
"Kenapa anak itu sangat sulit sekali aku atur," ucap Edward.
Nabila tak tau kenapa abang nya itu sangat tak suka ia dekat Jack. Mau bagaimana pun Jack, ia tak peduli, ia yakin cinta bisa membuat seseorang jauh lebih baik. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini.
Beberapa hari telah berlalu. Semua persiapan pernikahan Jack dan Jesika susah selesai. Mereka berdua akan segera menikah hari ini juga. Hari ini hari yang paling tak ingin Nabila temui, ia akan kehilangan seseorang yang sangat ia cintai. Jack akan menikah dengan Jesika, harapan nya untuk hidup dengan Jack sudah hilang.
"Nabila jangan begitu," ucap Narendra.
"Jangan begitu bagaimana, aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi sayang," kata Nabila.
"Kata siapa, aku yakin Jack dan Jesika tak akan lama. Mereka itu belum tau sifat masing-masing dari mereka Seperti membeli kucing dalam karung. Jika kalian berdua berjodoh, pasti kalian akan bersatu, tetapi jika kalian tak berjodoh, ada seseorang pria yang akan mendampingi mu nanti. Seseorang pria yang jauh lebih baik dan pantas dari pada Jack."
"Nah ini yang aku perlukan, tidak seperti bang Edward bukan nya memperbaiki semua nya, dia malah membuat ku overthinking. Aku yakin dengan ucapan mu Narendra, kau memang saudara yang baik."
"Andai aku juga bisa berharap seperti itu, aku tak tau bang Edward bisa di percaya atau tidak," batin Narendra.
Narendra memang belum bisa menyembuhkan luka hati nya. Walaupun waktu nya ia habiskan untuk bekerja dengan Vino dan sepupunya, tetap saja sangat sulit untuk melupakan sosok Salsa, ia sudah mencintai Salsa dari kecil pulak.
__ADS_1
"Bagaimana dengan mu, aku tak pernah tau pacar mu," ucap Nabila.
"Aku tak punya pacar, aku tak ada waktu untuk pacaran," kata Narendra.
"Oh begitu, kerja dengan baik ya, aku yakin kau akan menjadi yang terbaik," ucap Nabila.
"Kau tau paman kecil kita," tanya Narendra.
"Tau kenapa?
"Wah wah kasihan nya, kakek sangat keras mendidik nya. Tapi dia sangat keren, aku suka dengan gaya nya, dia tak aktif dengan sosial media nya. Tetapi sekali upload foto nya memancarkan aura yang luar biasa," ucap Dinda.
"Hahaha sama seperti ku kan," kata Narendra.
"Tidak..."
Di kamar Edward sangat senang karena Nabila akan terbebas dari Jack. Pernikahan ini akan membuat semuanya lebih baik lagi. Ia memang tak bisa memiliki Nabila lagi tetapi ia tak rela juga Nabila dekat dengan Jack. Banyak pria yang jauh lebih baik dari pada Jack.
__ADS_1
"Kamu kenapa mas," tanya Salsa.
"Tak ada, apa ada yang salah dari wajah ku," tanya Edward.
"Kamu terlihat sangat senang, apa karena aku memberikan mu jatah tadi malam," kata Salsa.
"Iya dong, terimakasih ya telah melayani suami mu dengan baik," ucap Edward.
Pernikahan pun di laksanakan dengan sangat sederhana. Tak ada pesta pernikahan sampai bayi itu lahir. Bryan tak mau membuat malu keluarga nya. Jadi ia menyembuhkan semuanya dari banyak orang.
"Jaga istri mu dengan baik Jack, kau bukan lagi anak mudah yang bisa bebas, kau sudah mempunyai tanggung jawab," kata Bryan.
Sebenernya Jack belum siap menikah, ia masih ingin bebas terapi keadaan yang memaksa nya, ia tak bisa berbuat apa apa lagi.
"Aku tak mau tinggal di sini sayang," kata Jesika.
"Aku tak mau pindah dari sini, aku malas mempersiapkan semua kebutuhan ku sendiri," ucap Jack.
__ADS_1