Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Siap tembak


__ADS_3

"Mau kemana sayang," tanya Helen.


"Mengantarkan Edward ke rumah daddy, ia ingin bermain bersama dengan Marcel," jawab Nathan.


"Ha!! kamu yakin???"


"Yakin sayang, lihat dia, dia sudah melompat sana sini tidak sabar. Kamu tunggu sini ya, aku tidak akan lama, sebelum jam 8 aku sudah kembali. Siapkan diri mu sayang," ucap Nathan.


"Siap kan diri ku? untuk apa," tanya Helen.


"Sayang kamu sudah menikah loh, kamu lupa apa yang aku inginkan di waktu dekat," ucap Nathan.


"Oh itu, hehehe iya sayang. Aku siap kok asalkan kamu jangan ganas ganas," kata Helen.


"Tidak ganas itu bila aku."


"Ayah ayo," teriak Edward.


"Iya iya, tunggu. Kami pergi." Nathan membalik banda nya dan langsung membawa Edward pergi dari kamar.


"Bye bye mamah," teriak Edward sambil melambaikan tangan nya.


Helen benar-benar bahagia melihat Edward dan Nathan begitu dekat. Ini hal yang selama ini Helen inginkan, Edward dekat dengan suami nya. Untuk saja Nathan dan keluarga nya dapat menerima Edward dengan sangat baik, mereka tidak memandang asal usul Edward yang tidak jelas. Kedekatan Edward dengan keponakan Nathan membuat Helen semakin bahagia, Edward cukup sulit berteman sebelum nya, tetapi saat ini ia lebih mudah berteman dengan orang baru. Semua ini berkat Nathan.


Sesampainya di rumah orang tua Nathan. Mereka berdua langsung menuju ke lantai tiga tempat Marvel dan yang lainnya bermain. Edward yang melihat mereka sedang bermain langsung turun dari gendongan ayah nya dan bergabung dengan mereka semua.


"Edward," ucap Marcel.


"Abang..." Adik Marcel juga tidak kalah senang nya, semakin banyak orang semakin ramai pula tempat itu.


"Nathan," ucap Calvin.

__ADS_1


"Aku titip anak ku ya, besok aku ambil," kata Nathan.


"Kau mau kemana? apa ada pekerjaan malam malam," tanya Calvin.


"Hahaha tidak ada lah, biasa pengantin baru, tidak mau di ganggu," jawab Nathan.


"Kurang ngajar, kau mau enak enak, sedangkan aku malah menjaga anak mu," ucap Calvin.


"Demi aku Calvin, ayolah aku sudah ketinggalan jauh. Kalian sudah memiliki banyak anak, aku satu pun belum, hanya Edward," kata Nathan.


"Ya ya ya pergi lah, dia akan bermain dengan Marvel dan adik nya," ucap Calvin.


"Baiklah aku pergi. Sayang ayah pulang, besok pagi ayah akan menjemput mu."


"Iya." Edward sama sekali tidak melirik ke arah Nathan. Ia sudah fokus bermain dengan teman temannya.


Nathan kembali pulang ke rumah Helen, saat di bagasi mobil ia bertemu dengan suami Tiara. Mereka berdua memang belum begitu kenal, jadi mereka berdua tidak banyak berbicara.


"Habis mengantarkan anak ku, baru pulang kerja?"


"Iya, pengantin baru ni..."


"Hahaha iya, pengantin baru," ucap Nathan.


"Lagi hangat hangat nya dong, jangan lupa apa yang aku katakan kemarin itu, di atas biar cepat."


"Hahaha kau bisa saja, akan ku coba. Terimakasih testimoni nya," ucap Nathan.


Nathan kembali masuk ke dalam kamar nya. Ia melihat Helen sedang menonton tv di dalam kamar. Nathan merasa Helen tidak mengerti apa yang ia katakan tadi, Padahal ia sudah mengingatkan Helen untuk bersiap siap.


"Sayang kamu tidak bersiap siap," tanya Nathan.

__ADS_1


"Aku sudah bersiap siap," jawab Helen.


Nathan membuang nafas nya dengan kasar, ia duduk di samping Helen dan memeluk nya.


"Kamu tau cara membahagiakan suami bagaimana?"


"Menurut pada mu," ucap Helen.


"Itu salah satu nya sayang, agar suami mu itu betah dengan mu, semakin sayang dengan mu, semakin memanjakan mu. Lakukan hal yang membuat nya semakin tertarik pada mu, ya meskipun begini saja aku sudah tertarik pada mu, tapi aku kan juga pria normal, aku ingin istri ku itu mengerti kebutuhan rohani ku, aku ingin istri ku itu bisa berpenampilan jauh lebih menarik di depan ku...


"Ssttttt... Cup." Helen mencium bibir Nathan. Sebenarnya ia sudah menyiapkan semuanya dengan baik.


Helen bangkit dari tempat duduk nya dan melepaskan piama tidurnya. Saat ini ia memakai pakaian haram berwarna merah. Ia meminjam milik Tiara.


Helen bergerak duduk di atas pangkuan suami nya. Nathan tersenyum lebar melihat Helen seperti itu Ternyata dugaan nya salah, Helen sudah mempersiapkan semuanya, dari aroma tubuh yang sangat wangi sampai dengan pakaian seksi yang ia inginkan.


"Seksi sekali," ucap Nathan.


"Ini kan sayang, yang kamu inginkan," tanya Helen.


"Hahaha itu kamu mengerti, memang itu yang aku inginkan," jawab Nathan.


Nathan menggendong Helen ke atas ranjang. Ia tidak merubah posisi mereka sedikitpun. Helen tetap berada di atas tubuh Nathan, Nathan ingin lama lama berada di posisi seperti ini, ia sangat senang melihat Helen begitu seksi di mata nya. Untung saja Edward sedang tidak ada di rumah, jadi tidak ada yang perlu mereka berdua takutkan lagi.


"Kamu mendapatkan ini dari mana sayang," tanya Nathan.


"Dari Tiara, jangan khawatir ini masih baru kok," jawab Helen.


"Bagaimana bisa," tanya Nathan.


"Begini ceritanya....

__ADS_1


__ADS_2