
"Sayang sudah pagi, kata nya kamu mau bekerja." Citra menepuk nepuk pelan wajah Nathan.
"Mommy aku mengantuk," ucap Nathan.
"Sayang kemarin kamu minta mommy bangunkan jam 2 dini hari, sekarang sudah di bangun kan malam seperti ini."
"Nathan bangun, kau sudah membuat mommy mu bangun jam segini tapi di bangunin tidak mau bangun," ucap Vino.
"Hmmmm," gumam Nathan.
"Nathan!!!."
"Iya iya aku bangun, hmmm dah buka mata," kata Nathan.
"Buka apa, itu masih terpejam, nanti rekan kerja mu menunggu mu bagaimana, mandi dulu saja. Ayo mommy bantu siapkan pakaian mu, kamu menginap atau tidak?"
"Seperti nya menginap," ucap Nathan.
"Ya sudah ayo." Citra menarik paksa Nathan turun dari ranjang.
Di dalam kamar Nathan, Citra menyiapkan perlengkapan anak nya itu. Ini bukan yang pertama kali, memang jika mau berpergian Citra lah yang menyiapkan perlengkapan Nathan. Anak bujang harus di layani dengan baik. Setelah selesai Citra berjalan ke arah dapur untuk mengambil sarapan tidak sudah ia panaskan tadi.
"Mana mommy," ucap Nathan sambil memakai pakaian nya.
__ADS_1
Seperti biasanya, Nathan harus bercermin di kaca yang besar saat memakai pakaian, hal ini sudah menjadi kebiasaan nya. Ia bisa melihat semua anggota tubuh nya, jika ada yang tidak prefect akan ia perbaiki.
"Nathan mommy masuk," ucap Citra.
"Masuk mom, aku sudah pakaian dalaman kok," kata Nathan.
Sambil menggelengkan kepala nya Citra masuk ke dalam kamar anak nya. Apa yang di lakukan Nathan memenang sama dengan ayah nya. Sangat membanggakan ketampanan nya.
"Sudah tampan, tapi masih jomblo," ucap Citra.
"Mommy aku jomblo karena daddy." Nathan berjalan mendekati Citra dan duduk di samping nya.
"Buka mulut kamu," ucap Citra.
"Ahhhh." Nathan yang memang anak yang manja sangat senang jika Citra sudah seperti ini. Menyuapi diri nya makan sudah sangat jarang terjadi.
"Tidak ada ah, seperti nya hahaha," jawab Nathan.
"Jangan jadi Playboy seperti daddy mu," kata Citra.
"Iya mommy, satu saja belum dapat mau jadi Playboy," ucap Citra.
Setelah semuanya sudah siap dan selesai Nathan langsung pergi meninggalkan rumah. Perjalanan ke rumah Helen memakan waktu yang cukup lama, mungkin sekitar 45 menit perjalanan.
__ADS_1
Di rumah dengan kepala yang cukup berat. Helen sudah mempersiapkan semua nya, ia tidak mau Nathan sudah datang ia belum apa apa. Helen memutuskan tidak mandi dari pada ia semakin tidak enak badan. Memakai Prafume yang banyak sudah sangat cukup untuk membuat nya harum.
"Lapar lagi, Nathan sudah sampai belum ya," ucap Helen.
Helen membawa koper nya turun dari lantai dua. Ia menunggu Nathan di lantai satu dekat dapur. Agar jika Nathan sampai ia bisa langsung masuk.
Sesampainya di rumah Helen, Nathan ragu untuk membuka pintu rumah Helen. Ia takut di kira pria cabul atau pria tidak benar. Bagaimana tidak, ia datang ke rumah wanita dini hari seperti ini.
"Masuk Nathan," teriak Helen.
"Oh dia sudah siap," ucap Nathan sambil membuka pintu rumah itu.
"Sudah siap," tanya Nathan.
"Sudah," jawab Helen.
"Ya sudah ayo berangkat," ucap Nathan.
"Kau tidak lapar? apa kau sudah makan?"
"Sudah mommy ku sudah menyiapkan sarapan untuk ku tadi, kau lapar? aku masakan mie?"
"Hmmm tidak usah lah," ucap Helen.
__ADS_1
"Tidak papa, nanti kau sakit lagi," kata Nathan.
"Tidak papa, aku bisa makan buah dulu," ucap Helen.