Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Menyedihkan


__ADS_3

Helen berusaha untuk tersenyum tetapi rasa sakit di hati nya benar-benar sangat sakit. Senyuman nya Helen membuat Helen benar-benar sangat menyedihkan. Albar langsung memeluk Helen dengan erat. Ia tidak tega melihat Helen seperti itu.


"Menangis saja jika menangis membuat mu lebih baik," kata Albar.


Akhirnya Helen menangis di pelukan itu. Ia tidak bisa menahan nya lagi, memang rasa nya benar-benar sangat sakit. Ia berharap dengan seseorang yang tidak bisa ia harapkan. Tembok yang menghalangi mereka berdua memang sangat besar.


"Helen sudah aku katakan dia tidak serius dengan mu," ucap Albar.


"Hiks hiks hiks, kamu di sana," tanya Helen.


"Aku di sana, dan aku melihat semuanya. Dia sebenarnya masih saudara ku, itu sebabnya aku tidak takut dengan nya," jawab Albar.


Nathan benar-benar sangat kacau, ia seperti kehilangan separuh diri nya sendiri. Helen wanita yang sangat ia cintai dan ia hanya ingin menikah dengan Helen bukane dengan wanita lain.


"Aku memberikan mu waktu sampai lusa Helen, setelah itu aku akan kembali mengejar mu," ucap Nathan.

__ADS_1


Ia tidak mungkin melepaskan Helen begitu saja. Ia pasti bisa menikah dengan Helen, saat ini Nathan hanya memerlukan kakek nya yang sampai saat ini belum bisa di hubungi.


"Jangan bersedih Nathan," ucap Cindy, ia sangat tidak enak pada Nathan dan Helen. Jujur Cindy sama sekali tidak mengharap perjodohan ini.


"Aku tidak bisa seperti ini, aku sangat mencintai nya. Kau aku anggap sebagai adik ku sendiri tapi kenapa keluarga kita melihat nya lebih dari itu," ucap Nathan.


"Aku tidak tau juga nat, mungkin jika kau bukan milik wanita lain aku tidak masalah, karena memang ayah ku sudah mengatakan jika aku akan di jodohkan. Tapi nyata nya kau milik wanita lain, aku tidak bisa melakukan nya, aku wanita aku tau rasa nya seperti ini," kata Cindy.


"Untuk saat ini bersikap baik saja. Jangan biarkan aku seperti menyakiti mu, aku hanya ingin keluarga ku tau jika aku serius dengan Helen," ucap Nathan.


"Daddy apa semua nya sudah benar," tanya Marvin, ia bingung kenapa Nathan begitu yakin jika ia pacar Helen.


"Ya sudah benar, sudah tenang saja, dia hanya kaget dan belum terbiasa," jawab Vino.


Keesokan harinya....

__ADS_1


Hari ini sebenarnya hari ulang tahun Helen. Nathan sudah mempersiapkan kejutan untuk Nathan sejak lama, tetapi seperti nya kejutan ini tidak bisa terwujud. Nathan saja tidak bisa menghubungi Helen sejak kemarin, seperti nya Helen masih memerlukan waktu untuk sendiri. Nathan tidak ingin memaksakan kehendak nya, ia takut semuanya menjadi lebih buruk lagi.


"Nathan," ucap Vino.


"Jangan masuk, aku masih tidak ingin berbicara dengan mu," teriak Nathan.


"Kau masih marah pada ku, ayo lah ini hari sabtu, ajak Cindy jalan jalan," ucap Vino.


"Daddy tidak pernah mengerti diri ku, aku sangat membenci diri mu."


Sudah sejak kemarin pulak Nathan mengurung diri di dalam kamar. Saat ini ia tida ingin bertemu dengan siapapun. Rasa kesal di dalam diri nya masih sangat besar.


Di tempat lain.


"Kau yakin," tanya Tiara.

__ADS_1


"Sangat yakin, aku ingin menenangkan diri ku, jangan beritahu siapapun," jawab Helen dengan sungguh sungguh


__ADS_2