Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Pergi ke Jepang.


__ADS_3

Nathan menyenderkan kepala nya ke pundak Helen. Ia hanya tinggal mangap dan Helen akan menyuapi nya. Bila terus begitu Nathan yakin tak lama lagi Helen pasti akan menerima cinta nya.


"Enak," tanya Helen.


"Sangat enak, apalagi kamu yang membuat nya dan langsung di suapin pulak," jawab Nathan.


Nathan mendekati wajah Helen dan mencium nya.


"Nathan," ucap Helen.


"Hahaha sayang tidak di cium," kata Nathan.


"Hey kau awas saja cepu, aku pecat kau. Jangan katakan pada keluarga ku tentang kedekatan ku dengan pacar ku ini."


"Siap tuan."


"Pacar siapa pacar mu," tanya Helen.


"Kamu lah siapa lagi, sebentar lagi," jawab Nathan.


"Nathan ingat umur ya, kau itu hampir 6 tahun di bawa ku, aku seperti tante mu. Apa aku pantas menjadi pacar mu," kata Helen.


"Ya pantas lah, aku memang suka yang lebih tua," ucap Nathan.


"Ih aneh, kau masih bocah Nathan."


"Hey kata daddy ku, senjata ku sudah siap tempur, mau kenyang selama 9 bulan." bisik Nathan.


"Nathan." Ini lah yang membuat Helen ilfil pada Nathan, Nathan terlalu sering membicarakan hal yang tidak penting seperti ini. Sesuatu yang seharusnya tidak untuk di katakan, dari pada Nathan mengatakan hal seperti itu lebih baik Nathan fokus bagaimana cara nya agar membuat diri nya lebih tertarik pada Nathan.


"Maaf maaf, oh iya kamu membawa pakaian banyak kan. Kita hampir setengah bulan di sana, bisa jadi satu bulan."


"Apa?? bagaimana dengan perusahaan ku," tanya Helen.


"Kan bisa orang kepercayaan mu yang Menghendelnya. Jangan khawatir masalah itu, jika proyek ini berhasil kau akan mendapatkan dua keuntungan."


"Dua?"


"Ya dua, yang pertama perusahaan mu akan jauh lebih maju, ayah ku akan menyokong perusahaan mu. Kedua kau mendapatkan ku, kita akan menikah dan mempunyai banyak anak," kata Nathan.


"Nathan Nathan, ya semoga saja apa yang kau katakan itu benar. Aku ingin Perusahaan ku bisa maju lagi," ucap Helen.

__ADS_1


"Menikah dengan ku itu bagaimana? tidak ingin?"


"Itu hanya sebagai bonus saja lah," kata Helen.


"Ya bagaimana lagi semoga bonus itu akan lebih berhasil," ucap Nathan.


Sesampainya di bandara Nathan membantu Helen membawa kan koper nya, Nathan membawa dua koper besar sedangkan Helen hanya membawa satu koper. Semua koper itu bukan diri nya yang mempersiapkan nya, semua nya di persiapkan oleh mommy nya.


"Seperti nya aku kurang persiapan," ucap Helen.


"Seperti nya begitu, tapi tenang saja ya, jangan khawatir masalah itu Nathan siap membawa mu berbelanja di Mall."


Pesawat yang mereka tumpangi terbang pukul 8 pagi, dan diperkirakan sampai pukul 3 sore waktu Jepang. Penerbangan dibutuhkan waktu sekitar 7 jam 22 menit untuk terbang dari Jakarta (JKT) ke Tokyo (TYO) .(Kalau salah mohon maaf)


"Jangan jauh jauh," ucap Nathan.


"Kita bersebelahan Nathan, apa yang jauh," kata Helen yang merasa aneh sendiri pada Nathan.


Waktu yang lama itu Helen pergunakan untuk mengerjakan beberapa tugas yang harus di revisi dan juga Helen tetap memantau perusahaan nya. Berbeda dengan Nathan yang lebih memilih untuk tidur, hari ini ia belum banyak tidur karena baru pukul 3 dini hari tadi baru sampai di rumah. Baru tidur beberapa jam ia harus bersiap siap.


