Rasa puas dan bangga tergabung menjadi satu, ia sangat puas dengan apa yang Helen miliki, kesucian Helen yang di jaga sampai ia mengambil nya. Dan bangga karena dapat membuat istri nya bergetar hebat beberapa kali.


"Enak sayang," tanya Nathan.


"Sakit Nathan," jawab Helen.


"Awal nya saja kan sayang," ucap Nathan.


"Aku masih bisa mengingat ******* manis mu, ah ah Nathan ya pelan sayang," kata Nathan.


"Nathan." Helen menyembunyikan wajah nya, ia sangat sadar dengan apa yang ia katakan tadi Memang rasanya terlalu nikmat yang membuat nya tidak berhenti mendesah.


Helen masih tidak menyangka jika Nathan sudah resmi menjadi suaminya. Pria yang umur nya 6 tahun lebih mudah dari nya juga yang sudah merenggut kesucian nya. Memang semuanya itu tidak pernah dapat di tebak. Semua berjalan sesuai dengan ketentuan yang maha kuasa.


"Kenapa sayang," tanya Nathan.


"Tidak papa, masih sedikit perih milik mu besar sekali," jawab Helen.


"Baru satu lubang sayang, aku ingin merasakan lubang lainnya," kata Nathan.


Pagi hari nya, mereka berdua di bangunkan oleh Edward yang melompat lompat di atas ranjang ke dua orang tua nya. Citra kebingungan harus bagaimana, ia tidak tau bagaimana Edward bisa berlari masuk ke dalam kamar itu.

__ADS_1


"Sayang turun turun," ucap Citra.


"Mamah ayah mamah ayah." Edward terus melompat lompat tanpa henti.


Nathan dan Helen kompak menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Pagi pagi seperti ini sudah di ganggu oleh Edward.


"Sayang, sini dengan nenek."


"Edward," ucap Nathan.


"Ayah." Edward melompat ke arah Nathan.


"Sayang jangan nakal seperti ini." Helen benar benar sangat malu dengan mamah mertua nya. Apalagi pakaian mereka masih berserakan di lantai.


"Sudah mom, aku yang mengurus nya. Maaf ya mom," ucap Nathan.


"Ya sudah mommy pergi dulu jangan lupa membereskan semuanya." Sambil tersenyum Citra meninggalkan kamar itu.


Nathan benar-benar sudah dewasa saat ini rasa nya kemarin ia baru meniang nimang Nathan di gendongan nya. Sekarang Nathan sudah menikah saja, waktu berlalu tanpa terasa.


"Ayah tidak memakai baju," tanya Edward.


"Ayah habis membuat adik kamu," jawab Nathan.


"Mana dimana adik ku," tanya Edward.


"Di dalam perut mamah, sabar ya sayang. Kenapa kamu bisa masuk ke dalam?"

__ADS_1


"Tadi Edward di bawah paman Riga ke sini, kata paman ayah dan mamah sedang mempermainkan permainan seru," kata Edward.


"Sayang bawa Edward ke kamar mandi, aku sedang tidak memakai apa apa," bisik Helen pada Nathan.


__ADS_2