Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Malam yang bebas


__ADS_3

"Dia mungkin dad, dia tidak cemburuan," kata Nathan.


"Oh begitu ya sudah, kau jaga diri saja baik baik ya."


"Bagaimana lancar kan?"


"Apa nya yang lancar dad," tanya Nathan.


"Ah kau tidak tau saja, kata mommy mu pakaian kalian berserakan di lantai. Wah betapa ganas nya anak daddy ini."


"Oh itu hahaha, sangat lancar sekali. Ya nama nya nama nya, daddy tau sendiri lah, ya kali kucing di kasih ikam asin menolak, mana mungkin kan," ucap Nathan.


"Hahaha kau benar, mana mungkin kucing di kasih ikan asin menolak," kata Vino.


"Aku jadi sadar, kenapa aku tidak melarang daddy mempunyai anak lagi, ya karena rasa nya beh mantap sekali," ucap Nathan.


"Hahaha tu kau tau, itu masih enak enak nya Nathan. Tapi jangan lupa berikan istri mu perawatan yang bagus, jangan cuma mau makai tetapi tidak di rawat."


"Begitu dad, oke oke siap," ucap Nathan.


"Satu lagi Nathan, rajin olahraga, bentuk lagi otot mu, kau agak kurang berisi. Nanti durasi bermain mu akan lebih lama."


"Wah wah wah, seperti nya aku harus berguru pada mu," ucap Nathan dengan nada yang mengejek.


"Hahaha iya lah, kau tidak salah berguru, bukti nya anak ku kembar 4 langsung, itu kan sudah menjadi testimoni yang bagus," kata Vino.


"Hahaha ya ya ya, kau benar daddy, kau sangat hebat sekali," ucap Nathan.


Setelah beberapa saat bercanda dengan Vino. Nathan melanjutkan pekerjaannya iya ingin segera cepat selesai bekerja dan pulang ke rumah. Kepergian nya ke luar kota harus dibicarakan lagi pada Helen. Sebelumnya ia tidak mengatakan jika pergi bersama Cindy dan lainnya. Karena ada perubahan, nathan rasa ia harus membicarakan nya kembali pada Helen.


Di rumah Helen sudah bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan, ia memutuskan pergi karena merasa bosan jika harus di rumah terus-menerus, tidak ada hal yang bisa ia lakukan di rumah. Untuk urusan Edward ya kan bawahnya.


"Kita mau ke mana mah," tanya Edward sambil memeluk Helen.


"Bekerja, kamu mau ikut mamah atau tinggal di rumah bersama dengan tante Tiara," jawab Helen.

__ADS_1


"Ikut ikut ikut aku tidak mau di rumah," ucap Edward sambil melompat lompat tidak jelas, begitu lah dia.


"Oke.. Tunggu sebentar sayang mamah sebentar lagi sudah siap."


"Ayah di sana juga," tanya Edward.


"Tidak sayang kamu mau bersama dengan ayah?"


"Mau mau mau..."


"Tunggu sebentar mamah telponkan ayahmu."


Helen mengambil handphonenya dan langsung menghubungi Nathan. Ini sudah jam istirahat pasti Nathan sudah tidak sibuk bekerja.


"Iya halo sayang," ucap Nathan.


"Kamu sibuk tidak," tanya Helen.


"Tidak sebentar lagi aku akan pulang," jawab Nathan .


"Cepat sekali, kamu akan pulang sekarang."


"Aku ingin berkunjung ke perusahaan ku, nah Edward ingin bersamamu," kata Helen.


"Aku sebentar lagi pulang kamu jangan kemana-mana, aku tidak mengizinkan mau mengunjungi perusahaan."


"Tapi...


"Jangan membantah suami sayang."


Setelah mendapat panggilan itu nathan langsung siap-siap untuk pulang, ia tidak mau helen pergi ke perusahaannya. Sebelum menikah ia memang mengizinkan Helen bekerja, tetapi setelah nikah ini ia tidak akan mengizinkan Helen pergi meninggalkan rumah. Nathan akan membicarakan masalah ini lebih lanjut lagi pada Helen.


"Ayahmu akan pulang kita tidak bisa pergi," ucap Helen.


"Tidak jadi pergi mah," tanya Edward dengan wajah polos nya.

__ADS_1


"Tidak sayang ayahmu tidak mengizinkan kita untuk pergi," jawab Helen sambil mengusap wajah Edward.


"Mamah sedih," tanya Edward.


"Tidak sayang mamah tidak sedih," jawab Helen.


Edward menatap wajah Helen, entah apa yang ia lihat, tiba-tiba ia tersenyum dan pergi kembali bermain. Ia percaya mamah nya tidak bersedih, tatapan mata mamah nya tidak pernah berbohong.


"Dia seperti Nathan."


Walaupun bukan anak kandungnya Edward seperti memiliki ikatan padanya, Edward bisa mengerti perasaannya. Anak itu juga yang membuat helen tidak merasa sendiri. Helen merasa sangat beruntung memiliki Edward di kehidupan nya.


Nathan kembali ke rumah dengan membawa banyak makanan, ia tau apa yang helen dan Edward butuhkan. Edward yang melihat kedatangan Nathan langsung berlari mendekati Nathan. Dia melompat ke arah tubuh Nathan. Untung saja nathan sigap menangkap anak itu.


"Sayang jangan seperti ini, kamu bisa jatuh ke lantai," ucap Nathan.


"Ayah pergi tidak izin pada Edward."


"Tadi kan kamu tidur, ayah mana membangunkan kamu."


"Edward ingin ikut."


Nathan tersenyum sambil membawa Edward ke atas sofa. Mereka berdua duduk di atas sofa.


"Sayang ayah bukan main-main, ayah pergi untuk bekerja, dan kamu harus menjaga mamah di rumah, jangan biarkan mamah pergi meninggalkan rumah."


"Tadi mamah mau pergi, tapi kata mamah ayah tidak memberikan izin," ucap Edward.


"Hahaha iya sayang, tidak boleh, karena ayah kan sudah pulang, kalau mamah pergi. Ayah dengan siapa di rumah," kata Nathan.


"Ayah ayah, hmmm Edward ingin bertemu dengan Marvel."


"Kamu mau tidur dengan nya," tanya Nathan.


"Mau mau, kami akan bermain," jawab Edward.

__ADS_1


"Bagus, nanti malam ayah akan mengirimkan mu ke sana," kata Nathan.


Ini kesempatan Nathan, besok pagi ia akan keluar kota, malam ini ia ingin bersenang-senang tanpa ganggu, jadi jika Edward pergi dengan Marvel ia akan bebas membuat adik untuk Edward


__ADS_2