Helen melihat tubuh Nathan seperti kedinginan. Ia mengambil selimut dan menutupi tubuh Nathan dengan selimut. Tetapi saat Helen ingin kembali duduk tangan Helen di tahan oleh Nathan.


"Terima kasih," ucap Nathan sambil sedikit membuka mata nya, ia terbangun karena merasakan gerakan tangan Helen.


"Baik nona." Nathan kembali memejamkan mata nya sambil melepaskan tangan Helen dari genggaman nya.


Helen pun kembali duduk ke tempat duduk nya, ia melanjutkan pekerjaan nya.


Sudah kurang lebih 7 jam pesawat mereka terbang. Sebentar lagi mereka akan mendarat di kota Tokyo. Nathan yang sudah bangun dari satu jam yang lalu bergerak membangunkan Helen yang malah tertidur dengan nyenyak.


"Bangun sebentar lagi sampai," kata Nathan di kuping Helen.


"Ha??" Helen langsung membuka mata nya. Ia pikir ia sudah sampai, ia tidak terlalu mendengar suara Nathan tadi.


"Belum sampai sebentar lagi, beberapa menit lagi mendarat," kata Nathan.


"Kau membuat ku terkejut saja Nathan," ucap Helen.


"Hahaha maaf, aku tidak berniat seperti itu," kata Nathan.


Tak lama mereka berdua pun mendarat dengan selamat. Nathan langsung membawa Helen ke hotel tempat mereka akan menginap hingga beberapa minggu lama nya.

__ADS_1


"Hanya satu Nat, berdua satu ruangan," tanya Helen.


"Tenang saja di dalam itu ada dua kamar terpisah Terus juga sudah sangat lengkap. Jangan khawatir aku tak akan melakukan apapun pada mu, aku hanya tidak ingin tinggal sendiri, lebih baik satu ruangan yang besar dari pada berbeda ruangan."


"Oh begitu, aku percaya kok, jika kamu tak akan melakukan apapun," kata Helen,


"Bagus, oke ayo masuk," ucap Nathan.


Helen terpukau dengan ruangan yang begitu besar dan mewah, seperti yang Nathan katakan ada dua kamar tidur, satu dapur, ruang tv, ruang keluarga, balkon dan lainnya. Benar-benar sangat lengkap, memang sayang jika hanya di tempati satu orang saja.


"Di sana kamar mu," ucap Nathan.


"Oke Nathan, kita istirahat sejenak. Setelah itu aku akan masak untuk mu."


"Helen kita belum belanja, oke satu hari ini kita gunakan untuk istirahat dan berbelanja saja. Besok baru kita mulai bekerja."


"Ya sudah itu lebih baik."


Nathan dan Helen masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Nathan langsung menghubungi daddy nya sesuai dengan apa yang daddy nya minta, Vino lebih posesif pada Nathan karena masalah kemarin.


"Halo dad," ucap Nathan.


"Sudah sampai sayang," tanya Vino.


"Sudah dad, aku baru sampai, ini baru ingin istirahat," jawab Nathan.


"Ya sudah istirahat saja lah, jangan sampai kelelahan. Kalian ingin masak sendiri atau makan di luar," tanya Vino.


"Seperti nya Helen ingin masak sendiri, kann juga lebih sehat dan terjamin kebersihan nya."


"Daddy terserah kalian saja lah, yang penting jaga kesehatan mu, jangan sampai lambung mu sakit lagi."


"Iya dad, jangan lupa juga mengirimkan ku uang, disini aku membutuhkan banyak uang," kata Nathan


"Iya siap," ucap Vino.


Setelah menghubungi Vino, Nathan mendapatkan panggilan dari sahabat dekat nya. Sahabat nya itu bernama Riga, mereka sudah cukup lama tidak bertemu dan sangat tumben Riga menghubungi nya.


"Halo Riga ada apa," tanya Nathan.


"Wah sombong sekali ya, aku akan ke Jepang kau dimana, kau dengar kau ke Jepang juga."

__ADS_1


"Ya aku di Jepang, baru juga sampai."


"Nah bagus tolong pesan kan hotel ya, aku tidak sempat."


__ADS_2