
"Keren," ucap Mawar.
"Apa yang keren," tanya Zaki.
"Kau mempunyai banyak simpanan, untuk apa banyak banyak??"
"Untuk kalau Narendra memerlukan nya, hanya beberapa pasang, kalian bisa membeli nya lagi, yang penting Narendra memakai nya, kalau tidak memakainya kan sangat bahaya, sudah tau milik nya anaconda."
"Ya sudah, aku kembali dulu, terimakasih atas bantuan nya, kalian memang yang terbaik." Mawar pergi meninggalkan kamar hotel mereka berdua.
Ia kembali masuk ke kamar hotel nya, Mawar melepaskan penutup kepala yang ia pakai, tadi ia memakai nya karena kurang percaya diri dengan penampilan baru nya di depan mereka berdua.
Ia bingung harus langsung masuk ke kamar Narendra atau menunggu Narendra keluar, kalau asal masuk ia takut Mawar melihat semua hal yang tidak perlu ia lihat.
"Hmmmm bagaimana ya.."
Mawar mendekati pintu kamar tidur Narendra, ia mengetuk pintu kamar itu.
"Narendra, aku membawa nya, apa aku langsung masuk atau kau yang mengambil nya," tanya Mawar.
"Masuk," teriak Narendra.
"Oke." Mawar pun masuk ke dalam.
Mata nya tertuju pada Narendra yang sedang bertelanjang dada, benar benar sangat keren sekali. Otot-otot yang terbentuk dengan sangat sempurna. Mawar saja sampai terdiam sejenak memperhatikan tubuh indah Narendra, seperti nya di pantai nanti ia akan puas melihat para pria seperti ini.
"Kenapa diam!!! sini jangan lama lama, atau kau mau memakaikan nya untuk ku," tanya Narendra.
"Eh tidak," jawab Mawar.
"Sini," ucap Narendra.
Mawar mendekati Narendra dan memberikan apa yang ia perlukan. Mata Narendra tertuju pada rambut Mawar yang jauh lebih pendek dan indah.
"Kapan kau memotong dan mewarnai rambut mu," tanya Narendra.
"Tadi saat selesai makan spaghetti, aku tak bisa tidur jadi akun memutuskan memotong rambut sendiri dan mewarnai sendiri. Bagus tidak," tanya Mawar.
"Lumayan," jawab Narendra.
"Ya sudah selesai kan masalah, maaf ya aku tak sengaja melupakan nya. Nanti aku belikan yang baru."
"Kau tak akan mampu membelinya, mana ini murahan lagi," ucap Narendra.
"Gaya sekali diri mu, aku keluar ah." Mawar pergi meninggalkan Narendra.
"Memang kenyataan kok," kata Narendra.
Narendra memakai d*laman yang Mawar bawa, memang terasa tidak nyaman karena murahan, ukuran nya juga tidak sesuai dengan nya. Ia harus mengatur posisi yang tepat agar tidak salah arah.
"Dia cantik begitu," ucap Narendra.
Setelah mereka berdua selesai bersiap-siap mereka pun langsung pergi meninggalkan hotel. Sebelum ke pantai mereka mampir ke restoran terlebih dahulu untuk makan siang. Bukan hanya mereka berdua, Zaki, Rey dan Rizky juga bersama mereka.
"Kau cantik," ucap Zaki.
"Iya dia jadi cantik begini," ujar Rizky.
"Memang dia sangat cantik, sekarang lebih cantik lagi," kata Rey.
"Wah wah kalian terlalu memuji ku, Terima kasih atas pujian nya," ucap Mawar.
"Narendra bagaimana hubungan mu dengan Laila," tanya Rey.
"Biasa saja, kau tau dari mana dia mendekati ku," tanya Narendra.
"Dia memberitahu semua orang," jawab Rey.
Narendra hanya diam, ia suka di dekati banyak orang, itu artinya dia sangat tampan tetapi dia tidak suka jika orang yang mendekati nya mengumbar ngumbar seperti ini. Itu sangat menganggu kehidupan nya.
"Bayar," ucap Narendra.
"Siap." Mawar pergi membayar semua makanan yang mereka makan. Seperti yang Narendra katakan, Mawar akan menjadi babu nya di sini, jadi Mawar akan melayani semua hal yang ia mau.
"Wah keren ya mempunyai asisten pribadi," ucap Zaki.
"Kau pikir aku tak membayarnya dengan mahal, 100 juta per minggu," kata Narendra.
