Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Menikah


__ADS_3

"Kamu mau pelecehan, nanti tersebar berita. Calon CEO Vins grup melakukan pelecehan pada seorang wanita."


"Itu normal ay, kalau sama wanita saja mah tidak akan terlalu menghebohkan, tapi jika dengan pria baru akan menghebohkan banyak orang," kata Nathan.


Nathan melihat ke arah jam dinding, jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, sudah waktunya untuk ia kembali ke perusahaan. Karena pelantikan nya sebagai sebagai ceo semakin dekat, semakin banyak pula tugas yang harus nathan kerjakan. Ia tidak bisa terlalu lama berada di perusahaan milik Helen. Dengan berat hati nathan harus kembali ke perusahaannya.


"Kenapa nat," tanya Helen.


"Aku harus kembali ay, maafkan aku tidak bisa terlalu lama di sini," jawab Nathan, ia sangat tidak enak pada Helen karena ia baru saja berduaan dengan Nathan.


Meskipun sangat menyebalkan, Helen harus mengerti Nathan, ia tidak bisa menahan Nathan karena ia sendiri tau bagaimana sibuk nya seorang pemimpin. Apalagi perusahaan yang Nathan pegang bukan perusahaan kecil.


"Iya aku mengerti nat, seseorang sepertimu tidak mungkin mempunyai banyak waktu." Helen tersenyum manis menyembunyikan perasaan kesal nya.


"Ay jangan begitu, perkataan membuatku sedih ay, aku merasa jadi pacaran gagal untukmu. Aku berjanji saat weekend tiba aku akan menghabiskan waktu denganmu." Nathan menatap mata Helen, ia tau pasti Helen merasa kesal dengan nya. Ini yang Nathan takutkan, tidak bisa memiliki banyak waktu.


"Hahaha iya, aku sangat mengerti dan aku sangat berharap apa yang kamu katakan tadi benar ya, jangan memberikanku harapan palsu."


"Pasti, aku tidak akan memberikanmu harapan palsu. Kamu ingat hari sabtu besok hari apa," tanya Nathan, Nathan berharap Helen tidak mengingat nya.


"Tidak, memang hari apa?"


"Hari weekend," jawab Nathan asal, ia sangat senang Helen tidak mengingat nya."


"Jika itu aku tau."


"Hahaha iya aku hanya bercanda, ya sudah aku harus pergi selamat bekerja, aku yakin kamu pasti bisa membuat perusahaan ini jauh lebih baik lagi."


"Pasti bisa aku mempunyai mentor yang sangat luar biasa," kata Helen.

__ADS_1


"Jangan begitu aku jadi tidak enak," ucap Nathan.


"Kau terlalu percaya diri nat aku tidak membicarakan mu."


Sebelum pergi Nathan kembali mencium wajah Helen. Setelah puas baru lah Nathan pergi meninggalkan ruangan Helen, wajah nya yang awalnya tersenyum manis berseri berubah menjadi dingin seketika. Wajah nya itu hanya untuk Helen seorang.


Hari sabtu yang Nathan tanyakan pada Helen adalah hari ulang tahun helen sendiri, tanggal 23 mei. Iya mengingat benar hari ulang tahun pacarnya itu. Seperti biasanya, nathan pasti menyiapkan sesuatu yang sangat luar biasa, ia ingin memberikan ke sana sangat luar biasa di ulang tahun helen kali ini.


Kepergian Nathan membuat mood helen mendadak jelek. Ia sudah mempunyai apa yang ia inginkan, yaitu perusahaan yang maju. Tetapi saat ini sepertinya hanya nathan yang ia butuhkan.


"Ayo semangat helen, jangan seperti ini, kau sudah membangun perusahaan ini dengan susah payah jangan sampai karenanya mood mu yang jelek, semuanya tidak sesuai dengan harapan mu."


Nathan kembali masuk ke dalam ruangan daddy nya. Sebelum sampai ke perusahaan tadi, ia sudah diminta untuk ke sana.


"Ada apa dad," tanya Nathan.


"Sudah kau lakukan dengan benar semuanya?"


