Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 9


__ADS_3

"Mau kemana," tanya Salsa.


"Keluar sebentar," jawab Edward.


"Ikut," ucap Nabila.


"Tidak boleh, jangan keluar kamar."


"Kenapa tidak boleh keluar kamar," tanya Salsa.


"Nanti kau akan membual dengan banyak orang lebih baik kau tidur di kamar," jawab Edward.


"Aku lapar..."


"Oke oke, selain untuk makan dan hal penting lainnya, jangan keluar dari dalam kamar ya."


"Kamu posesif sekali pada ku mas," ucap Salsa.


"Aku bukan posesif pada mu, jangan mengada ngada, sudah aku harus pergi," kata Edward.


"Iya iya, jangan lupa pulang dengan cepat."


Edward keluar dari dalam kamarnya, lama lama berdua dengan Salsa akan membuat nya stress, lebih baik ia pergi keluar untuk menenangkan otak nya.


Saat ingin masuk ke dalam lift, Edward mendengar tangisan seseorang. Ia sangat tidak asing dengan tangisan itu. Tidak salah lagi, tangisan itu berasal dari dalam kamar Nabila, dan sudah pasti yang menangis Nabila.


"Nabila," ucap Edward.


Edward langsung berlari masuk ke dalam kamar Nabila yang tidak di kunci. Ia melihat Nabila menangis dengan sangat berantakan, dengan cepat Edward langsung memeluk Nabila dengan erat. Ia tidak tau apa yang membuat adik nya menangis seperti itu.


"Sayang kamu kenapa, sudah jangan menangis, kamu membuat hati ku sakit," ucap Edward sambil mengusap air mata Nabila.


"Bang, Jack menghamili pacar nya, aku suka dengan Jack, Jack sudah tidak bisa aku gapai lagi bang," Nabila menangis sambil memeluk Edward, hanya Edward tidak bisa mengerti diri nya.


"Jack, dia yang membuat mu menangis seperti ini," tanya Edward.


"Dia menghamili pacar nya bang, aku tidak mempunyai harapan lagi untuk menikah dengan nya."

__ADS_1


"Nabila jangan seperti ini ah, sudah abang katakan pada mu, dia bukan pria yang baik, bukan rahasia umum lagi jika Jack sering tidur dengan pacar nya. Jangan berharap apa apa lagi dengan nya, Jangan menangis seperti ini sayang."


"Sudah berhenti menangis, air mata mu terlalu berharga untuk nya. Jangan seperti ini ya, sekarang kamu mandi kita pergi jalan jalan, kita tenang kam perasaan mu," ucap Edward.


"Tapi...


"Jangan tapi tapi sayang, sudah sana mandi, abang tunggu kamu di dalam mobil," ucap Edward.


Edward mencium kening Nabila dan pergi meninggalkan Nabila. Nabila rasa memang ia harus pergi untuk menenangkan perasaan nya. Nabila pun melakukan apa yang Edward katakan.


Tak lama Nabila masuk ke dalam mobil Edward, Edward sangat senang melihat Nabila yang sudah lebih baik. Ia tau Nabila cinta mati dengan Jack, sama seperti diri nya pada Nabila. Mungkin memang ini jalan agar Jack tidak memberikan pengaruh buruk pada Nabila. Ketika Jack sudah menikah dengan pacar nya, Nabila akan aman sampai dia menyelesaikan pernikahan nya dengan Salsa.


"Sayang, sudah sekarang jangan pikirkan apa apa lagi," ucap Edward.


"Kita mau kemana bang," tanya Nabila.


"Jalan jalan saja, yang terpenting tidak membuat kita stress," jawab Edward.


"Abang tau pacar nya Jack," tanya Nabila.


"Sayang Jack punya banyak pacar. Kamu sudah jangan membahas nya lagi, lebih baik nikmati saja apa yang ada sekarang, abang saja stress menikah dengan Salsa, abang tidak mencintai nya, tetapi harus hidup dengan nya."


