Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 40


__ADS_3

"Duar..." Petit menyambar dengan kuat, hal itu membuat Mawar sangat terkejut, seperti nya hujan deras akan datang.


"Pakaian ku," ucap Narendra.


Mawar membuka tas nya untuk mengambil baju Narendra yang ia bawa tadi, di dalam tas itu hanya ada handphone dan air mineral yang biasa nya Narendra minta.


"Kita akan di sini sampai kapan," tanya Mawar.


"Hmmm aku juga tidak tau, tapi aku yakin teman teman ku akan peka jika aku terjebak di sini, mana mungkin merea tida mencari kita. Sekarang saja sedang mau hujan sangat berbahaya jika mereka memaksa untuk mencari kita."


Hanya itu yang bisa Narendra katakan untuk membuat Mawar sedikit tenang, ia juga tak tau bagaimana cara nya kembali dengan selamat, mereka berdua seperti nya pergi sudah sangat jauh sekali.


"Sini, jangan jauh jauh sebentar lagi akan gelap," ucap Narendra.

__ADS_1


"Aku membawa handphone tetapi tidak ada jaringan, kalau untuk flash saja si bisa," ucap Mawar.


"Pinjam, mana tau kita bisa menemukan alat untuk menghidupkan api," kata Narendra.


Mawar memberikan handphone nya pada Narendra, Narendra pun mulai berkeliling tempat itu untuk mencari sesuatu yang bisa di bakar. Narendra menemukan setumpuk kayu bakar, tak jauh dari sana ada korek kayu.


"Mawar sini, ita bisa menghidupkan api," ucap Narendra.


Mawar mendekati Narendra dan membantu Narendra untuk menghidupkan api unggun, setelah api itu hidup mereka berdua duduk berdampingan di dekat api unggun itu. Mawar benar benar sangat takut, ia tak pernah sampai seperti ini sebelum nya, dan ini yang ke dua kali nya ia terjebak dengan Narendra. Tetapi kali ini sangat berbeda, ini lebih menyeramkan dari sebelumnya.


Mawar bergeser mendekati Narendra, memang lebih baik ia dekat dengan Narendra. Narendra pria yang kuat, ia yakin Narendra tidak takut apa apa.


"Kau jangan sampai sakit, apa dingin," tanya Narendra.

__ADS_1


''Tidak, aku tidak dingin pasti kamu yang kedinginan, celana kamu saja basah, kalau kamu sakit bagaimana," tanya Mawar.


"Aku tidak akan sakit, jangan memikirkan ku, pikirkan saja diri mu," jawab Narendra.


Mawar memeluk Narendra dengan erat. Hal itu mengejutkan Narendra, tetapi Narendra tidak melepaskan pelukan itu, ia membiarkan Mawar memeluk nya. Hal itu jujur membuat diri nya merasa lebih nyaman dan hangat.


Hujan deras pun turun, hujan dengan angin yang sangat kencang dan kilat yang menyambar dengan hebat nya. Mawar semakin takut dan semakin memeluk Narendra dengan erat.


Sebenarnya yang di katakan Narendra benar, semua orang sangat panik dengan Narendra dan Mawar yang masih belum kembali, tetapi untuk saat ini mereka tidak bisa melakukan apa apa karena hujan badai yang sangat mengerikan, ombak juga mendadak sangat tinggi. Jika mereka berdua melepaskan untuk mencari Narendra sama saja mereka menyerah kan nyawa mereka pada alam.


"Kalau sampai orang tua nya tau semua nya akan hancur, Kampus bisa tutup seketika," ucap Zaki.


"Kemana dia, kan sudah kita peringatkan agar tidak terlalu jauh, aku sangat khawatir dengan nya," kata Rizky.

__ADS_1


"Aku yakin mereka baik baik saja, Narendra itu sangat cerdas. Kita tunggu semuanya lebih baik baru lah kita mencari mereka, jangan ada yang melaporkan siapa siapa," ucap Rey.


__ADS_2