"Kau tidak melihat trending topic twitter hari ini," tanya Vino.


"Tidak ada waktu dad, emang ada apa?"


"Wajah sombong mu, menjadi perbincangan hangat. Dan ada satu hal yang membuatku ingin bertanya sesuatu padamu."


"Apa itu," tanya Nathan.


"Kau memprivasi ku?"


"Hah maksudnya?" Nathan bingung dengan apa yang daddy nya tanyakan.

__ADS_1


"Aku melihat salah satu postingan di twitter, kau membuat insta story seorang wanita, dengan caption yang merujuk jika wanita itu pasanganmu," kata Vino.


"Oh itu, wanita itu helen dad. Mereka semua salah paham, aku helen serta teman-teman lainnya, bermain sebuah tantangan dan aku kalah dalam permainan itu, tantangannya aku harus membuat insta story yang daddy dilihat itu. Aku memprivasi daddy karena aku tidak ingin membuat daddy berpikir yang tidak tidak. lagi pula itu hanya permainan biasa saja." Nathan menjelaskan semuanya dengan sangat tenang dan tersusun, ia tidak mau daddy nya curiga dengan semua ini.


"Helen maafkan aku, setelah pelantikan aku pasti akan menjelaskan semuanya pada daddy ku," batin Nathan.


Dengan mudah Vino percaya dengan semua yang dikatakan oleh Nathan. Anaknya ini memang mempunyai basis penggemar yang cukup banyak, jadi tidak heran jika hal ini terjadi. Ia tidak memiliki kecurigaan sedikitpun pada Nathan.


"Kau menjadi seorang artis saja bagaimana?"


"Tidak mau, aku seperti tidak memiliki privasi, tidak membeli ketenangan dan juga tidak bebas. Wajah sombong ku depan banyak orang tadi, sengaja aku lakukan agar mereka tidak sok dekat denganku, mencari tau jauh tentang kehidupanku. Semua itu privasi kau dan aku sangat ingin menjaganya."


"Memasang wajah bagaimana pun itu hak mu, tetapi jangan sampai sifat mu seperti itu. Tunjukkan pada semua orang jika menilai seseorang dari tampang adalah hal yang salah." Terkadang Vino takut Nathan salah meletakkan sifat nya itu.


"Itu pasti dad. Dan sekarang daddy memanggilku saya karena itu," tanya Nathan.


"Oh jelas tidak, kau lihat bekasnya menumpuk itu, ambil dan bawa ke ruangan mu, tanda tangani semuanya yang perlu kau tanda tangani. Itu berkas-berkas pengalihan kekuasaan kepadamu," kata Vino, ia seakan balas dendam pada Nathan, dulu ia sama merasakan apa yang Nathan rasakan.


"Daddy serius ingin memberikannya semua padaku?"


"Lah kenapa tidak aku malas udah bosan, sudah hampir 20 tahun aku memimpin perusahaan ini, dan sekarang giliran kau yang melanjutkan estafet keluarga ini. Lakukan semua dengan sangat baik jangan membuat kakek mu yang membuat perusahaan ini dengan sangat besar menjadi kecewa."


"Aku pasti tidak akan mengecewakan kalian berdua, aku sadar memang ini sudah menjadi tanggung jawab ku dan aku akan melakukannya dengan sungguh-sungguh," kata Nathan.


Vino tersenyum senang mendengar hal itu.


"Bagus nat. Jika semuanya sudah selesai kemungkinan besar perpindahan kekuasaan akan lebih cepat, lebih cepat lebih baik kau ingin cepat memiliki pasangan bukan?" Vino akan memberikan kejutan besar pada Nathan.


"Ya aku sangat ingin." Nathan berpikir setelah menjadi pemimpin ia akan bebas memilih pasangan yang ia mau. Padahal dari kakek nya sampai daddy nya sekarang pasangan mereka di tentukan oleh keluarga.

__ADS_1


"Hahaha itu sajalah yang membuat mu senang, apa kau sudah tidak sabar menggunakan burung mu."


"Ha apaan, aku menikah agar ada yang mendampingi hidup ku."


__ADS_2