"Begitu, menurut mu aku cocok dengan wanita itu," tanya Edward.


"Sangat cocok bang, kalau kalian berdua mempunyai anak pasti anak nya akan sangat menggemaskan, kalau laki-laki akan tampan, kalau wanita akan cantik," jawab Nabila.


"Hahaha begitu, kalau aku dengan Salsa mempunyai anak akan ada seseorang yang sangat tersakiti, aku tidak mau itu terjadi."


"Abang maaf ini mungkin privasi mu, tapi aku penasaran kau sudah menyentuh nya," tanya Nabila.


"Belum, memang terasa aneh si, dia istri ku, dia cantik dan sangat menggoda ku, tapi aku masih menahan nya. Ntalah aku rasa aku tidak cocok dengan nya, mungkin memang belum waktu nya saja mempunyai anak," jawab Edward.


"Ah sayang sekali, abang belum melihat tubuh nya langsung kan, dia benar-benar sangat seksi bang. Kami berdua sering mandi bersama, aku sudah melihat nya."


"Otak mu." Edward menepuk pelan kepala Nabila.


Di tempat lain Jack sedang bertemu dengan Jesika pacar yang sedang hamil mengandung anak nya. Jack cukup senang akan hal itu, pertama Jack tidak jadi menikah dengan Nabila kedua ia cukup mencintai Jesika dan pasti pernikahan nya akan bahagia dengan Jesika, walaupun usia mereka masin cukup mudah.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana kandungan anak kita, dia sehat kan," tanya Jack.


"Aku tidak tau sayang, dia saja baru berusia 2 minggu, mana tau aku sehat atau tidak. Tapi kaya dokter baik baik saja," jawab Jesika.


"Lusa aku akan membawa mu ke rumah, kita akan menikah secepatnya, aku tidak ingin anak ini tidak menganggap ku ayah nya," kata Jack.


"Iya, aku sangat ingin segera menikah dengan kamu." Jesika sangat senang karena dari sekian banyak wanita ia lah yang mendapatkan Jack. Pria tampan kaya raya dengan sejuta pesona.


"Itu Nabila," ucap Jesika.


"Oh iya, kamu kenal dia," tanya Jack.


"Satu kampus," jawab Jesika.


"Cih Edward, sok suci padahal lebih busuk dari sebuah bangkai," ucap Jack.


"Mereka pacaran," tanya Jesika.


"Kamu tidak ingat cerita ku, mereka itu kakak adik. Si Edward jatuh cinta pada Nabila tapi Nabila suka dengan ku. Hahaha aku akan mengirimkan foto ini pada kak Salsa, biarkan saja mereka bertengkar, lebih baik kak Salsa pisah dengan pria gila itu," ucap Jack.


"Sayang kamu sangat antagonis, tapi aku tetap suka," kata Jesika sambil mencium wajah Jack.


Sebisa mungkin Jack tidak terlihat oleh Nabila dan Edward. Ia tidak ingin menjadi tersangka jika Salsa dan Edward bertengkar. Belum lagi pasti akan ada drama jika Nabila melihat nya dengan Jesika. Karena Nabila memang cinta mati pada nya.


Sore hari nya. Nabila dan Edward pulang ke rumah. Mereka berdua di sambut oleh satu keluarga. Sudah pasti satu keluarga tidak suka dengan kedekatan mereka berdua. Karena Edward sudah mempunyai istri.


"Nabila masuk ke kamar, jangan pernah seperti ini lagi," ucap Nathan.


"Kenapa yan," tanya Nabila.


"Kakak mu sudah tidak seperti dulu lagi, dia sudah mempunyai istri. Jangan membuat istri nya marah karena kedekatan mu dengan Edward," jawab Nathan.


"Sudah masuk sana," ujar Helen.


"Iya." Nabila langsung pergi meninggalkan mereka semua.


"Kau gila Edward," ucap Nathan.

__ADS_1


"Brukk.. satu pukulan mendarat di wajah Edward.


" Jangan menyakiti kakak ku."


__ADS_2