
Setelah selesai makan. Stiven pun memutuskan untuk pulang, ia mampir ke apartemen Nathan hanya untuk berpamitan pada Nathan. Tetapi hal yang tidak terduga terjadi. Ia malah melihat Nathan bermesraan dengan seorang wanita, untung saja ke dua nya mempunyai otak yang masih berfungsi jika tidak sudah ntah jadi mereka berdua.
Sebelum pulang Stiven memberikan peringatan pada Nathan, jangan sampai merusak Helen. Ia memberikan kepercayaan kepada mereka berdua, hal itu karena mungkin sudah waktunya untuk Nathan tumbuh lebih dewasa lagi. Semakin di kekang akan semakin pulak Nathan akan memberontak. Takut nya Nathan terjerumus ke dunia tidak sehat. Jadi lebih baik Stiven merestui mereka berdua, urusan Vino nanti biarlah menjadi urusan Nathan.
"Ingat kata kakek tadi, jangan sampai kejauhan," ucap Helen.
"Ay kamu tau guna nya larangan. Ya untuk di langgar," kata Nathan.
"Oh iya ya sudah aku beritahu kakek jika cucunya sudah mulai lagi," ucap Helen.
"Jangan ay, kamu jangan macam macam."
Nathan mendekati wajah Helen dan mencium bibir Helen.
"Jika hanya berciuman tidak merusak mu kan ay," tanya Nathan.
"Nathan jangan begitu ah," ucap Helen.
"Hahaha aku ingin merasakan manis nya bibir mu ay, mana hadiah untuk ku." Nathan kembali mendekati bibir Helen.
Awal nya memang Nathan hanya mencium di bagian luar nya saja, tidak sampai masuk ke dalam seperti di hutan waktu itu. Tetapi karena Helen seperti pasrah dengan ciuman kecilnya membuat Nathan memberanikan diri lebih dalam lagi. Dan terjadi lah ciuman panas seperti di hutan waktu itu.
"Derrrttt derrttt." Ciuman panas itu terhenti seketika karena handphone Nathan berbunyi.
"Halo," ucap Nathan.
"Nathan terimakasih ya, kami akan ke Indonesia " ucap Roger.
"Iya sama sama, Hati-hati ya. Jujur kau menanggung kesenangan ku," kata Nathan.
"Hahaha maaf, ya sudah lanjutkan lah," ucap Roger sambil memutuskan sambungan telepon itu.
"Maaf ya ay, dia menganggu kita pasti kamu belum puas," kata Nathan.
"Au ah.. Bereskan semua nya aku mau tidur." Helen berjalan pergi meninggalkan Nathan.
"Hahaha dia seperti salah tingkah begitu," ucap Nathan.
Sebagai pacar yang baik. Nathan pun membersihkan semuanya, ia tidak ingin pagi pagi Helen mengeluarkan suara melengking nya karena ia tidak melakukan apa yang Helen minta.
Setelah selesai membersihkan semua nya. Nathan memutuskan untuk beristirahat. Ia tidak masuk ke dalam kamarnya melainkan kamar Helen, memeluk Helen saat tidur bukan pelanggaran perjanjian nya dengan Stiven. Jadi tidak ada salahnya untuk melakukan hal itu.
"Ay aku izin tidur dengan mu." Nathan naik ke atas kasur dan langsung memeluk pacar tersayang nya itu.
"Nathan kau mengejutkan ku," ucap Helen.
__ADS_1
"Hahaha tidak papa ay, aku hanya ingin tidur dengan mu tidak lebih kok," kata Nathan.
"Nathan..."
"Sssttt lihat sudah jam 1, saat nya untuk tidur." Nathan memeluk Helen dengan erat.
"Jangan membelakangi ku." Nathan membalik tubuh Helen.
"Dada mu wangi sayang," ucap Helen.
"Iya dong, aku kan baru selesai mandi," kata Nathan.
Karena Helen gemas ia mengigit dada Nathan yang membuat Nathan meringis menahan perih.
"Kenapa di gigit ay," tanya Nathan.
"Tidak ada si aku hanya gemas saja," jawab Helen.
