Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Semakin salah


__ADS_3

"Mamah aku ingin adik," ucap Edward.


"Ha apa? adik?" tanya Helen.


"Iya iya adik, aku ingin seorang adik," jawab Edward.


"Tidak bisa sayang, kamu belum bisa mempunyai adik."


"Ayah..." Rengek Edward.


"Iya iya, nanti ayah buat adik," kata Nathan.


Helen memberikan tatapan tajam pada Nathan, apa yang Nathan janjikan itu salah. Edward pasti akan terus menagih adik setiap saat. Nathan membalas tatapan Helen seperti tidak bersalah, ia melakukan apa yang ia anggap benar.


"Adik," ucap Edward.


"Iya sayang adik," kata Nathan.


"Berapa umur nya," tanya Nathan.


"3 tahun lebih," jawab Helen.


"Oh iya aku sering lupa, siapa nama mu?"


"Halen." Ia sedikit merasa aneh dengan Nathan, jika seperti ini mereka berdua seperti awal bertemu.

__ADS_1


"Helen dia ayah Edward, wah sangat tampan. Tapi bukan nya dia... seseorang yang datang tadi pagi," ucap Zahra.


"Kamu kebiasaan ya, aku kan sudah berkata...


"Iya aku ayah nya Edward, suami nya Helen. Salam kenal," ucap Nathan.


"Eh." Zahra kebingungan dengan semua ini.


Yang ia tau Helen belum menikah dan Edward bukan anak kandung nya. Jika ada seseorang pria yang mengaku seperti itu, berarti Helen berbohong soal identitas nya.


"Untung saja ada suami mu, jika tidak aku marah pada mu. Semangat Helen buat anak untuk Edward." Zahra pergi meninggalkan Helen dan yang lainnya.


Helen meletakan kepala nya di atas meja, semuanya sangat kacau sekali. Nathan membuat Helen semakin membingungkan, ada Edward ada juga Zahra yang salah paham. Bagaimana bisa ia menjelaskan nya satu satu pada mereka berdua.


Hari semakin malam mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah. Lagi dan lagi Nathan pergi ke rumah Helen, ya bagaimana lagi kalau tidak ikut pulang pasti nanti Edward pasti menangis kejer.


"Belanjaan mu anak mu Helen," jawab Nathan.


"Kau jangan terlalu memanjakan nya, nanti dia kebiasaan Nathan."


"Lah tidak papa, ayah nya punya banyak uang kok," kata Nathan.


"Kau bukan ayah nya Nathan, dia bukan anak mu."


"Cepat buka pintu nya, Edward berat nanti dia bangun kalau kita terus berdebat," kata Nathan.

__ADS_1


Helen langsung membuka pintu rumah nya. Dan Nathan membawa Edward ke kamar nya, ia kembali mencium wajah Edward sebelum pergi meninggalkan Edward.


"Pulang ke rumah mu sana," kata Helen.


"Tidak mau," ucap Nathan.


"Kenapa tidak? kau itu pria asing, tidak enak pada tetangga ku," kata Helen.


"Dia anak ku dan kau istri ku," ucap Nathan


"Tidak Nathan, dulu kau pintar. Sekarang kau kok bodoh sekali," kata Helen.


"Nah kau tau dulu aku pintar, katakan siapa kau sebenarnya," ucap Nathan.


"Bagaimana aku menjelaskan nya pada mu, terserah mu lah," kata Helen.


Ia putus asa dengan Nathan, sangat sulit menjelaskan semuanya pada Nathan, mau bagaimana lagi semuanya sudah kacau sejak Edward mengira Nathan ayah nya.


"Kedatangan mu selalu membuat masalah," kata Helen.


"Kau pasti ada masalah pada ku, kau siapa Helen," tanya Nathan.


Nathan menarik Helen dan menatap wajahnya. Baru beberapa detik saja kepala nya sudah terasa sangat sakit. Nathan langsung terjatuh ke lantai memegang kepala nya yang sakit.


"Nat, Nathan kau kenapa," tanya Helen yang kebingungan.

__ADS_1


"Tidak tidak papa, hanya sedikit sakit," jawab Nathan.


"Sudah istirahat lah, aku akan membuat kan teh hangat untuk mu," kata Helen


__ADS_2