"Aku juga kau 50 juta per minggu sudah cukup untuk ku," ujar Rizky.
"Kau tidak cocok, mana ada yang mau assisten seperti mu," ucap Narendra.
"Bagaimana bisa hal yang penting saja Mawar yang mengurus nya," tanya Rizky.
"Hahaha memang sudah menjadi kewajiban nya, bagaimana mungkin dia meninggalkan hal yang sangat penting."
"Lalu bagaimana apa pas milik ku," tanya Zaki.
"Kecil sekali, milik mu pasti kecil," jawab Narendra.
"Narendra kau dengan Edward masih sama sama kan," tanya Rey.
"Iya, kenapa bertanya? kau tak mengenal kami berdua jangan berpikir yang macam macam," jawab Narendra.
"Tak ada aku hanya bertanya saja," ucap Rey.
"Jangan galak galak kenapa," ujar Mawar.
"Siapa yang mengajak mu berbicara, tak ada yang mengajak mu berbicara," ucap Narendra.
Setelah selesai makan. Mereka semua langsung pergi ke pantai tempat untuk mereka berkumpul. Semuanya sudah siap untuk menjalankan agenda hari ini. Narendra berharap hari ini tak ada agenda apa apa yang membuat nya bisa bebas ke sana sini.
"Bersih bersih pantai," ucap Mawar.
"Ini sangat membosankan," kata Narendra.
__ADS_1
"Kita kabur," tanya Zaki.
"Mata mu, aku pasti akan kena adu, ntah siapa yang mengadu aku pun tak tau, kalau sempat kau orang nya, awas saja.'' Narendra menatap tajam Mawar.
"Ih apa untung nya, aku ngadu pada orang tua mu, kena marah pada mu iya," kata Mawar.
''Ya sudah ayo cepat, semakin cepat kita menyelesaikan nya, semakin cepat kita bebas," ucap Zaki.
"Kau jangan jauh jauh dari ku," kata Narendra.
Baru beberapa menit mereka bekerja, Narendra sudah merasa haus dan berkeringat. Ia mencari Mawar untuk mengambilkan nya minuman.
"Mawar... Minum..."
"Iya tunggu sebentar," Mawar berlari ke arah Narendra dan memberikan minuman yang ia bawa kemana mana.
"Sudah' sana pergi," ucap Narendra.
Baru beberapa detik Mawar kembali di tempat nya, Narendra kembali berteriak dengan keras.
"Tisu...'"
Mawar kembali menghampiri Narendra, ia sangat kesal dengan Narendra yang tidak sekaligus menyusul nya.
Dan begitu pun seterusnya, Mawar tak bisa kemana mana, ia hanya di dekat Narendra agar ia tak berlari sana sini. Tugas mereka selesai pukul 1 siang, matahari sedang sangat terik sekali, mereka semua meneduh di bawa pohon.
"Cemilan," ucap Narendra.
"Apa??"
"Apa saja lah, aku membutuhkan nya, aku juga membutuhkan minuman yang segar,'' ucap Narendra.
Hampir dari mereka semua iri dengan Narendra yang semua nya di layani tanpa henti, tidak seperti mereka yang tak akan mampu seperti Narendra, benih kakek buyut stiven memang memiliki sifat angkuh dan selalu ingin di layani. Seperti nya hanya Rey yang kasihan dengan Mawar, wajah nya terlihat sangat lelah melayani Narendra tanpa henti sejak tadi. Ia tidak bisa melakukan apa apa selain memperhatikan Mawar saja.
"Ini," ucap Mawar sambil memberikan minuman dan makanan yang Narendra minta.
"Kau?"
''Tidak ah," ucap Mawar, makanan di sini sangat mahal, Mawar tak ingin menghamburkan uang nya.
''Bayar pakai uang ku, dompet ku kan ada dengan mu," kata Narendra, meskipun memiliki sifat yang kurang baik ia juga tetap memperhatikan Mawar, kalau Mawar kenapa napa ia juga yang akan repot menghadapi keluarga nya.
"Jangan membuat ku repot, selagi aku sedang baik manfaatkan semua nya dengan benar."
"Iya iya," ucap Mawar.
"Narendra, kau tau pulau di sana, kata nya di sana sangat seram, ada mitos kalau kau ke sana kau tak akan bisa kembali."
"Kau pikir aku peduli, aku tak akan mau membuang waktu ku yang berharga hanya untuk hal itu," kata Narendra.
