
Beberapa hari berlalu. Nathan dan Helen sedang sibuk mempersiapkan pernikahan mereka berdua. Nathan ingin semuanya menjadi sesempurna mungkin di hari spesial mereka berdua. Beberapa hal juga sudah siap, hanya tinggal beberapa hal kecil lagi yang sedang keluarga Nathan tangani.
Selama beberapa hari juga, Helen tinggal di rumah Nathan. Mereka tidak stau kamar karena Helen tidak mau, ia tau Nathan bisa khilaf kapan saja, ia mau melepaskan mahkotanya di malam pertama nya dengan Nathan.
"Sayang, hmmm kamu mau ikut mamah tidak," tanya Helen.
"Mamah kenapa tidak tidur di kamar ayah? Edward ingin tidur dengan ayah dan mamah."
"Sabar sayang, mamah dah ayah belum boleh tidur bersama, kamu mau ikut mamah tidak?"
"Kemana mah, Edward dengan ayah sudah ada janji," ucap nya.
"Edward mau pergi dengan ayah, ya sudah pergi saja dengan ayah."
"Ya sudah jika kamu ingin mengajak Edward pergi," kata Nathan yang datang dari arah pintu.
"Kamu mau pergi kemana," tanya Nathan.
"Bertemu dengan Tiara dan melihat rumah ku," jawab Helen.
"Apa Edward perlu ikut, aku ingin membawa nya berbelanja," ucap Nathan.
"Nathan sudah jangan terus mengajak nya berbelanja, nanti dia malah ketagihan dan di luar batas lagi," kata Helen.
"Tidak aku sendiri kok, ada anak dari Calvin, anak dari Marvin, dan dari saudara yang lainnya. Aku ingin Edward mengenal satu persatu keluarga nya," ucap Nathan.
"Ya sudah jika dengan yang lain, bawa saja dia pergi dengan mu. Aku tidak perlu membawa nya jika hanya bertemu dengan Tiara," kata Helen.
"Oh iya, nanti malam ada hal yang ingin aku bicarakan pada mu," ucap Helen.
"Kenapa nanti malam, sekarang saja sayang."
"Nanti malam saja, kamu siap siap saja sana, aku akan memandikan Edward."
"Hanya memandikan Edward, tidak memandikan ku," tanya Nathan.
"Mandi dengan ayah dengan ayah," ucap Edward.
"Tu dengar, ayo mandi bersama." Nathan menggendong Edward dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Tidak ah, aku malas mandi dengan mu," ucap Helen.
Helen tidak mungkin mandi bersama dengan mereka, ia wanita sendiri, bisa bisa diri nya habis di makan oleh Nathan. Nathan tidak akan tau tempat, mau ada Edward atau tidak pasti ada saja kesempatan nya.
Helen mempersiapkan baju Edward terlebih dahulu, setelah itu ia pergi ke kamar Nathan untuk mempersiapkan pakaian nya. Helen sudah biasa mempersiapkan pakaian Nathan, toh dulu juga ia sering melakukan nya.
"Bingung ****** ******** besar sekali, tapi tubuh nya tidak terlalu besar nya," ucap Helen.
Helen membawa pakaian Nathan ke kamarnya agar Nathan tidak perlu bolak balik masuk ke dalam kamar.
Tak lama Edward keluar dari kamar mandi dengan tidak memakai apapun. Ia tampak seger setelah mandi bersama dengan ayah nya.
"Dimana ayah," tanya Helen.
"Kata ayah, mamah masuk ke dalam, bantu ayah bercukur," ucap Edward.
"Tidak, mamah memakaikan mu pakaian. Kau belum bisa memakai pakaian sendiri," kata Helen.
Helen tau ini hanya modus dari Nathan, ia sudah kebal dengan modus kecil seperti itu. Tak butuh waktu lama Nathan juga keluar dari dalam kamar mandi. Ia tersenyum pada Helen yang tidak terkena modus nya.
"Hahaha aku sudah tau Nathan," ucap Helen.
"Malam pertama ada apa mah," tanya Edward.
