Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Satu tamparan


__ADS_3

Tanpa sadar mereka sudah menempuh separuh perjalanan. Sedari tadi Nathan hanya melek sendiri tanpa di temani oleh Helen yang sudah tidur sejak beberapa jam lalu. Ia tidak tega membangunkan Helen, Helen pasti sangat leleh mengerjakan pekerjaan yang ia tinggal kemarin sore.


"Aku lapar," ucap Nathan.


Mereka berdua sudah sampai di dataran tinggi, udara yang sangat sejuk sangat pas jika memakan sesuatu yang hangat. Nathan mencari warung pinggir jalan untuk tempat makan mereka berdua.


"Seperti nya ini pas, dengan pemandangan yang indah," ucap Nathan.


Sial nya warung itu sudah penuh dengan banyak orang. Ia bingung harus membangunkan Helen atau tidak, jika ia bangunkan mereka pun tidak bisa makan di tempat itu.


"Aku beli saja, makanya di mobil," ucap Nathan.


Nathan keluar dari dalam mobil untuk membeli makanan dan minuman hangat. Baru ia turun dari dalam mobil udara sejuk langsung menusuk ke tulang nya.


"Dingin sekali," ucap Nathan.


Nathan masuk ke dalam warung itu dan memesan semua makanan berkuah hangat. Ia juga membeli beberapa minuman dan makanan ringan untuk di mobil. Perjalanan mereka masih cukup jauh lagi, lebih baik stok makanan dari pada nanti tidak menemukan makanan di pinggir jalan.


Setelah selesai membeli makanan yang ia inginkan. Nathan kembali masuk ke dalam mobil. Ia meletakan makanan itu di bagian belakang dan membawa mobil itu pergi dari sana. Nathan ingin mencari tempat yang cocok untuk digunakan tempat makan.

__ADS_1


"Helen," ucap Nathan.


"Jika tidur seperti ini dia seperti mayat," kata Nathan.


Nathan kembali menghentikan mobil nya di sebuah tempat yang cukup menarik. Tepian tebing dengan pemandangan yang luar biasa. Walaupun pemandangan di depan belum terlalu terlihat dengan jelas karena tertutup embun pagi.


"Helen." Nathan mendekati wajah Helen karena Helen tidak kunjung bangun.


"Helen." Wajah Nathan sini sudah tepat di depan wajah Helen.


Helen membuka mata nya secara perlahan, ia terkejut melihat wajah Nathan yang benar-benar dekat dengan nya.


"Ahhh.... plak..." Satu tamparan kuat mendarat di wajah Nathan.


"Kau mau apa," tanya Helen.


"Kenapa kau menampar ku? aku hanya ingin membangunkan mu, kau sedari tadi aku bangunin tidak bangun," ucap Nathan.


Wajahnya masih terasa cukup panas karena tamparan kuat dari Helen.

__ADS_1


"Eh maaf," ucap Helen.


"Kau membuat ku kesal." Nathan turun dari dalam mobil dan mengambil makanan yang berada di belakang. Ia juga membuka bagasi untuk mengambil tempat duduk lipat.


Helen membuang nafas nya dengan perlahan, ia merasa bersalah karena sudah menampar Nathan begitu saja. Helen pun ikut keluar dari dalam mobil, ia mendekati Nathan yang sedang asik makan bakso kuah.


"Maaf Nathan," ucap Helen.


"Tak papa, aku biasa diperlakukan seperti ini. Itu di belakang ada kursi lipat satu lagi. Kau ambil kita makan bersama," kata Nathan.


Mana mungkin Nathan bisa lama lama kesal pada Helen. Kalau terus begitu, ia bisa kehilangan kesempatan untuk mendekati sosok Helen. Ia tidak mau hal itu terjadi.


"Seperti nya enak, kapan kau berhenti," tanya Helen.


"Tadi kau masih tidur jadi tidak sadar," jawab Nathan.


"Aku boleh ambil mie ayam ini?"


"Silakan ambil nona, makan dengan lahap agar kau lebih bersemangat," ucap Nathan.

__ADS_1


"Dingin dingin begini memang sangat cocok melakukan.."


"Melakukan apa???"


__ADS_2