"Kamu benar-benar ya." Nathan tidak marah, ia malah sangat suka Helen melakukan hal itu.
Dan pada akhirnya mereka pun tertidur bersama, malam yang dingin tidak mereka rasakan karena hangat nya pelukan itu.
Pagi hari nya, cahaya matahari membangunkan mereka berdua, karena tidur terlalu malam seperti yang Nathan dan Helen tidak harapkan mereka bangun lebih siang. Pukul 9.30 mereka berdua baru bangun. Tetapi kali ini Helen tidak ngeromet seperti waktu itu karena pekerjaan mereka hanya tinggal beberapa saja.
"Morning ay," ucap Nathan.
"Pasti dong, tadi malam ada yang janji membantu ku bercukur," ucap Nathan.
"Tidak usah lah, biar saja dia tumbuh dengan subur," kata Helen.
"Tapi aku tidak suka ay, aku ingin semua nya bersih sebersih cinta ku pada mu," ucap Nathan.
"Bersih bersih, emang cinta mu bersih sayang. Cinta di sertai dengan nafsu bukan cinta yang bersih sayang," kata Helen.
"Sayang nafsu itu hal yang tidak mungkin manusia tidak miliki, kalau aku tidak nafsu dengan mu, nanti buat anak nya bagaimana," ucap Nathan.
"Ya ya ya, sudah ayo, kata kamu mau bercukur," kata Helen.
"Berenang dulu yuk ay," ucap Nathan.
"Nanti kita pergi nya kapan," tanya Helen.
"Nanti saja jam sorean aja, jam jam 2 kan hanya beberapa tinjauan saja," jawab Nathan.
"Berenang dimana," tanya Helen.
__ADS_1
"Di kolam renang lah, di lantai ini ada kolam renang," jawab Nathan.
"Oh iya, aku baru tau. Ya sudah ayo."
"Ganti dulu ay, kamu mau berenang pakai baju tidur."
"Jadi pakai apa sayang, sudah begini saja," kata Helen.
"Bikini aja," kata Nathan.
"Malu sayang, nanti kalau ada yang melihat kita bagaimana."
"Tidak akan ay, ini jam kerja kamu tau kan orang Jepang bagaimana," sudah aku tunggu di depan ya Aku juga mau ganti celana yang lebih ketat," ucap Nathan dan pergi meninggalkan Helen.
Nathan kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia sudah biasa berkumpul dengan para bule. Jadi Nathan tidak malu sama sekali jika hanya memakai d*laman saja. Ia melepaskan celana pendek nya dan memakai d*laman yang lebih ketat. Setelah itu ia mengambil kimono dan memakainya.
"Ay," ucap Nathan.
"Iya tunggu," kata Helen.
Helen keluar kamar memakai kimono seperti yang Nathan pakai, di dalam kimono itu lah Helen memakai pakaian yang lebih seksi. Ia lupa jika ia membawa pakaian olahraga, lebih baik dari pada hanya memakai bikini.
"Ayo," ucap Nathan.
Nathan dan Helen pun pergi ke arah kolam renang.
Dugaan Nathan salah sama sekali, di sana malau ramai dengan para bule yang sedang liburan. Nathan dan Helen saling menatap. Mereka tidak menyangka jika ramai seperti ini.
"Ramai ay," ucap Nathan.
"Kata kamus sepi, tetapi ramai seperti ini," kata Helen.
"Mereka bule ay, kalau orang Jepang tidak ada kan. Sudah tidak papa ayo sudah tanggung," ucap Nathan.
Mata Helen tertuju pada para wanita yang hanya memakai bikini seksi. Hal itu membuat Helen khawatir Nathan akan jelalatan kemana mana.
"Jaga mata mu nat," ucap Helen.
"Jangan salah kan aku ay, salahkan mata ku."
Nathan melepaskan kimono yang ia pakai dan langsung melompat ke dalam kolam renang.
"Nathan," ucap Helen.
"Ayo masuk."
__ADS_1
Helen ragu melepaskan kimono nya, seperti nya hanya dirinya lah yang salah kostum.
"Nathan seperti nya aku salah kostum," kata Helen.