Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Bab 3


__ADS_3

Seperti nya memang sudah menjadi kesalahan besar Nathan menyatukan mereka semua dalam satu atap. Mereka sudah pindah dari rumah Helen yang lama ke rumah yang jauh lebih besar lagi, semua itu mereka Nathan lakukan agar anak anak nya terasa nyaman hidup bersama. Ia juga memboyong Bryan dan keluarga nya ke rumah ini agar lebih ramai lagi. Maklum saja rumah yang mereka tempati sudah seperti lapangan sepak bola sangking luas nya.


Nathan ingin anak anak nya tetap selalu bersama meskipun mereka tidak memiliki ikatan darah, tetapi seperti nya itu semua tidak tepat. Dengan menyatukan mereka semua membuat mereka memiliki perasaan satu sama lain, meskipun perasaan itu tidak terlarang karena mereka bukan adik dan kakak kandung, hanya saja kedekatan mereka yang terlalu over yang menjadi titik kesalahan mereka.


"Bang kau akan menikah dengan Salsa," ucap Narendra.


"Aku baru ingin mengatakan nya," kata Edward.


"Aku sudah tau dari ayah," ucap Narendra.


"Aku tidak akan menikah dengan nya, karena aku tidak suka pada nya," kata Edward.


"Aku suka pada nya, tapi kenapa tidak aku yang menikah dengan nya."


"Usia mu belum genap 20 tahun, aku sudah 25 hampir ke dua lima, ya memang sudah waktunya aku menikah, tapi tidak dengan Salsa aku tidak mau," kata Edward.


"Abang aku suka dengan nya, aku tidak mau kau menikah dengan nya. Nanti kau enak enak dengan nya," ucap Narendra.


"Hahaha ya jelas lah, ada istri di rumah, kalau tidak di sentuh percuma doang," kata Edward.


"Abang..." Narendra benar-benar tidak bisa membayangkan jika wanita yang ia sukai menikah dengan Edward, abang nya sendiri.


"Hahaha tidak tidak, aku tidak mau menikah dengan nya. Sampai kapan pun aku tidak mau menikah dengan nya, jika sampai kamu harus menikah, ya aku tidak akan mencintai nya. Lebih baik aku menikah dengan orang asing dari pada dengan Salsa."


"Kau serius," tanya Narendra.


"Ya seriuss lah, untuk apa aku berbohong," jawab Edward.


"Oke jika kau harus menikah dengan nya, jangan mencintai dia. Aku akan mengambil diri nya dari mu saat usia ku cukup," kata Narendra.

__ADS_1


"Untuk adik ku apa yang tidak," ucap Edward.


Apa yang Edward katakan memang benar, ia sangat tidak mungkin bisa mencintai Salsa, bahkan dia saja tidak begitu dekat dengan Salsa. Memang saat kecil dulu mereka sering bermain bersama, tetapi saat usia remaja hati Edward malah tersangkut pada Nabila, hal itu membuat Edward menjauhi Salsa demi Nabila.


Di kamar lain. Nathan ingin membicarakan masalah Edward dengan istri nya, pengakuan Edward tadi membuat Nathan malah ingin cepat cepat menikah kan Salsa dengan Edward. Nathan takut Edward malah semakin gila saja, lebih baik Edward cepat menikah untuk memperbaiki dirinya.


"Sayang kamu tau siapa wanita yang Edward sukai," tanya Nathan.


"Sayang mungkin ini hanya kecurigaan ku saja. Seperti nya Edward memiliki perasaan lebih pada Nabila. Aku memperhatikan gelagat Edward beberapa waktu terakhir ini, apa yang Edward lakukan pada Nabila seperti seseorang pria pada pasangan nya."


"Apa benar sayang, tadi Edward jika menyindir masalah itu, aku pikir dia hanya bercanda saja, tetapi kalau kamu mengatakan hal ini dan dengan omongan nya tadi seperti masuk akal saja."


"Aku takut, aku takut mereka berdua malah berbuat yang tidak tidak. Edward tidak boleh suka pada Nabila, memang mereka tidak memiliki ikatan darah tetapi tetap saja mereka abang dan adik," kata Helen.


"Kalau begitu untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan, lebih baik Edward dan Salsa segera kita nikahkan," ucap Nathan.


"Sudah tidak ada gunanya untuk saling menyalahkan, lebih baik kita segera membicarakan masalah ini pada Bryan dan istri nya."


Apa yang Helen katakan tadi cukup membuat Nathan takut. Apalagi mereka sering berdua di rumah, rumah ini sangat besar jika mereka khilaf mungkin bisa saja tidak ada yang tau. Memang seperti nya mereka berdua harus segera di pisahkan.


Keesokan harinya, keluarga Bryan sudah kembali ke rumah, ini kesempatan Nathan untuk membicarakan semua nya. Lebih cepat memang lebih baik.


"Aku ingin membahas perjodohan Edward dengan Salsa, Salsa sudah 25 tahun dan Edward juga akan 25 tahun, memang lebih baik mereka segera menikah."


"Aku si setuju saja, mereka berdua sudah sama sama dewasa. Untuk apa lagi di tunda tunda," kata Bryan.


"Bagaimana dengan Salsa dia mau," tanya Nathan.


"Dia pasti mau, Edward ini bagaimana? kata Salsa saja mereka berdua tidak dekat," ucap Bryan.

__ADS_1


"Kalau itu jangan khawatir, aku akan mengurus nya, sekarang kita bicara kan rencana ini pada anak kita," kata Nathan.


Kepulangan Salsa dan Jack membuat dua orang sangat senang. Pertama Salsa yang sangat senang bisa bertemu dengan Edward lagi, ke dua Nabila yang sangat senang bisa bertemu dengan Jack lagi.


"Edward," ucap Salsa.


"Iya ada apa," tanya Edward.


"Begini, tadi malam kan aku sudah mengatakan nya pada mu. Aku ingin memberikan ini pada mu," kata Salsa.


"Maaf aku tidak bisa menerima nya. Aku hanya menerima barang dari seseorang yang aku cintai," tolak Edward.


"Edward," ucap Salsa.


"Salsa berhenti dekat dekat ku, akun harus menjaga perasaan seseorang, aku tidak mau hubungan ku dengan nya rusak karena kau dekat dekat dengan ku."


Salsa langsung berlari meninggal kanna Edward, apa yang Edward katakan benar-benar menyakiti perasaan nya.


Nabila berjalan mendekati Jack yang sedang berada di balkon rumah. Ia baru beberapa hari tidak bertemu dengan Jack, tetapi hati nya sudah sangat merindukan pria satu ini.


"Jack," ucap Nabila.


Bukan hanya Nathan. Jack pun merasa tidak nyaman di dekati dengan seseorang. Apalagi Jack termasuk pria yang dekat dengan wanita liar di luar sana.


"Kau," ucap Jack tanpa melihat ke arah Nabila.


"Kau sedang apa, kapan kau kembali," tanya Nabila.


"Sedang video call dengan pacar ku," jawab Jack.

__ADS_1


__ADS_2