"Aku pikir kau mau kami ajak ke sana," ujar Rizky.
"Hahaha iya aku pikir dia mau ke sana," kata Zaki.
"Kalian mengajak ku ke sana," tanya Narendra.
"Besok siang," ucap Narendra.
"Nah begitu dong," kata merea berdua.
"Narendra," ucap Laila yang berjalan mendekati mereka semua.
"Hmmm,'' gumam Narendra.
"Nanti malam makan malam dengan ku yuk," ucap Laila.
"Sudah mau saja kenapa banyak berpikir," kata Zaki.
"Jam 8 malam,'' ucap Narendra.
"Oke makasih." Laila pergi menjauh dari mereka semua.
"Gila, tubuh nya sangat bagus sekali," ucap Rizky.
"Nah kau minta foto nya kau kirim ke kamu," saut Zaki.
"Jangan gila, tapi akan aku coba, setelah ini sampai sore kan bebas, tunggu saja pasti banyak wanita yang memakai bikini."
"Mawar kau suruh pakai juga," kata Zaki.
"Jangan dia wanita baik baik," ujar Rey.
'Dia benar, aku rasa pun dia juga tak mau," ucap Narendra.
"Aku tidak akan mau memakai bikini, jangan meminta ku untuk melakukan nya." Mawar berjalan mendekati mereka semua dengan membawa banyak.
"Wah banyak membawa makanan, untuk siapa itu,x tanya Rey.
"Untuk kita semua lah, kan Narendra mentraktir kita semua," jawab Mawar.
"Narendra memang yang terbaik," ucap Zaki.
Mawar senang memiliki teman teman seperti mereka bertiga, walaupun memiliki otak yang ngeres dan aneh mereka bertiga terlihat sangat dekat. Terkecuali Narendra yang masih dengan sikap angkuh nya.
"Kalian sudah berteman dari kapan," tanya Mawar.
"Dari masuk kuliah lah, tapi kalau dengan Narendra saat dia mengejar S2 nya. Sebelum nya dia tak kuliah di sini," jawab Zaki.
"Begitu, pantas saja."
"Apa aku lebih tua??"
"Tidak kau sangat mudah kok, umur mu 20 tahun sudah S2 keren sekali," ucap Mawar.
"Ternyata bukan hanya kami, kau takut dengan nya juga, dia memang sangat galak."
__ADS_1
Sore hari nya, mereka semua sudah bebas melakukan apa saja. Para wanita sudah mulai memakai bikini dan bermain di bibir pantai. Sedangkan para wanita hanya menggunakan celana pendek saja.
"Ayo lah," ucap Zaki.
"Gabung dengan tu para wanita, mana tau ada yang terkena colek," ucap Rizky.
Mereka mulai membuka baju mereka dan berlari mendekati para wanita seksi itu. Begitu juga dengan nama Narendra, Narendra melepaskan baju kaus nya dan memberikan nya pada Mawar.
"Jangan sampai kotor," ucap Narendra.
Mawar hanya menganggukkan kepala nya, ia terpanah dengan Narendra dan yang bertelanjang dada di depan nya.
"Mawar..."
"Iya tak akan kotor," ucap nya.
"Mawar kau suka dengan nya," tanya Rey.
"Ah tidak lah, mana mungkin aku suka dengan nya," jawab Mawar.
"Oh begitu ya, kalau kamu tak suka dengan nya kenapa kamu memperhatikan nya terus menerus," tanya Rey.
"Apaan si, ayo gabung dengan mereka semua." Mawar berlari mendekati mereka semua.
Narendra melihat Mawar mendekat, ia memberikan kode agar Mawar jangan terlalu dekat, banyak pria yang mencari kesempatan dalam kesempitan.
''Kenapa si, aku kan mau dekat dengan para pria itu,'' ucap Mawar.
''Eh ada babu nya Narendra," kata Laila.
"Babu?? siapa babu nya??" tanya Mawar.
"Ya kau lah, siapa lagi jika bukan kau, kau kan babu nya Narendra."
"Hahaha aku asisten nya bukan babu nya. Nah kau cemburu kan aku dekat dekat dengan Narendra. Ya walaupun aku babu yang kamu katakan, aku selalu dekat dengan nya, dan kamu cemburu dengan seorang babu seperti ku," kata Mawar.
"Jangan pernah sombong, kamu pikir kamu spesial bagi Narendra, kamu hanya pembantu nya saja."