"Tidak ada, jangan dengarkan ayah mu," jawab Helen.
Nathan dan Edward pun pergi meninggalkan Helen. Helen memutuskan untuk bersiap siap dan juga pergi meninggalkan rumah. Ia pergi ke rumah nya yang sekarang sudah di tinggalin oleh Tiara.
Sampai sekarang Tiara tidak tau kepulangan Helen. Ia sudah sangat merindukan sahabat nya itu, tetapi sahabat nya itu juga tidak kunjung datang menemui nya.
Saat perjalanan menuju rumahnya dulu, Helen berhenti di toko buah untuk membeli buah-buahan, ia tidak mungkin datang dengan keadaan tangan kosong. Ia bukan hanya merindukan rumahnya, ia juga sangat merindukan sahabatnya itu. Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang datang menghampiri nya.
"Helen."
"Al Albar," ucap Helen dengan kebingungan.
"Kita bertemu lagi, kau kemana saja aku mencari mu," kata Albar.
"Aku pergi bersama Nathan," ucap Helen.
__ADS_1
Helen sengaja mengatakan itu agar Albar berhenti mendekatinya, ia tahu jika Albar juga masih mengharapkan nya
"Jadi kau dengan Nathan kembali lagi," tanya Albar.
"Iya aku kembali dengannya, sejauh apapun aku pergi aku akan tetap bertemu dengannya, mungkin memang kan berdua ditakdirkan bersama," jawab Helen dengan penuh keyakinan, memang begitu fakta nya, sejauh apapun ia pergi ia tetap bertemu dengan Nathan, seperti yang sedang terjadi sekarang.
"Iya aku mengerti itu, aku menyerah dengan perasaanku. Semoga kau bahagia bersama Nathan."
Albar penjualan pergi meninggalkan Helen. Hal itu membuat Helen sangat senang, ia tidak memiliki perasaan apapun pada Albar. Saat ini Helen hanya fokus pada Nathan saja.
Setelah selesai membeli buah-buahan Helen pun melanjutkan perjalanannya. Ia sempat melewati perusahaan yang dulu ia pimpin. Dan ia sangat ingin kembali ke sana. Perusahaan itu saat ini di bawa naungan ayah nya, ia tidak yakin semuanya tetap sama, semoga saja ayah nya bisa menjalankan semua amanah yang ia berikan sebelum pergi.
"Semoga saja semuanya masih tetap sama," ucap Helen.
Sesampainya di rumahnya dulu, Helen langsung menelepon Tiara agar Tiara keluar rumah, ia tidak membawa kunci rumah yang membuatnya tidak bisa masuk ke dalam.
"Keluar cepat aku di depan rumah," ucap Nathan.
Jangan bohong kau selalu berbohong."
Tiara tidak percaya dengan Helen karena ia pernah dibohongi oleh Helen. Menurutnya tidak mungkin Helen kembali lagi ke sini.
"Coba denger suaraku."
"Tiara..." Helen berteriak dengan keras.
Tiara mendengar suara Helen dari luar, ia sangat terkejut dan langsung berlari keluar dari dalam rumah. Meskipun ia sedang hamil besar, Tiara melupakan nya karena ia benar-benar sangat merindukan sahabat nya itu.
"Helen." Tiara membuka pintu rumah itu dan langsung memeluk Helen dengan erat.
Helen terkejut sahabat nya sudah hamil saja. Perut besar Tiara membuat pelukan mereka berdua terhalang.
"Hamil lagi hamil lagi, gara gara sosis," ucap Helen.
"Sosis besar Helen, hahaha nama nya juga suami ku ingin anak lagi. Ya mau bagaimana lagi," kata Tiara.
"Apa kabar Helen, aku sangat merindukanmu, kau kembali dengan siapa? dimana Edward?"
"Jika kau tau aku kembali dengan siapa kau pasti sangat terkejut, sebelum aku menjelaskan semuanya pada mu aku ingin masuk dulu," kata Helen.
__ADS_1
"Helen dengan siapa? apa dengan Albar? doa terus mencari mu," tanya Tiara