"Hahaha aku memang spesial untuknya, kalau aku tak ada dia akan kerepotan dengan diri nya sendiri, tetapi kalau ada diri mu, dia tetap memerlukan bantuan ku." ucap Mawar.
Mawar merasa ia tak pernah mempunyai masalah dengan wanita ini, tapi kenapa wanita ini sangat kesal dengan nya, apa wanita ini yang di isukan dekat dengan Narendra, Mawar tak tau itu, yang jelas ia malas mencari masalah dengan wanita di depan nya ini.
"Aku tidak ada urusan dengan mu, jadi jangan menganggu ku, jika kamu mencoba mendekati Narendra silahkan saja, aku tak akan menganggu mu," kata Mawar dan pergi meninggalkan wanita itu.
Laila sangat kesal dengan apa yang Mawar lakukan pada nya, jika sampai ia jadi pacar Narendra via pasti akan mengehentikan mawar bekerja. Mawar akan jadi benalu untuk hubungan nya dengan Narendra.
"Mawar," ucap Narendra.
"Iya kamu sudah selesai bermain," tanya Mawar.
"Apa yang dia katakan pada mu, aku melihat nya berbicara dengan mu," tanya Narendra.
'Tidak ada, tidak ada hal penting yangh kami bicarakan." Mawar menjawab nya dengan santai. Ia tak mau Narendra mengetahui apa yang mereka berdua bicarakan, ia malas memperpanjang masalah.
"Ikut dengan ku." Narendra yang sudah biasa di intili Mawar jadi aneh jika Mawar tak ada di dekat nya, ada hal hal kecil yang memerlukan bantuan Mawar.
"Cepat," teriak Zaki.
"Kita mau kemana," tanya Mawar.
"Naik jetski," jawab Narendra.
"Tapi aku tidak bisa aku takut," ucap Mawar.
"Aku tak peduli, aku mau kau ada di belakang ku."
Mawar sangat bingung ia tidak bisa naik sama sekali, di sana juga ada wanita yang tadi dengan nya, pasti wanita itu akan bergoncengan dengan Narendra.
"Aku naik ya," ucap Laila.
''Siapa yang meminta mu untuk naik, hey kau kenapa kau diam, kan sudah aku kata kau di belakang ku."
"Iya." Mawar kebingungan Karena malah Narendra meminta nya untuk duduk di belakang nya, bukan wanita itu. Wajah Laila sangat kesal menyaksikan hal itu.
Narendra membawa Jetski itu dengan cepat, hal itu sangat membuat Mawar ketakutan, Mawar memeluk Narendra dengan sangat erat karena benar benar sangat takut, beberapa detik kemudian ia sadar jika ia memegang perut kotak kotak Narendra, ada rasa senang karena merasakan hal itu. Ia yakin tak banyak wanita memegang nya, mengingat Narendra yang begitu sangat galak nya.
"Kita kemana," teriak Mawar,
"Jangan banyak berbicara," teriak Narendra.
"Jangan kencang kencang, aku benar benar sangat takut," ucap Mawar.
Ntah kenapa Narendra suka dengan teriakan Mawar yang sangat kencang ketika ia membawa jetski ini lebih keras lagi. Karena tak memperhatikan ke depan Narendra hampir menabrak Zaki.
"Ahh jangan," teriak Mawar.
''Narendra kau mau kita mati," ucap Zaki yang sudah basah kuyup karena air yang menyiprat kemana mana.
"Hey jangan berteriak dengan keras, aku tidak kosentrasi," ucap Narendra.
"Maaf aku sangat takut."
Baju Mawar juga basah kuyup, apa yang ia kenakan jadi terlihat karena ia memakai baju berwarna putih.
"Baju mu, peluk aku dengan erat. Jangan sampai mereka semua melihat nya," kata Narendra.
"Eh." Mawar yang baru tersadar langsung memeluk Narendra dengan erat.
"Besar juga ya," batin Narendra, Narendra tak bisa membayangkan bagaimana seksi Mawar jika hanya memakai bikini. Apalagi dengan rambut pendek nya yang membuat nya terlihat lebih seksi.
"Bagaimana ini," tanya Mawar.
"Ya begitu lah," jawab Narendra.
"Kalau aku turun pasti banyak yang melihat nya."
__ADS_1
"Tunggu sampai kering." Narendra membawa jetski itu lagi berkeliling tanpa arah. Meninggalkan Zaki dah teman temannya yang lain.
"Jangan terlalu jauh, takut nya bahan bakar nya habis," teriak Zaki.